Laba kotor menggambarkan nilai penjualan yang dihasilkan perusahaan
setelah dikurangi biaya pokok produksi (cost of goods sold) selama satu periode.
Laba kotor memiliki manfaat yang cukup penting bagi investor menganalisis
laporan keuangan dalam menentukan keputusan investasi. Biaya pokok produksi
diperoleh dari biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk kepentingan
aktivitas produksi perusahaan selama satu periode tertentu.
Rumus yang digunakan:
Laba Kotor = Penjualan – Harga Pokok Penjualan
Investor dapat mengetahui seberapa besar efisiensi manajemen
perusahaan dalam menggunakan tenaga kerja dan persediaan dalam proses
industri perusahaan. Dalam meningkatkan pendapatannya, perusahaan biasanya
melakukan strategi penjualan yang lebih efektif dan efisien. Misalnya perusahaan
membeli aset yang murah dan menjualnya dengan harga yang cukup mahal.
Strategi ini dapat mendongkrak pendapatan perusahaan sehingga memicu
kenaikan laba perusahaan.
Daniati dan Suhairi (2006), dalam penelitiannya menyatakan bahwa laba
kotor memiliki hubungan yang searah dengan expected return saham, dimana
setiap kenaikan Rp.1,- laba kotor juga akan menyebabkan kanaikan pada expected
return saham sebesar nilai koefisiennya.
Corstjens dan Doyle (2008), dalam penelitiannya menyatakan bahwa
pendekatan umum mengabaikan elastisitas silang dan hanya mempertimbangkan
efek utama mengarah ke suboptimisasi utama dalam alokasi prosedur. Demikian
pula, mengalokasikan ruang atas dasar rata-rata penjualan atau marjin laba kotor,
sementara pengoperasian yang sederhana, mengabaikan elemen kunci dalam
hubungan antara ruang pajang dan profitabilitas kelompok.
Zachariah (2006), mengemukakan bahwa mekanisme profitabilitas yang
mendorong perusahaan untuk berpindah dari rendah ke sektor industri kembali
tinggi cenderung beroperasi pada skala waktu lebih lama dari kendala yang lebih
mendesak yang dikenakan oleh kebutuhan untuk membayar upah-tagihan dan
dengan kondisi teknis diwakili oleh matriks produksi. Mengurangi skala produksi
di satu sektor sementara membangun stok modal di negara lain adalah dengan
sifat proses yang relatif lambat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar