Niat beli adalah perintah seorang pembeli kepada dirinya sendiri untuk membeli
suatu produk atau mengambil tindakan lain yang berhubungan dengan pembelian.
Menurut Khan, et al (2012) dalam penelitiannya, niat beli didefinisikan sebagai
niat individu untuk membeli sebuah merek spesifik yang mana individu tersebut
ingin membeli sebuah merek yang sudah terpilih untuk diri mereka sendiri setelah
evaluasi.
Fandos & Flavianus (2006) Niat beli adalah janji tersirat dari
seseorang untuk membeli produk lagi setiap kali seseorang membuat perjalanan
berikutnya ke pasar. Ini memiliki kepentingan substansi karena perusahaan ingin
meningkatkan penjualan produk tertentu untuk tujuan untuk memaksimalkan
16
keuntungan. Niat beli yang berkaitan empat perilaku konsumen termasuk rencana
diragukan untuk membeli produk, berpikir tegas untuk membeli produk , ketika
seseorang merenungkan untuk membeli produk dimasa depan, dan untuk membeli
produk tertentu.
Fandos & Flavianus (2006) menjelaskan fenomena niat beli
sebagai perilaku diproyeksikan konsumen secara singkat tentang pembelian
produk tertentu ketika seseorang memutuskan untuk membeli produk setiap kali
dia akan datang lagi ke pasar. Ada beberapa variabel yang bisa mempengaruhi
niat beli untuk contoh dugaan merek yang diperuntukkan untuk pembelian dan
dugaan pembelian merek dimasa depan (Khan, et al. 2012). Menurut Blackwell, Miniard, dan Engel (2006) dalam Hsin kuang Chi
et al., niat beli adalah apa yang kita pikir akan kita beli. Howard dan Sheth dalam
Khan et al., menjabarkan bahwa salah satu penentu niat beli adalah keyakinan,
yang tidak lain adalah kebalikan dari menyadari risiko. Merek yang dikenal oleh
konsumen juga berpengaruh secara positif terhadap niat beli. Niat beli juga
memiliki pengaruh yang positif terhadap pencarian informasi. Seseorang yang
ingin membeli suatu produk, terutama untuk produk yang tergolong memiliki
keterlibatan tinggi, disadari ataupun tidak disadari akan terlibat dalam usaha
mencari informasi berkaitan produk tersebut. Niat beli diperoleh dari suatu proses belajar dan proses pemikiran
yang membentuk suatu persepsi. Niat beli ini menciptakan suatu motivasi yang
terus terekam dalam benaknya dan menjadi suatu keinginan yang sangat kuat
yang pada akhirnya ketika seorang konsumen harus memenuhi kebutuhannya
akan mengaktualisasikan apa yang ada didalam benaknya, Elisabeth 2011:29). Setiap konsumen akan dihadapkan pada keputusan pembelian atau
pertimbangan untuk suatu produk atas produk pesaing lainnya.
Beberapa faktor yang membentuk niat beli dan keputusan pembelian konsumen
Kotler dan Keller (2009:189) yaitu: Sikap orang lain, sejauh mana sikap orang
lain mengurangi alternatif yangdisukai seseorang akan bergantung pada dua hal
yaitu, sikap negatif orang lain terhadap alternatif yang disukai konsumen dan
motivasi konsumen untuk menuruti keinginan orang lain.
Faktor situasi yang tidak terantisipasi, faktor ini nantinya akan dapat
mengubah pendirian konsumen. Hal tersebut tergantung dari pemikiran konsumen
sendiri, apakah dia percaya diri dalam memutuskan akan membeli suatu barang
atau tidak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar