Kepercayaan memiliki peran penting dalam pemasaran industri. Dinamika
lingkungan bisnis yang cepat berubah memaksa perusahaan untuk mencari cara memasarkan produknya dengan lebih kreatif dan fleksibel untuk
beradaptasi, salah satunya adalah menciptakan sebuah kepercayaan merek
karena kepercayaan merupakan salah satu aset penting dalam menciptakan
loyalitas. Ballestar yang dikutip dari Prawitowati (2008) mendefinisikan
brand trust sebagai perasaan aman yang diperoleh konsumen dalam
interaksinya dengan merek yang didasarkan pada persepsi bahwa merek
tersebut dapat diandalkan dan memenuhi kepentingan serta keselamatan
konsumen. Trust didefinisikan sebagai persepsi konsumen mengenai
reliabilitas yang didasarkan pada pengalaman atau serangkaian interaksi yang
dikarakteristikan oleh konfirmasi dari harapan atas kinerja produk dan
kepuasan. Lau dan Lee mendefinisikan brand trust sebagai keinginan
pelanggan untuk bersandar pada sebuah merek dengan resiko-resiko yang
dihadapi karena ekspektasi terhadap merek itu akan menyebabkan hasil yang
positif (dalam Tjahyadi, 2006)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar