Kamis, 28 Oktober 2021

Manajemen Laba (skripsi dan tesis)


Menurut Copeland (1968), manajeman laba sebagai “some ability to
increase or decrease reported net income at will” yang artinya manajemen
laba mencakup usaha manajemen untuk memaksimumkan, atau
meminimumkan laba, termasuk perataan laba sesuai dengan keinginan
manajemen. 
Scott (2009) menyatakan bahwa terdapat dua cara pandang dalam
memahami manajemen laba yang dilakukan manajer perusahaan: pertama,
bertujuan untuk memaksimalkan utilitas manajemen (opportunistic
behavior). Kedua, bertujuan untuk memberikan keuntungan kepada semua
pihak yang terkait dalam kontrak (efficient contracting) dimana
manajemen laba memberi manajer suatu fleksibilitas untuk melindungi diri
mereka dan perusahaan dalam mengantisipasi kejadian-kejadian yang tak
terduga untuk keuntungan pihak-pihak yang terlibat dalam kontrak,
apabila manajemen laba bersifat oportunis, maka informasi laba tersebut
dapat menyebabkan pengambilan keputusan investasi yang salah bagi
investor. 

Tidak ada komentar: