Selasa, 16 Maret 2021

Jenis-Jenis Keputusan Pembelian (skripsi dan tesis)


Keputusan pembelian merupakan proses yang tidak bisa dilepaskan dari
sifat-sifat keterlibatan konsumen dengan produk. Tingkat keterlibatan konsumen
dalam suatu pembelian dipengaruhi oleh kepentingan personal yang dirasakan dan
ditimbulkan oleh stimulus. Oleh karena itu, ada konsumen yang mempunyai
keterlibatan tinggi dalam pembelian suatu produk dan ada juga yang mempunyai
keterlibatan yang rendah atas pembelian suatu produk. Pembuatan keputusan yang
dilakukan oleh konsumen berbeda-beda sesuai dengan jenis keputusan pembelian.
Semakin kompleks keputusan untuk membeli sesuatu, kemungkinan akan lebih
banyak melibatkan pertimbangan pembeli. Kotler dan Armstrong yang
diterjemahkan oleh Bob Sabran (2012:208) membedakan perilaku pembelian
berdasarkan derajat keterlibatan konsumen dalam membeli dan derajat perbedaan
diantara beberapa merek a. Significant Differences Between Brands
Konsumen memandang perbedaan yang signifikan diantara berbagai
merek.
b. Few Differences Between Brands
Konsumen hanya melihat sedikit perbedaan dalam merek-merek dan tidak
adanya perbedaan merek yang signifikan.
c. Complex Buying Behavior
Konsumen terlibat dalam perilaku pembelian yang rumit di saat mereka
sangat terlibat dalam sebuah pembelian dan menyadari adanya yang
signifikan diantara berbagai merek. Hal ini biasanya merupakan khusus
saat produk yang bersangkutan mahal, jarang dibeli, beresiko dan sangat
mengekspresikan pribadi.
 d. Dissonance Reducing Buying Behavior
Konsumen sangat terlibat dalam sebuah pembelian namun melihat sedikit
perbedaan dalam merek-merek. Keterlibatan yang tinggi didasari oleh
fakta bahwa pembelian tersebut mahal, jarang dilakukan dan berisiko.
e. Habitual Buying Behavior
Banyak produk dibeli dalam kondisi rendahnya keterlibatan konsumen dan
tidak adanya perbedaan yang signifikan. Konsumen memiliki sedikit
keterlibatan dalam jenis produk ini.
f. Variety Seeking Buying Behavior
Beberapa situasi pembeli ditandai oleh keterlibatan konsumen yang rendah
namun perbedaan merek yang signifikan, dalam situasi ini, konsumen
sering melakukan perpindahan merek.
Lima macam peranan yang dapat dilakukan seseorang dalam melakukan
keputusan menurut Fandy Tjiptono (2011:69). Kelima peranan tersebut meliputi:
1. Initiator (Pemrakarsa)
Adalah orang yang pertama kali menyadari adanya keinginan atau
kebutuhan yang belum terpenuhi dan mengusulkan ide tersebut untuk
membeli suatu barang atau jasa tertentu.
2. Influencer (Pemberi Pengaruh)
Adalah orang yang pandangan, nasehat atau pendapat-pendapatnya
mempengaruhi keputusan pembelian.
 3. Decider (Pengambil Keputusan)
Adalah orang yang menentukan keputusan pembelian, maksudnya adalah
orang yang memutuskan apakah jadi membeli, apa yang akan dibeli,
bagaimana cara membeli, dan dimana akan membelinya.
4. Buyer (Pembeli)
Adalah orang yang melakukan pembelian aktual.
5. User (Pemakai)
Adalah orang yang menggunakan atau mengkonsumsi barang atau jasa
yang dibeli.

Tidak ada komentar: