Sabtu, 13 Maret 2021

Kebijakan Hutang Perusahaan (skripsi dan tesis)

 

 Hutang atau liabilitas adalah suatu kewajiban yang dimiliki perusahaan yang berasal dari dana eksternal melalui sumber pinjaman dari leasing, perbankan, penjualan obligasi dan sejenisnya (Irham, 2014:153). Setiap perusahan mempunyai hutang untuk aktivitas operasional dan peningkatan produktivitas perusahaan. Perusahaan yang melakukan kewajiban, apabila tidak dilaksanakaan secara tepat waktu kemungkinan perusahaan mendapatkan risiko  dalam usaha dan menerima sanksi dan akibat. Sanksi dan akibat bisa didapat perusahan seperti pemindahan aset perusahaan kepada kreditur karena perusahaan menggunakan asetnya sebagai jaminan dalam memperoleh pinjaman dari kreditur. Hutang dalam laporan keuangan dibagi menjadi dua yaitu hutang jangka pendek/laibilitas lancar dan hutang jangka panjang / liabilitas tidak lancar. Menurut Irham (2014:155) hutang jangka pendek digunakan untuk mendanai kebutuhan kegiatan operasional perusahaan yang tidak bisa ditunda dan yang harus dilunasi kurang dari satu tahun. Kategori umum yang termasuk hutang lancar seperti hutang dagang, hutang wesel, hutang pajak, hutang gaji, dan lain sebagainya. Hutang jangka panjang merupakan dana dari sumber hutang yang digunakan membiayai kebutuhan yang bersifat jangka panjang dan umur hutang lebih dari satu tahun (Irham, 2014:158). Beberapa contoh yang termasuk hutang jangka panjang yaitu hutang obligasi, wesel bayar, hutang perbankan dengan kategori jangka panjang dan lain sebagainya. Kebijakan hutang merupakan pengambilan keputusan yang dilakukan manajemen untuk memperoleh pendanaan dari luar perusahaan yang digunakan sebagai kegiatan operasional perusahaan. Hal ini bagian dari salah satu sumber struktur modal. Struktur modal perusahaan terdiri dari jumlah hutang jangka pendek (permanen), hutang jangka panjang, saham dan laba ditahan. Sumber modal perusahaan dapat dibagi menjadi dua yaitu dari sumber internal dan sumber eksternal. Sumber internal dananya berasal dari milik perusahaan sendiri berupa  laba yang tidak dibagikan atau laba ditahan. Sumber eksternal dapat berupa hutang dari pinjaman yang diberikan kreditur kepada perusahaan. Menurut Irham (2014:154) perusahaan dalam melakukan kebijakan hutang dapat dilihat dari dua sudut pandang perspektif manajemen perusahaan dan perspektif pemegang saham dengan penjelasan sebagai berikut: a. Perspektif manajemen perusahaan dalam pengambilan hutang ialah: 1. Hutang adalah sumber dana alternatif untuk pemberian solusi yang bersifat membangun karena manajemen harus memiliki sifat yang dinamis dan inovasi dalam memperoleh keuntungan. 2. Untuk menutupi kelemahan pada laporan keuangan dengan menaikkan keuntungan untuk menarik calon investor. 3. Untuk menurunkan keuntangan yang bertujuan memberikan dividen yang rendah pada penerima pemegang saham. 4. Untuk menghindari pembayaran pajak yang besar akibat dari pendapatan yang besar. b. Perspektif pemegang saham dalam pengambilan hutang ialah: 1. Bunga dari hutang adalah beban untuk mengurangi pajak sedangkan untuk dividen tidak 2. Sebagain besar hutang jumlah bunganya tetap, apabila bunga lebih kecil dibandingkan aset operasi bersih maka selisih pengembalian menjadi keuntungan investor ekuitas. Kebijakan hutang membuat perusahaan mampu memberikan motivasi manajer untuk bekerja secara kreatif dan inovatif. Apabila perusahaan tidak 28 mempunyai hutang membuat karyawan dan pimpinan dalam bekerja secara kreatif dan inovatif menjadi rendah. Rendahnya semangat dikarenakan tidak ada tanggung jawab dalam pembayaran angsuran hutangnya tiap periode yang ditentukan. Terjadinya suatu kebijakan hutang pada saat nilai investasi perusahan lebih tinggi dari inflasi. Hutang dapat menimbulkan kewajiban perusahaan yang harus dibayar di masa yang akan datang yang dapat menggadaikan aktiva sebagai jaminan perusahaan dari hasil transaksi lalu (Keyso et. al, 1995 dalam Revi dkk., 2015). Hal ini mengakibatkan manajemen harus mengambil keputusan yang tepat agar perusahaan tidak terjadi likuidasi. Perusahaan dapat mengambil keputusan yang tepat dengan menghitung rasio hutang. perhitungan rasio berguna untuk aktiva perusahaan dibiayai oleh hutang dengan menunjukkan tingkat keamanan mengenai hutang di Bank. Total hutang diperoleh dari posisi keuangan pada laporan keuangan akhir tahun yang telah diaudit. Adapun perhitungan kebijakan hutang dapat menggunakan rasio solvabilitas

Tidak ada komentar: