Selasa, 30 Mei 2023

Loyalitas merek

Loyalitas merek merupakan salah satu dari 5 variabel yang
dikembangkan oleh (Aaker, 1991). Loyalitas merek memberikan tingkat
permintaan yang aman dan dapat diperkirakan bagi perusahaan, dan
menciptakan penghalang yang mempersulit perusahaan lain memasuki pasar.
Loyalitas merek juga dapat diterjemahkan menjadi kesediaan pelanggan untuk
membayar harga yang lebih tinggi daripada pesaing (Kotler dan
Keller,2009:329).
Loyalitas dapat diartikan sebagai suatu komitmen yang mendalam untuk
melakukan pembelian ulang produk atau jasa yang menjadi preferensinya
secara konsisten pada masa yang akan datang dengan membeli ulang merek
yang sama meskipun ada pengaruh situasional dan usaha pemasaran yang dapat
menimbulkan perilaku peralihan (Aaker 1991:39). Menurut Griffin (2002)
loyalitas merek adalah melakukan pembelian ulang secara teratur, membeli
merek yang sama dengan produk berbeda, merekomendasikan merek yang
sama dengan berbagai produk, dan memiliki kekebalan terhadap daya tarik
produk sejenis dari pesaing. Loyalitas merek menurut Mowen dan Minor
(2005) adalah suatu kondisi dimana konsumen mempunyai sikap positif
terhadap sebuah merek, mempunyai komitmen pada merek tersebut, dan
bermaksud meneruskan pembeliannya di masa mendatang.
Loyalitas merupakan suatu ukuran keterkaitan seorang pelanggan pada
sebuah merek (Aaker, 1991:39). Hal tersebut mencerminkan bagaimana
seorang pelanggan mungkin akan beralih ke merek lain, terutama jika merek
tersebut membuat suatu perubahan, Baik dalam harga atau dalam unsur-unsur
pokok. Dari beberapa definisi mengenai loyalitas merek diatas maka dapat
disimpulkan bahwa loyalitas merek merupakan ukuran seorang konsumen
berkomitmen atau tidak terhadap suatu produk atau jasa yang digunakan dan
berencana untuk membeli kembali di masa yang akan datang

Tidak ada komentar: