Jumat, 12 Maret 2021

Arus kas pendanaan (skripsi dan tesis)

Merupakan arus kas yang memuat kegiatan perusahaan dalam usahanya untuk memperoleh penjaman dari investor maupun kreditor. Arus kas atas aktivitas pendanaan berguna bagi investor untuk memprediksi arus kas masa depan. Contoh aktivitas pendanaan misalnya mengeluarkan wessel bayar, mengeluarkan saham ke masyarakat, pembayaran dividen kepada investor, dll. Menurut Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.2, yang mencakup arus kas pendanaan adalah : 
 1. Perusahaan yang memperoleh penerimaan kas yang bersumber dari penerbitan saham oleh perusahaan, penerbitan wessel, obligasi, pinjaman jangka pendek, pinjaman jangka panjang, dan hipotek. 2. Perusahaan memperoleh pengeluaran kas yang bersumber dari transaksi yang berupa pembayaran secara kas terhadap pemilik saham untuk menarik atau menebus kembali saham perusahaan, pelunasan pinjaman dari utang jangka pendek, dan pembayaran sewa untuk mengurangi utang. Menurut Ikhsan dan Suprasto (2008), jika arus kas masuk lebih besar daripada arus kas keluar, maka arus kas bersih yang tersedia dari aktivitas pendanaan dilaporkan. Jika arus kas masuk lebih kecil daripada arus kas keluar maka arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan dilaporkan. Arus kas yang terjadi dari transaksi dalam mata uang asing harus dicatat dalam mata uang pelaporan suatu perusahaan dengan mencatat ke dalam mata uang asing sebesar nilai tukar antara mata uang pelaporan dan mata uang asing pada tanggal pelaporan. Tingkat yang mendekati kurs dapat digunakan jika hasilnya secara substansial sama akan timbul jika harga pada tanggal arus kas yang digunakan. Pengaruh perubahan kurs terhadap kas dan setara kas yang dimuat dalam mata uang asing harus dilaporkan sebagai bagian terpisah dari rekonsiliasi perubahan dalam kas dan setara kas selama periode tersebut. Menurut PSAK No.2, laporan arus kas menggambarkan perubahan historis dalam kas dan setara kas yang diklasifikasikan atas aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan selama satu periode. Selanjutnya, memberikan informasi yang memungkinkan para pengguna untuk mengevaluasi perubahan dalam asset  bersih entitas, struktur keuangan (likuiditas dan solvabilitas) dan kemampuan mempengaruhi jumlah serta waktu arus kas dalam rangka penyesuaian terhadap keadaan dan peluang yang berubah. Menurut Kieso dan Weygrandt (2007), tujuan utama laporan arus kas adalah menyediakan informasi yang relevan mengenai penerimaan dan pembayaran kas sebuah perusahaan selama suatu periode. Untuk tujuan ini, laporan arus kas melaporkan (1) kas yang mempengaruhi operasi selama suatu periode, (2) transaksi investasi, (3) transaksi pembiayaan, dan (4) kenaikan atau penurunan bersih kas selama satu periode. Informasi pembuatan laporan arus kas biasanya berasal dari (1) neraca komparatif, (2) laporan laba rugi periode berjalan, dan (3) data transaksi terpilih. Stice et al (2004) berpendapat bahwa laporan arus kas (statement of cash flow) menjelaskan perubahan pada kas atau setara kas (cash equivalent) dalam periode tertentu. Setara kas merupakan investasi jangka pendek yang amat likuid yang bisa segera ditukar dengan kas. Untuk dapat dikatakan setara kas, suatu unsur haruslah : (1) dapat segera ditukar dengan kas ketika diperlukan, (2) sangat dekat dengan masa jatuh temponya sehingga kecil resiko terjadinya perubahan nilai akibat perubahan tingkat suku bunga

Tidak ada komentar: