Jumat, 26 Maret 2021

Bauran Pemasaran / Marketing Mix (skripsi dan tesis)


Untuk dapat memenuhi dan memuaskan kebutuhan maupun
keinginan pasar sasaran, maka perusahaan menerapkan bauran
pemasaran. Fungsi utamanya yaitu, terkait apa saja yang dapat
dilakukan untuk mempengaruhi permintaan konsumen. Djaslim,
Saladin (2007), mendefinisikan bauran pemasaran sebagai serangkaian
variabel pemasaran yang dapat dikuasai dan digunakan oleh
perusahaan untuk mencapai tujuannya. Sedangkan menurut Kotler dan
Amstrong (2012), bauran pemasaran ialah perangkat strategi
pemasaran terkait penentuan produk, harga, distribusi dan promosi
yang kemudian dikombinasikan untuk menghasilkan respon yang
diinginkan pasar sasaran.
Berdasarkan pengertian dari beberapa ahli diatas dapat
diuraikan, bahwa bauran pemasaran merupakan alat perusahaan untuk
mengejar tingkat penjualan yang diharapkan dan menciptakan
permintaan pasar sebagai tujuan pemasaran itu sendiri.
Unsur – unsur bauran pemasaran menurut (Kotler & Keller,
2010) terdiri atas produk (product), harga (price), distribusi (place)
dan promosi (promotion) atau lebih dikenal dengan sebutan 4P.
Adapun untuk jasa terdapat beberapa tambahan yaitu people, proses,
dan physical evidence atau disebut 7P. Akan tetapi, konsep ini nantinya
tetap disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan perusahaan pelaksana.
1. Produk / Product
Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan
kepada pembeli, guna memenuhi kebutuhan dan keinginan.
Sedangkan entitas produk yang dapat dipasarkan yaitu berupa
barang, jasa, acara, pengalaman, informasi, orang, tempat, properti
dan organisasi (Kotler & Keller, 2008). Sehingga dari definisi
tersebut dapat kita pahami bahwa, produk merupakan segala
sesuatu yang bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan atau
keinginan konsumen serta mencakup baik itu benda berwujud
maupun tak berwujud.
Salah satu cara perusahaan dalam memenangkan persaingan
usaha adalah melalui atribut produk. Dijelaskan sebelumnya bahwa
atribut produk terdiri dari dua jenis yaitu tangible yang meliputi
harga, kemasan, kualitas, desain produk, label dan warna.
Sedangkan satunya intangible, merupakan atribut produk tak
berwujud seperti nama baik dan popularitas perusahaan penghasil
produk. Menurut Kotler dan Amstrong (2012), atribut produk
meliputi beberapa hal, yaitu sebagai berikut :
1. Merek
Merek adalah nama, simbol, tanda, istilah, logo, rancangan
atau kombinasi dari semuanya, agar suatu barang atau jasa
dapat teridentifikasi serta berbeda dengan merek pesaing.
2. Kemasan
Kemasan (packaging) yaitu aktivitas merancang wadah atau
pembungkus suatu produk. Menyimpan dan melindungi
produk merupakan fungsi utamanya. Tak hanya itu, kemasan
inovatif bisa memberikan manfaat kepada perusahaan melebihi
pesaing dan mendorong penjualan.
3. Kualitas Produk
Kualitas produk adalah salah satu sarana positioning utama
untuk pemasar. Dampaknya yang langsung pada kinerja
produk, tentu berhubungan erat dengan nilai dan kepuasan
pelanggan.
4. Fitur Produk
Sebuah produk dapat ditawarkan dalam beragam fitur dan
model selain bentuk dasar. Fitur adalah sarana kompetitif
dalam mendiferensiasikan produk dari pesaing. Suatu
kesuksesan bagi perusahaan, apabila menjadi produsen
pertama yang memperkenalkan fitur baru yang bernilai.
5. Gaya dan Desain Produk
Rancangan produk sangat membantu dalam perbaikan kinerja,
mengurangi biaya dan menambah keunggulan bersaing. Fungsi
desain produk bukan sekedar persoalan penampilan, karena
konsepnya lebih luas dari sekedar gaya.
6. Label
Label adalah penanda sederhana hingga rangkaian yang rumit
dan menjadi bagian kemasan. Kemudian adanya label juga
memberikan informasi terkait siapa pembuatnya, dimana
membuatnya, kandungannya apa, cara pemakaiannya
bagaimana serta kapan produk itu dibuat.
7. Pelayanan Pendukung Produk
Elemen strategi lainnya yang tak kalah penting, yaitu
pelayanan pelanggan. Penawaran yang diberikan perusahaan
kepada konsumen biasannya meliputi pelayanan pendukung
yang bisa menjadi bagian kecil atau bagian terbesar dari
seluruh penawaran
Kemudian produk dapat dikategorikan menjadi tiga macam,
berikut pemaparannya :
1) Berdasarkan ketahanan terdiri atas barang tidak tahan lama
(nondurable goods), barang tahan lama (durable goods), dan
jasa (services).
2) Berdasarkan klasifikasi barang konsumen terdiri atas barang
sehari-hari (convenience goods), barang belanja (shopping
goods), barang khusus (specialty goods), dan barang tak
dicari (unsought goods).
3) Berdasarkan klasifikasi barang industri terdiri atas barang
dan suku cadang (materials and parts), barang modal
(capital items), layanan bisnis dan pasokan (supplies and
business services).
2. Harga / Price
Salah satu unsur yang sering dijadikan strategi perusahaan
dalam pemasaran produk yaitu harga. Menurut Kotler (2008),
harga merupakan sejumlah nilai yang harus dibayarkan oleh
konsumen atas kepemilikan, penggunaan dan pemakaian produk.
Sedangkan menurut Tjiptono (2005) harga adalah satuan moneter
atau ukuran lainnya yang ditukarkan demi memperoleh hak guna
atau kepemilikan atas suatu produk.
Berdasarkan definisi diatas dapat dijelaskan, bahwa, harga
ialah nilai yang ditetapkan oleh produsen atas suatu produk.
Penentuan harga yang sesuai, berdampak pada keberlangsungan
produk itu sendiri maupun perusahaan serta citra kualitas produk
dimata konsumen.
3. Tempat / Place
Faktor penting dalam pengembangan sebuah usaha adalah
letak atau lokasi. Tempat yang dimaksud dalam bauran pemasaran
disini adalah terkait dengan pola distribusi. Kotler (2008)
menyebutkan bahwa lokasi yang dimaksud dalam bauran
pemasaran ialah segala kegiatan yang dilakukan perusahaan agar
produknya mudah diperoleh oleh pasar sasaran.
Penentuan lokasi dan pemilihan saluran distribusi tidaklah
mudah. Dibutuhkan pertimbangan matang perihal kondisi geografi,
ekonomi, politik, budaya dan social. Tak jarang produsen memilih
menggunakan jasa perusahaan yang bergerak khusus dibidang
distribusi. Tujuannya agar tidak terjadi keterlambatan ataupun
buruknya lagi tidak tersedianya produk.
4. Promosi / Promotion
Promosi merupakan alat bantu perusahaan dalam
mempengaruhi keputusan pembelian. Menurut Tjiptono (2001),
promosi adalah suatu aktifitas pemasaran yang bermaksud
menginformasikan, mempengaruhi, membujuk dan mengingatkan
pasar sasaran untuk menerima, membeli serta loyal terhadap
produk yang ditawarkan perusahaan bersangkutan. Sedangkan
menurut Kotler (2008), promosi ialah berbagai macam cara yang
ditempuh perusahaan atau pengkomunikasian yang dilakukan
dalam rangka menjual produk ke konsumen.
Berdasarkan pendapat ahli diatas, bisa dijelaskan bahwa
promosi merupakan kegiatan mengkomunikasikan informasi dari
penjual ataupun melalui pihak lain kepada pembeli guna
mempengaruhi sikap dan perilaku hingga terwujudnya pembelian.
Tujuan promosi menurut Simamora (2001), diantaranya
menyajikan informasi, merangsang permintaan, membedakan
produk perusahaan dengan produk pesaing, mengingatkan para
pelanggan, menghadang persaingan promosi, menjawab berita
negative serta memuluskan fluktuasi permintaan

Tidak ada komentar: