Kamis, 28 Oktober 2021

Analisis Fundamental (Fundamental Analysis) (skripsi dan tesis)


Analisis fundamental merupakan informasi atau analisis yang berkaitan
dengan data fundamental suatu perusahaan, yaitu data yang berasal dari keuangan 
perusahaan (misalnya laba, dividen yang dibayar, penjualan dan lain sebagainya).
Analisis fundamental mempraktikkan harga saham di masa yang akan datang
dengan mengestimasi nilai faktor-faktor fundamental yang mempengaruhi harga
saham di masa yang akan datang dan menerapkan hubungan variabel-variabel
tersebut (Martalena & Malinda, 2011: 47).
Selain itu analisis fundamental merupakan pendekatan analisis harga
saham yang menitikberatkan pada kinerja perusahaan yang mengeluarkan saham
dan analisis ekonomi yang akan mempengaruhi masa depan perusahaan (Sutrisno
(2013: 319). Analisis fundamental dapat digunakan untuk menghitung nilai
intrinsik dari suatu saham dengan menggunakan data keuangan perusahaan
(sehingga disebut juga dengan analisis perusahaan). Ada dua pendekatan dalam
analisis fundamental untuk menghitung nilai intrinsik saham, yaitu dengan
pendekatan nilai sekarang (present value approach) dan pendekatan PER (P/E
ratio approach) (Hartono, 2012: 130-131). Analisis fundamental fokus pada
berita keuangan, ekonomi serta perkembangan politik suatu negara dalam
mengukur kekuatan permintaan dan penawaran. Analisis ini banyak digunakan
oleh akademisi dan investor.
Analisis fundamental atau analisis laporan keuangan perlu dilakukan untuk
mendapatkan informasi lebih rinci tentang kinerja yang dicapai perusahaan dan
keadaan keuangan suatu perusahaan. Beberapa alat analisis dasar (basic tools)
yang biasa digunakan dalam menganalisis laporan keuangan menurut Rusdin
(2008: 139-140), yaitu: 
1. Analisis Horizontal (Trend Analysis)
Analisis horizontal merupakan suatu teknik untuk melakukan evaluasi
suatu seri data laporan keuangan dari suatu perusahaan dalam jangka waktu
periode tertentu dengan melakukan kalkulasi kenaikan/penurunan setiap item dari
laporan keuangan dibanding dengan periode sebelumnya yang dijadikan sebagai
dasar perbandingan. Analisis horizontal dapat diterapkan pada balance sheet,
income statement, dan retained earning statement.
2. Analisis Vertikal (Common Size Analysis)
Analisis vertikal merupakan suatu teknik untuk melakukan evaluasi data
laporan keuangan yang dilakukan dengan menghitung setiap item dalam laporan
keuangan dalam persentase terhadap suatu nilai dasar. Dalam balance sheet yang
dijadikan nilai dasar biasanya adalah total asset, sedangkan income statement nilai
dasarnya adalah total net sales.
3. Analisis Laporan Keuangan
Analisis laporan keuangan atau rasio merupakan suatu informasi yang
menggambarkan hubungan diantara berbagai account dari beberapa laporan
keuangan yang mencerminkan keadaan keuangan serta hasil operasional
perusahaan. Analisis laporan keuangan penting dilakukan untuk mengetahui
kekuatan dan kelemahan suatu perusahaan. Informasi ini diperlukan untuk
mengevaluasi kinerja yang dicapai manajemen perusahaan di masa yang lalu, dan
juga untuk bahan pertimbangan dalam menyusun rencana perusahaan ke depan.
Salah satu cara memperoleh informasi yang bermanfaat dari laporan keuangan
perusahaan adalah dengan melakukan analisis rasio keuangan. Ada 5 jenis rasio
keuangan (Financial Ratio Analysis), yaitu sebagai berikut (Sudana, 2011: 20-23): 
a. Rasio Solvabilitas (Leverage Ratio), rasio ini mengukur berapa besar
penggunaan utang dalam pembelanjaan perusahaan.
b. Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio), rasio ini mengukur kemampuan
perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka pendek.
c. Rasio Aktivitas (Activity Ratio), rasio ini mengukur efektivitas dan
efisiensi perusahaan dalam mengelola aktiva yang dimiliki
perusahaan.
d. Rasio Profitabilitas/Rentabilitas (Profitability Ratio), rasio ini
mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dengan
menggunakan sumber-sumber yang dimiliki perusahaan, seperti
aktiva, modal, atau penjualan perusahaan.
e. Rasio Nilai Pasar (Market Value Ratio), rasio ini terkait dengan
penilaian kinerja saham perusahaan yang telah diperdagangkan di
pasar modal (go public).

Tidak ada komentar: