Teks
merupakan sejumlah unit simbol kebahasaan yang digunakan untuk mewujudkan
realitas pengalaman dan logika (ideasional), realitas sosial (interpersonal),
dan sekaligus realitas tekstual/ semiotik (simbol) (Kemendikbud 2013:77). Teks
merupakan realisasi wacana karena teks berada pada tataran parole yang berupa
realisasi atau perwujudan bahasa (Dijk dan Hoed dalam Hartono 2019:11). Oleh
karena itu, dapat disimpulkan bahwa teks adalah realisasi wacana yang berupa
sejumlah unit simbol kebahasaan yang digunakan untuk mewujudkan ideasional,
interpersonal, dan semiotik.Jenis tulisan terdapat banyak ragamnya. Salah satu
pembagian tulisan adalah pembagian berdasarkan bentuk. Tulisan berdasarkan
bentuk menurut Weaver dalam Tarigan (2008:27) adalah eksposisi, deskripsi,
narasi, dan argumentasi.
Keterampilan
menyusun teks deskripsi adalah salah satu kompetensi yang harus dicapai dalam
Kurikulum 2013. Kompetensi dasar tersebut terdapat dalam kompetensi dasar pada
kelas VII, yaitu kompetensi dasar 4.2. yang berisi menyusun teks hasil
observasi, tanggapan deskriptif, eksposisi, eksplanasi, dan cerita pendek
sesuai dengan karakteristik teks yang akan dibuat baik secara lisan maupun
tulisan. Berdasarkan kompetensi dasar tersebut, keterampilan menyusun teks
dapat dibagi menjadi dua, yaitu keterampilan menyusun teks secara lisan
berkaitan dengan berbicara dan keterampilan menyusun teks secara tertulis
berkaitan dengan menulis. Penelitian ini berfokus pada keterampilan menyusun
teks deskripsi yang berkaitan dengan keterampilan menulis.
Keterampilan
menyusun teks deskripsi secara tertulis adalah keterampilan untuk membuat
tulisan yang berhubungan dengan suatu objek yang berbentuk deskripsi. Menurut
Finoza dalam Nurudin (2010:60) teks deskripsi merupakan bentuk tulisan yang
bertujuan memperluas pengetahuan dan pengalaman pembaca dengan jalan melukiskan
hakikat objek yang sebenarnya. Teks deskripsi digunakan untuk mendeskripsikan
tempat, orang, atau, objek tertentu. Hal ini sesuai pendapat Gerot dan Peter
(1995:208) yang menyatakan description social function to describe a
particular person, place, or thing. Menurut Kemendikbud (2013:121) teks
deskripsi adalah jenis teks yang menggambarkan keadaan (sifat, bentuk, ukuran,
warna, dan sebagainya) sesuatu (manusia atau benda) secara individual dan unik.
Teks ini mengutamakan hubungan antara keseluruhan dan bagian-bagiannya. Dari
pernyataan-pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa teks deskripsi adalah
tulisan yang menggambarkan objek tertentu secara unik untuk memperluas
pengetahuan dan pengalaman pembaca.
Di
dalam menulis teks deskripsi, penulis akan dilibatkan untuk mengamati sebuah
objek tertentu yang akan dituangkan dalam bentuk tulisan dengan bantuan
kemampuan berbahasa tulis, diksi, penguraian, komposisi tulisan, dan lain-lain.
Kegiatan menulis teks deskripsi dimulai dengan menangkap objek yang diamati,
lalu diresapi, diimajinasikan dalam pikiran, kemudian dituangkan dalam bentuk
tulisan. Teks deskripsi pada dasarnya menyesuaikan objek yang diamati, tetapi
tidak bisa lepas dari unsur subjektivitas penulis walau tidak sampai seratus
persen. Tulisan apapun akan melibatkan subjektivitas penulis. Kalau kita
dihadapkan pada sebuah objek, masing-masing penulis akan membuat kalimat yang
berbeda satu sama lain, padahal objeknya bisa jadi sama. Hal inilah yang
menyebabkan subjektivitas penulis terlibat. Subjektivitas memang terjadi,
sejauh tetap berkaitan dengan fakta-fakta yang ada. Hanya masing-masing penulis
berbeda dalam mengambil sudut pandang tulisannya. Dengan demikian, melalui
deskripsi, seorang penulis menolong pembaca menggunakan ketajaman perasaan,
penglihatan, senyuman, dan rasa untuk mendapat pengalaman yang berasal dari
pengalaman penulisnya. Deskripsi juga menolong pembaca agar ia lebih jelas
mengetahui dan mengerti tentang orang-orang, tempat, dan hal lain yang penulis
tulis (Nurudin, 2010:59-61).
Tulisan
deskripsi bisa dibagi menjadi dua yakni pendekatan realistis dan impresionis.
a. Pendekatan realistis
Dalam penulisan memakai pendekatan realistis ini,
penulis dituntut untuk memotret hal/ benda seobjektif mungkin sesuai dengan
keadaan yang dilihatnya. Ia bersikap seperti kamera yang mampu membuat
detail-detail, rincian-rincian secara orisinal, tidak dibuat-buat, dan harus
dirasakan oleh pembaca sebagai sesuatu yang wajar.
b. Pendekatan impresionis
Tulisan dengan memakai pendekatan ini berusaha
menggambarkan sesuatu secara subjektif. Maksudnya, agar setiap penulis bebas
dalam memberi pandangan atau interpretasi terhadap bagian-bagian yang dilihat,
dirasakan, atau dinikmatinya. Hal ini sesuai dengan sikap seorang seniman atau
sastrawan yang dengan kepekaannya mampu mengekspresikan peristiwa yang
dijumpainya (Nurudin, 2010:62-65). Oleh karena itu dalam penulisan teks
deskripsi terdapat dua pendekatan sehingga penulis lebih mudah dalam
mendeskripsikan objek tertentu. Untuk mendapatkan pendeskripsian yang sesuai
dengan objek maka penulis dapat menggunakan dua pendekatan sekaligus agar apa
yang diungkapkan lebih hidup. Penulis menggunakan pendekatan impresionis agar
penulis dapat mengungkapkan pendapatnya dalam gagasannya, tetapi penulis juga
tidak terlepas dari pendekatan realistis sehingga apa yang diungkapkan tidak
berkebalikan dengan kenyataan dari objek yang dideskripsikan.
Kemendikbud
(2013:36) menyatakan bahwa teks tanggapan deskriptif memiliki tiga bagian,
yaitu identifikasi, klasifikasi (penggolongan)/ definisi, dan deskripsi bagian.
Kemendikbud (2014:45) di dalam buku pegangan siswa SMP kelas VII menyatakan
bahwa struktur teks deskripsi terdapat dua bagian, yaitu deskripsi umum dan
deskripsi bagian. Di dalam buku Kemendikbud pegangan siswa dan guru edisi
revisi 2016 pada materi bab II dilakukan penggantian nama dan struktur teks.
Pada edisi pertama nama teks adalah teks tanggapan deskriptif dengan struktur
identifikasi, klasifikasi/ definisi, dan deskripsi bagian, sedangkan pada edisi
revisi 2016 nama teks adalah teks deskripsi dengan struktur deskripsi umum dan
deskripsi bagian. Memang terdapat perbedaan pendapat mengenai struktur teks
deskripsi, tetapi pada dasarnya sama saja. Hal tersebut disebabkan jika
dianalisis lebih mendalam maka akan diperoleh kesamaan dari kedua pendapat tersebut.
Struktur yang pertama dari Gerot dan Peter adalah identifikasi, sedangkan
Kemdikbud deskripsi umum. Walau namanya berbeda tetapi hal yang dibahas sama,
yaitu sama-sama membahas objek secara umum. Struktur yang kedua memang berbeda,
yaitu pendapat Gerot dan Peter adalah deskripsi dan Kemdikbud deskripsi bagian.
Hal ini sama saja karena keduanya membahas tentang bagian dari objek yang
dideskripsikan, yaitu dapat berupa bagian-bagian dari objek, kualitas, atau
karakteristik. Berikut ini penjabaran dua bagian teks deskripsi.
a.
Deskripsi Umum
Deskripsi
umum dalam teks deskripsi berkaitan dengan penetapan ciri-ciri secara universal
dari hal yang dideskripsikan. Objek yang dideskripsikan diinterpretasikan dari
sudut pandang di luar objek tersebut. Hal tersebut dapat didasarkan pada
kedudukan, sejarah, wilayah, manfaat, dan kandungan dari objek.
b.
Deskripsi Bagian
Pengertian
deskripsi berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pemaparan atau
penggambaran dengan kata-kata secara jelas dan terperinci; uraian. Selain
pengertian deskripsi berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008) deskripsi
adalah tulisan atau karangan yang “menggambarkan”. Yang digambarkan dapat saja
berupa suatu benda, orang atau masyarakat, tempat, atau suatu suasana pada
momen tertentu. Menggambarkan suatu suasana tentu tidak semudah menggambarkan
sebuah benda konkret. Keberhasilan dan daya tarik deskripsi terletak pada
apakah cara penulis atau pengarang menggambarkan itu hidup atau tidak. Kalau
cara menggambarkannya kurang “hidup” (dalam arti pembaca tidak dengan mudah
dapat membayangkan seperti apa objek yang sedang digambarkan) berarti tulisan
atau karangan itu kurang berhasil dan kurang menarik.
Oleh
karena itu, dapat disimpulkan bahwa deskripsi bagian adalah pemaparan secara
terperinci dari bagian-bagian yang dipaparkan. Objek yang menjadi kajian
dideskripsikan lagi secara lebih terperinci dari bagian-bagiannya. Pemaparan
dilakukan pada pembagian yang lebih khusus lagi dari objek yang dideskripsikan
atau memaparkan hal yang lebih khusus dari komponen penyusun objek yang
dideskripsikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar