Kepercayaan merupakan suatu bentuk sikap yang menunjukan perasaan suka dan
tetap bertahan untuk menggunakan suatu produk. Pada dasarnya kepercayaan
akan timbul apabila produk yang dibeli oleh seorang konsumen mampu
memberikan manfaat atau nilai yang diinginkan konsumen pada suatu produk.
Menurut Lau dan Lee dalam Tjahyadi (2006 : 71) kepercayaan pelanggan pada
merek (brand trust) di definisikan sebagai keinginan pelanggan untuk bersandar
24
pada sebuah merek dengan resiko yang dihadapi karena ekspetasi terhadap merek
itu akan menyebabkan hasil yang positif. Dalam hubungan kepercayaan dan
merek, entisitas yang dipercaya adalah bukan orang tapi sebuah symbol. Karena
itu, loyalitas pada merek melibatkan kepercayaan pada merek. Untuk menciptakan
loyalitas dalam pasar saat ini pemasar harus memfokuskan pada pembentukan dan
pemliharaan kepercayaan dalam Consumer Brand Relationship. Lau dan Lee dalam jurnal Tjahyadi (2006 : 71). Lau dan Lee juga
menjelaskan bahwa kepercayaan merek akan menimbulkan loyalitas pada merek.
Sementara itu, Kepercayaan merek terbangun karena adanya harapan bahwa pihak
lain akan bertindak sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Ketika
seseorang telah mempercayai pihak lain maka mereka yakin bahwa harapan akan
terpenuhi dan tak akan ada lagi kekecawaan. Sedangkan Tjahyadi (2006)
menyatakan bahwa kepercayaan terhadap merek adalah kemauan konsumen
mempercayai merek dengan segala resikonya karena adanya harapan yang
dijanjikan oleh merek dalam memberikan hasil yang positif bagi konsumen.
Kepercayaan merek adalah harapan akan kehandalan dan intense baik
merek Delgado (2004) dalam Ferrinadewi (2008 : 150). Sedangkan menurut
Luarn dan Lin, (2003) dalam Ferrinadewi (2008 : 147), kepercayaan adalah
sejumlah keyakinan spesifik terhadap integritas ( kejujuran pihak yang dipercaya
dan kemampuan menepati janji), benevolence (perhatian dan motivasi yang
dipercaya untuk bertindak sesuai dengan kepentingan yang mempercayai mereka),
competency ( kemampuan yang dipercaya untuk melaksanakan kebutuhan yang
mempercayai ) dan predictability ( konsistensi perilaku pihak yang dipercaya)
Kepercayaan merek (brand trust) memiliki peran penting bagi merek. Apabila
efek dari kepercayaan merek ini tidak diperhatikan dapat mengakibatkan
pertimbangan dalam mengembangkan loyalitas konsumen terhadap produk
Dimensi dari kepercayaan merek menurut Nuruni dan Kustini, (2011) adalah:
1. Kebenaran (Validity) yaitu, persepsi bahwa merek mampu memenuhi
kebutuhan konsumen. 2. Perbedaan (Disparity) yaitu, rasa percaya bahwa konsumen aman
menggunakan produk.
Kepercayaan merek merupakan salah satu factor utama yang
mempengaruhi loyalitas merek Gecti & Zengin (2013,112). Kepercayaan merek
berfluktuasi dengan waktu dan akumulasi dari pengalaman pelanggan dalam
proses pembentukan loyalitas merek Haijun (2014, 1801). Masih dari Haijun
(2014,1801) meningkatnya waktu dan pengalaman akan membuat sikap dan
penilaian pelanggan lebih stabil terhadap suatu merek.
Pelanggan cenderung akan lebih tegas dalam memilih kembali merek
yang sama dengan waktu dan pengalaman yang meningkat dan lebih loyal kepada
merek tersebut. Ketika perusahaan berhasil membuat konsumen percaya akan
mereknya, selain dapat mendorong terjadinya loyalitas kepercayaan merek juga
dapat memperkuat hubungan dengan pelanggan.
Kepercayaan merupakan komponen penting dalam membangun
hubungan yang efektif dengan pelanggan Yannopoulou et al, (2011,532). Hurley
(2012,14). Kepercayaan adalah tingkat keyakinan terhadap pihak lain yang dapat
diandalkan untuk memenuhi komitmen Hurley (2012,1). Maka dari itu
26
kepercayaan merek dapat didefinisikan sebagai kesediaan dari rata-rata konsumen
agar mengandalkan kemampuan merek untuk melakukan fungsinya Chaudhuri &
Holbrook (2001,82). Maka dari itu, kepercayaan merupakan factor yang lebih
kuat dibandingkan kepuasaan dalam membina hubungan antara perusahaan dan
pelanggan Baran, Galka, & Strunk (2008, 332). Dengan demikian perusahaan
harus membangun kepercayaan merek agar dapat menjalin hubungan dengan
pelanggan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar