Jumat, 05 Mei 2023

Manajemen Krisis


krisis memang sangat mengerikan, namun menurut Kasali (2003:222) krisis
merupakan titik balik yang dapat menimbulkan masalah oleh karena itu, krisis
memiliki dua permasalahan yang relatif yaitu peluang dan ancaman. Dapat membawa
suatu perusahaan ke jurang kehancuran atau menimbulkan korban jiwa, namun dapat
membawa keberuntungan bagi orang-orang yang berperan dalam manajemen krisis. 
Manajemen krisis biasanya didasarkan pada Bagaimana menghadapi krisis,
membuat keputusan selama krisis dan memantau kemajuan krisis. manajemen bertanggung
jawab untuk menemukan solusi atas masalah yang muncul dalam krisis dengan
menggunakan strategi manajemen krisis yang memungkinkan. strategi manajemen krisis
itu Sendiri lebih dapat diterapkan pada prioritas masalah, dan yang terbaik adalah
menjalankan aplikasi ini Ketika masalah yang sangat mungkin menjadi krisis, sehingga
manajer strategi tidak lagi membutuhkan lebih banyak pengeluaran ketika kasusnya lebih
besar. Dampak krisis biasanya datang dari mana saja Kapan saja Titik bencana alam
kesalahan manusia dan kecelakaan industri semuanya dapat menyebabkan krisis. seiring
Waktu Masalah menumpuk dan Dapat memper buruk situasi. krisis jarang terjadi karena
satu faktor, dan biasanya karena akumulasi dari faktor-faktor lain.
Dari pernyataan beberapa pengertian krisis diatas dapat disimpulkan
bahwa krisis itu mempunyai karakteristik diantaranya :
1. Krisis Tidak Dapat Dihindari (Inevitable)
Dalam karakter ini krisis bersifat tidak diharapkan, hal ini dapat terjadi
setiap saat, tidak dapat dihindari, dan tidak dapat diprediksi.
2. Krisis Menciptakan Ketidakpastian Informasi
Awal munculnya krisis biasanya munculnya rumor. Rumor sendiri
merupakan informasi yang tidak jelas atau tidak pasti kebenarannya.
3. Menimbulkan Kepanikan dan Keterkejutan
Kepanikan disini dimaksudkan adalah ketidaksiapan perusahaan atau
organisasi maupn public yang tidak mempersiapkan strategi crisis plan atau
manajemen isu. 
4. Berpotensi Menimbulkan Konflik
Karakter ini adalah suatu konflik yang terjadi karena ketidaksesuaian antara
harapan dengan kenyataan Kriyantono, (2015:200-204

Tidak ada komentar: