Pemilihan investasi bagi para investor menggambarkan situasi di mana
kompensasi atas resiko yang dihadapi selama berinvestasi dihadapkan pada
keuntungan yang diharapkan investor di masa yang akan datang. Resiko dan
return memiliki hubungan yang cukup erat dalam kaitannya di pasar modal.
Dalam berinvestasi, selain memaksimalkan return investor juga harus dapat
melihat resiko yang mungkin harus mereka hadapi.
Menurut Tandelilin (2001), ada beberapa sumber resiko yang
mempengaruhi besarnya resiko dalam pemilihan investasi, yaitu: 1. Resiko Suku Bunga
Suku bunga dapat mempengaruhi perubahan harga saham yang selalu
berfluktuasi. Hal ini perlu menjadi bagian penting bagi investor dalam
berinvestasi saham. Apabila tingkat suku bunga naik maka potensi dari return
akan menurun, begitu juga sebaliknya bila tingkat suku bunga turun
makapotensi dari return akan mengalami peningkatan.
2. Resiko Pasar
Pergerakan harga saham yang berfluktuasi sangat dipengaruhi oleh
kondisipasarsuatu negara. Resiko pasar ini biasanya bersumber dari misalnya
resesi ekonomi, perubahan kebijakan politik, ataupun kerusuhan berupa
demonstrasi tenaga kerja, dll.
3. Resiko Inflasi
Resiko inflasi dapat mempengaruhi pergerakan harga saham. Inflasi yang
meningkat akan menurunkan minat investor dalam transaksi saham untuk
menghindari resiko rugi.
4. Resiko Bisnis
Fluktuasi harga saham dapat dipengaruhi dari bagaimana perusahaan dalam
menjalankan bisnisnya. Oleh karena itu manajemen harus mampu untuk dapat
melihat peluang dari suatu ruang lingkup bisnis perusahaan.
5. Resiko Finansial
Faktor keuangan perusahaan merupakan resiko yang sangat penting dalam
terjadinya perubahan harga saham di pasar modal. Investor melihat potensi keuntungan dari suatu saham perusahaan melalui laporan keuangan
perusahaan tersebut. Dari laporan keuangan dapat dilihat bagaimana
kemampuan perusahaan secara efektif dan efisien menggunakan modalnya
dalam menjalankan perusahaan.
6. Resiko Likuiditas
Resiko ini menyangkut sampai sejauh mana kemampuan perusahaan dalam
memenuhi kewajiban jangka pendek dan pengeluaran yang tak terduga. Hal
ini dapat menjadi resiko pembelian saham oleh investor. Semakin tinggi
keyakinan investor terhadap kemampuan perusahaan untuk berkembang maka
akan semakin meningkat pula harga saham perusahaan di pasar.
7. Resiko Nilai Tukar Mata Uang
Fluktuasi nilai mata uang suatu negara dapat mempengaruhi pertumbuhan
perusahaan terutama perusahaan yang produknya berhubungan dengan ekspor
impor. Penurunan nilai mata uang suatu negara dapat berdampak negatif pada
perusahaan karena utang yang dalam bentuk mata uang asing akan semakin
meningkat. Sebagai contohnya tahun 1997 di mana di Indonesia mengalami
krisis keuangan yang mengakibatkan penurunan nilai rupiah yang berdampak
pada banyaknya perusahaan pailit akibat melonjaknya utang dari beberapa
perusahaan tersebut.
8. Resiko Negara
Resiko ini dapat dikaitkan dengan resiko politik karena memiliki kaitan
dengan ruang lingkup politik suatu negara. Investor harus jeli melihat potensi
saham yang akan naik karena suatu kebijakan politik yang diambil
pemerintah dapat mendongkrak nilai saham. Jadi kesimpulan yang diperoleh berdasarkan penjelasan berbagai resiko
adalah setiap investor dalam menanamkan investasi harus dapat melihat resiko
dari berbagai sudut pandang yang memungkinkan mempengaruhi nilai dari
investasi tersebut
Tidak ada komentar:
Posting Komentar