Selasa, 16 Maret 2021

Celebrity Endorser dan Non-celebrity Endorser (skripsi dan tesis)

 

 Salah satu cara untuk memaksimalkan suatu iklan atau promosi produk dapat ditempuh dengan menggunakan model iklan (endorser) yang tepat. Hal ini dikarenakan kepribadian dan daya tarik dari model iklan yang dipakai dapat mendukung niat beli konsumen untuk membeli produk yang diiklankan. Endorser juga diartikan sebagai orang yang terpilih untuk mewakili image sebuah produk. Endorser memegang peranan penting didalam transfer nilai-nilai dari iklan yang disiarkan. Seseorang yang sangat terkenal dapat digunakan untuk mengidentifiksi dan mengelompokkan segmen yang besar dari target audience. Daya tarik (attractiveness) dan   nama baik dari seorang selebriti dapat digunakan oleh pemasar untuk membentuk suatu citra yang positif terhadap produk. Shimp (2003) membagi endorser kedalam dua tipe yaitu celebrity endorser dan typical-person endorser. Selebriti adalah pribadi atau bintang film, penghibur atau atlet yang dikenal oleh masyarakat karena kemampuannya dalam bidang tertentu yang dapat mendukung produk tersebut untuk diiklankan (Shimp,2010). Selain selebriti, sering terlihat orang biasa atau model iklan non-selebrity yang belum terkenal membawakan iklan (typical-person endorser). Shimp (2010) mendifinisikan typical person endorser yaitu memanfaatkan beberapa orang bukan selebritis untuk menyampaikan pesan mengenai suatu produk. Pemilihan typical-person endorser dalam mendukung iklan biasanya digunakan untuk mendukung promosi testimonial untuk meraih kepercayaan konsumen. Typicalperson endorser dapat lebih dekat dengan konsumen dikarenakan orang-orang tersebut memiliki konsep aktual (actual self concept), nilai-nilai yang dianut, kepribadian, gaya hidup, karakter geografis yang sama (Shimp, 2003).

1 Daya Tarik (Attractiveness) Daya tarik (attractiveness) merupakan dimensi pertama dari kredibilitas celebrity endorser. Daya tarik (attractiveness) dapat meningkatkan evaluasi terhadap iklan, Beberapa penulis berpendapat bahwa daya tarik fisik selebriti adalah faktor prediktor efektivitas sebuah iklan (Till dan Busler, 1998). Daya tarik (attractiveness) juga dikembangkan dari  penelitian spikologi sosial (McCracken, 1989), yang berpendapat bahwa efektivitas pesan tergantung pada daya tarik fisik endorser. 

2 Kepercayaan (Trustworthines) Paradigma kepercayaan dalam komunikasi adalah tingkat kepercayaan pendengar, dan tingkat pesan yang diberikan oleh pembicara dapat diterima (Ahmed dan Wahid,2012). Ohanian (1990) menyatakan bahwa komunikator yang dapat dipercaya persuasif, entah ahli atau tidak. Kepercayaan dapat didefinisikan sebagai kejujuran, integritas dan kepercayaan yang dimiliki oleh endorser. 

3 Keahlian (Expertise) Keahlian (Expertise) adalah dimana endorser dianggap memiliki pengetahuan, pengalaman atau keterampilan yang memadai untuk mempromosikan produk. Keahlian (Expertise) diterima sebagai komponen pendukung yang paling penting agar sukses seperti yang ditujukkan Daneshvary dan Schwer (2000). Selebriti mungkin dianggap memiliki keahlian lebih dari juru biacara yang dibuat. Keahlian (Expertise) adalah sejauh mana seorang komunikator dipandang sebagai sumber penyataan yang benar (Erdogan, 1999)

Tidak ada komentar: