Selasa, 16 Maret 2021

Indikator Periklanan (skripsi dan tesis)


Periklanan dapat berjalan dengan lancar secara efektif dalam meningkatkan hasil penjualan maka diperlukan suatu perencanaan yang matang sebelum periklanan tersebut dilaksanakan. Menurut Kotler dan Keller yang diterjemahkan oleh Benyamin Molan (2012:202) ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam membuat rencana kegiatan periklanan yang dikenal sebagai 5M yaitu: 1. Misi (Mission) Tujuan periklanan harus berdasarkan pada keputusan sebelum mengenal pasar sasaran, penentuan posisi pasar dan bauran pemasaran. Menurut Basu Swasatha dan Ibnu Sakutjo mengemukakan tujuan periklanan sebagai berikut: a) Mendukung program personal selling dan kegiatan promosi yang lain. b) Mencapai orang-orang yang tidak dapat dicapai oleh salesman dalam jangka waktu tertentu. c) Mengadakan hubungan dengan para penyalur. d) Memasuki daerah pemasaran baru atau menarik pelanggan baru. 

 2. Menetapkan Anggaran Periklanan (Money) a) Tahap Dalam Siklus Hidup Produk Produk baru umumnya mendapat anggaran iklan yang besar guna membangun kesadaran dan membuat pelanggan mencoba produk tersebut. Merek yang sudah mapan biasanya didukung oleh anggaran periklanan yang lebih rendah sebagai rasio terhadap penjualannya. b) Pangsa Pasar dan Basis Konsumen Merek dengan pangsa pasar yang tinggi biasanya membutuhkan lebih sedikit biaya iklan sebagai persentase terhadap penjualan, guna mempertahankan pangsa pasarnya untuk memperbesar pangsa pasar yang berguna untuk meningkatkan ukuran pasar memerlukan pengeluaran periklanan lebih besar. c) Persaingan dan Gangguan Dalam pasar dengan banyak pesaing dan pengeluaran iklan yang tinggi, suatu merek harus diiklankan secara besar-besaran agar terdengar ditengah-tengah kegaduhan pasar. d) Frekuensi Periklanan Jumlah pengulangan yang diperlukan untuk menyampaikan pesan kepada konsumen juga sangat menentukan anggaran periklanan. e) Kemungkinan Substitusi Produk Merek-merek dalam satu kelas komoditas memerlukan iklan besarbesaran untuk membangun citra yang berbeda. 

 3. Menetapkan Pesan Yang Akan Disampaikan (Message) Idealnya suatu pesan harus mendapat perhatian, menarik, membangkitkan keinginan dan menghasilkan tindakan. Ada lima masalah dalam menyusun pesan yaitu: a) Isi pesan, dimana komunikator harus memperhitungkan apa yang harus disampaikan kepada khalayak sasaran agar mendapat tanggapan yang diinginkan. b) Format pesan, yaitu format yang berisikan pokok berita, kalimatkalimat, ilustrasi dan warnanya. c) Sumber pesan, dimana pesan-pesan yang akan disampaikan lebih persuasif sifatnya dan dapat dierpcaya. d) Perencanaan pesan, yaitu menciptakan beberapa alternatif pesan dan memilih yang terbaik. e) Evaluasi dan seleksi pesan, yaitu mengevaluasi dan menyeleksi kualitas daya tarik pesan yang menyehatkan dalam hal ini harus diperhatikan tentang tema dan daya tarik pesan.

 4. Menetapkan Media yang harus digunakan (Media) a) Menentukan jangkauan, frekuensi, dan dampak iklan. Pada dasarnya pemilihan media adalah mencari cara dengan biaya yang paling efektif untuk menyampaikan sejumlah pemberitahuan yang dikehendaki kepada pasar sasaran.  b) Memilih antara jenis-jenis media, perencanaan media menjatuhkan pilihannya untuk memakai media tertentu berdasarkan beberapa variabel seperti radio dan televisi. c) Memilih warna media khusus yang mengeluarkan biaya paling efektif. d) Menentukan saat pemakaian media, yaitu melakukan penjadwalan makro dan penjadwalan mikro. Penjadwalan makro yaitu mencakup penjadwalan iklan yang sesuai dengan musim dan siklus bisnis. Sedangkan penjadwalan mikro yaitu mencakup pengalokasian biaya iklan kedalam periode tertentu. 

5. Evaluasi Periklanan (Measurenment) Ada dua cara yang dilakukan guna mengukur iklan terhadap penjualan yaitu membandingkan penjualan dimasa lampau dengan pengeluaran periklanan dimasa lampau dan melakukan eksperimen

Tidak ada komentar: