Jumat, 12 Maret 2021

Kepemilikan Keluarga terhadap Dividend Payout Ratio (skripsi dan tesis)

Perusahaan dengan kepemilikan keluarga sebagai pengendali mempunyai hak suara yang lebih besar dalam pemilihan direksi dan komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sehingga direksi dan komisaris perusahaan tersebut diduduki oleh anggota keluarga tersebut. Berdasarkan teori yang dibangun oleh Jensen dan Meckling (1976), perusahaan dengan struktur kepemilikan tersebut dapat meminimalkan atau menghilangkan adanya masalah dan biaya keagenan antara pemegang saham mayoritas dan manajemen. Namun, hal tersebut akan menimbulkan masalah keagenan dengan pemegang saham minoritas. Manajemen cenderung melakukan peningkatan dividen untuk mengurangi masalah keagenan tersebut (Arifin, 2003). Hal tersebut didukung oleh penelitian Sugiarto (2008) yang menemukan kepemilikan keluarga berpengaruh positif terhadap kebijakan dividen yang diukur dengan dividend payout ratio. Pada penelitian tersebut, Sugiarto menggunakan variabel dummy sebagai proksi kepemilikan keluarga. Hal tersebut berbeda dengan penelitian Jurica & Lilyana (2012) yang menyatakan bahwa kepemilikan keluarga tidak berpengaruh secara signifikan terhadap dividend payout ratio. Hal ini disebabkan karena pada penelitian tersebut  kepemilikan keluarga hanya menggunakan variabel dummy dan tidak dibedakan berdasarkan kepemilikan keluarga dengan kategori konglomerasi, afiliasi, atau mendekati batas minimum mayoritas dan dominasi

Tidak ada komentar: