Merupakan arus kas yang memuat kegiatan perusahaan dalam usahanya
untuk memperoleh penjaman dari investor maupun kreditor. Arus kas atas
aktivitas pendanaan berguna bagi investor untuk memprediksi arus kas masa
depan. Contoh aktivitas pendanaan misalnya mengeluarkan wessel bayar,
mengeluarkan saham ke masyarakat, pembayaran dividen kepada investor, dll.
Menurut Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.2, yang mencakup
arus kas pendanaan adalah :
1. Perusahaan yang memperoleh penerimaan kas yang bersumber dari
penerbitan saham oleh perusahaan, penerbitan wessel, obligasi, pinjaman
jangka pendek, pinjaman jangka panjang, dan hipotek.
2. Perusahaan memperoleh pengeluaran kas yang bersumber dari transaksi
yang berupa pembayaran secara kas terhadap pemilik saham untuk
menarik atau menebus kembali saham perusahaan, pelunasan pinjaman
dari utang jangka pendek, dan pembayaran sewa untuk mengurangi utang.
Menurut Ikhsan dan Suprasto (2008), jika arus kas masuk lebih besar
daripada arus kas keluar, maka arus kas bersih yang tersedia dari aktivitas
pendanaan dilaporkan. Jika arus kas masuk lebih kecil daripada arus kas keluar
maka arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan dilaporkan.
Arus kas yang terjadi dari transaksi dalam mata uang asing harus dicatat
dalam mata uang pelaporan suatu perusahaan dengan mencatat ke dalam mata
uang asing sebesar nilai tukar antara mata uang pelaporan dan mata uang asing
pada tanggal pelaporan. Tingkat yang mendekati kurs dapat digunakan jika
hasilnya secara substansial sama akan timbul jika harga pada tanggal arus kas
yang digunakan. Pengaruh perubahan kurs terhadap kas dan setara kas yang
dimuat dalam mata uang asing harus dilaporkan sebagai bagian terpisah dari
rekonsiliasi perubahan dalam kas dan setara kas selama periode tersebut.
Menurut PSAK No.2, laporan arus kas menggambarkan perubahan
historis dalam kas dan setara kas yang diklasifikasikan atas aktivitas operasi,
investasi, dan pendanaan selama satu periode. Selanjutnya, memberikan informasi
yang memungkinkan para pengguna untuk mengevaluasi perubahan dalam asset bersih entitas, struktur keuangan (likuiditas dan solvabilitas) dan kemampuan
mempengaruhi jumlah serta waktu arus kas dalam rangka penyesuaian terhadap
keadaan dan peluang yang berubah.
Menurut Kieso dan Weygrandt (2007), tujuan utama laporan arus kas
adalah menyediakan informasi yang relevan mengenai penerimaan dan
pembayaran kas sebuah perusahaan selama suatu periode. Untuk tujuan ini,
laporan arus kas melaporkan (1) kas yang mempengaruhi operasi selama suatu
periode, (2) transaksi investasi, (3) transaksi pembiayaan, dan (4) kenaikan atau
penurunan bersih kas selama satu periode. Informasi pembuatan laporan arus kas
biasanya berasal dari (1) neraca komparatif, (2) laporan laba rugi periode berjalan,
dan (3) data transaksi terpilih.
Stice et al (2004) berpendapat bahwa laporan arus kas (statement of cash
flow) menjelaskan perubahan pada kas atau setara kas (cash equivalent) dalam
periode tertentu. Setara kas merupakan investasi jangka pendek yang amat likuid
yang bisa segera ditukar dengan kas. Untuk dapat dikatakan setara kas, suatu
unsur haruslah : (1) dapat segera ditukar dengan kas ketika diperlukan, (2) sangat
dekat dengan masa jatuh temponya sehingga kecil resiko terjadinya perubahan
nilai akibat perubahan tingkat suku bunga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar