Jumat, 12 Maret 2021

Expected Return (Keuntungan yang diharapkan) (skripsi dan tesis)

Pemilihan investasi bagi para investor menggambarkan situasi di mana kompensasi atas resiko yang dihadapi selama berinvestasi dihadapkan pada keuntungan yang diharapkan investor di masa yang akan datang. Resiko dan return memiliki hubungan yang cukup erat dalam kaitannya di pasar modal. Dalam berinvestasi, selain memaksimalkan return investor juga harus dapat melihat resiko yang mungkin harus mereka hadapi. Menurut Tandelilin (2001), ada beberapa sumber resiko yang mempengaruhi besarnya resiko dalam pemilihan investasi, yaitu: 1. Resiko Suku Bunga Suku bunga dapat mempengaruhi perubahan harga saham yang selalu berfluktuasi. Hal ini perlu menjadi bagian penting bagi investor dalam berinvestasi saham. Apabila tingkat suku bunga naik maka potensi dari return akan menurun, begitu juga sebaliknya bila tingkat suku bunga turun makapotensi dari return akan mengalami peningkatan. 2. Resiko Pasar Pergerakan harga saham yang berfluktuasi sangat dipengaruhi oleh kondisipasarsuatu negara. Resiko pasar ini biasanya bersumber dari misalnya resesi ekonomi, perubahan kebijakan politik, ataupun kerusuhan berupa demonstrasi tenaga kerja, dll. 3. Resiko Inflasi Resiko inflasi dapat mempengaruhi pergerakan harga saham. Inflasi yang meningkat akan menurunkan minat investor dalam transaksi saham untuk menghindari resiko rugi. 4. Resiko Bisnis Fluktuasi harga saham dapat dipengaruhi dari bagaimana perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Oleh karena itu manajemen harus mampu untuk dapat melihat peluang dari suatu ruang lingkup bisnis perusahaan. 5. Resiko Finansial Faktor keuangan perusahaan merupakan resiko yang sangat penting dalam terjadinya perubahan harga saham di pasar modal. Investor melihat potensi keuntungan dari suatu saham perusahaan melalui laporan keuangan perusahaan tersebut. Dari laporan keuangan dapat dilihat bagaimana kemampuan perusahaan secara efektif dan efisien menggunakan modalnya dalam menjalankan perusahaan. 6. Resiko Likuiditas Resiko ini menyangkut sampai sejauh mana kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek dan pengeluaran yang tak terduga. Hal ini dapat menjadi resiko pembelian saham oleh investor. Semakin tinggi keyakinan investor terhadap kemampuan perusahaan untuk berkembang maka akan semakin meningkat pula harga saham perusahaan di pasar. 7. Resiko Nilai Tukar Mata Uang Fluktuasi nilai mata uang suatu negara dapat mempengaruhi pertumbuhan perusahaan terutama perusahaan yang produknya berhubungan dengan ekspor impor. Penurunan nilai mata uang suatu negara dapat berdampak negatif pada perusahaan karena utang yang dalam bentuk mata uang asing akan semakin meningkat. Sebagai contohnya tahun 1997 di mana di Indonesia mengalami krisis keuangan yang mengakibatkan penurunan nilai rupiah yang berdampak pada banyaknya perusahaan pailit akibat melonjaknya utang dari beberapa perusahaan tersebut. 8. Resiko Negara Resiko ini dapat dikaitkan dengan resiko politik karena memiliki kaitan dengan ruang lingkup politik suatu negara. Investor harus jeli melihat potensi saham yang akan naik karena suatu kebijakan politik yang diambil pemerintah dapat mendongkrak nilai saham.  Jadi kesimpulan yang diperoleh berdasarkan penjelasan berbagai resiko adalah setiap investor dalam menanamkan investasi harus dapat melihat resiko dari berbagai sudut pandang yang memungkinkan mempengaruhi nilai dari investasi tersebut

Tidak ada komentar: