Pengalaman merek telah menarik perhatian dalam praktek pemasaran sekarang
ini. Praktisi-praktisi pemasaran harus menyadari bahwa dengan memahami apa
sebenarnya pesan pengalaman merek, akan sangat membantu para pemasar untuk
mengembangkan strategi pemasaran. Menurut Brakus, Schmitt dan Zarantonello
(2009) Pengalaman merek didefinisikan sebagai sensasi, perasaan kognisi dan
tanggapan konsumen yang ditimbulkan oleh merek, terkait rangsangan yang di
timbulkan oleh desain merek, identitas merek, komunikasi pemasaran orang dan
lingkungan merek tersebut dipasarkan. Untuk dapat mendefinisikan lebih jauh
mengenai pengalaman merek Brakus, Schmitt dan Zarantello (2009), memulai
penelitian dengan melihat sudut pandang konsumen dengan menguji pengalaman- pengalaman konsumen itu sendiri dan bagaiman pengalaman itu menghasilkan
pendapat sikap, dan aspek lainnya dari perilaku konsumen, pengalaman dimulai
pada saat konsumen mencari produk, membeli, menerima, pelayanan dan
mengkonsumsi produk. Pengalaman merek dapat dirasakan langsung saat
konsumen mengkonsumsi dan membeli produk. Pengalaman merek dapat
27
dirasakan secara tidak langsung saat konsumen melihat iklan atau juga saat
pemasar mengkonsumsi produk melalui website. Pengalaman pada suatu merek
menjadi salah satu sumber bagi konsumen untuk Menciptakan rasa kepercayaan
pada suatu merek maupun untuk mencoba merek yang lainnya, hal ini sejalan
dengan teori yang dikemukakan oleh Gobe Marc (2003 :99) pengalaman merek
adalah mengenai interaksi mental langsung dengan merek, merek dapat
meningkatkan dan mengekspresikan karakter kuat emosional dengan cara yang
positif. Dengan menawarkan produk yang luar biasa yang bisa menjadi
pengalaman merek yang tak terlupakan.
Konsumen akan melakukan penilaian pada suatu merek tertentu
setelah merasakan pengalaman terhadap merek tersebut. Pengalaman konsumsi
merupakan sumber terpenting terciptanya kepercayaan merek karena melalui
pengalaman terjadi proses pembelajaran yang memungkinkan terbangunnya
asosiasi, pemikiran dan pengambilan kesimpulan yang lebih relevan dengan
pribadi konsumen atau individu Erna (2008:150)
Dari dua teori diatas bisa disimpulkan bahwa pengalaman merek
berpengaruh pada kepercayaan konsumen terhadap suatu merek sehingga dapat
menjadi faktor penentu saat melakukan pembelian ulang maupun pembelian awal
bagi calon konsumen. Selain pengalaman dapat berdampak pada dunia marketing,
pengalaman sendiri juga sering sekali menjadi acuan masayarakat luas dalam
membentuk kepribadian mereka dari waktu ke waktu. Baik mengembangkan
kepribadian mereka maupun menciptakan kepribadian baru yang terus beradaptasi
dengan lingkungan sekitar mereka. Pengalaman dianggap penting oleh banyak perusahaan yang memiliki merek premium, karena dari pengalaman mereka dapat
menuju dunia global dalam mengenalkan produk mereka. Permasalahan belum
begitu disadari oleh banyak perusahaan,saat ini perusahaan masih berlomba -
lomba menciptakan citra mereka saja tanpa melihat bagaimana konsumen pasar
luas terhadap produk mereka. Perusahaan memerlukan studi yang mendalam dan
mengaplikasikannya dalam dunia lapangan marketing untuk membangkitkan
pengalaman yang dirasa baik bagi konsumen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar