Selasa, 30 Mei 2023

Definisi Brand Loyalty


Menurut Aaker (2009) loyalitas merek (brand loyalty) merupakan suatu
keterkaitan antara pelanggan dengan sebuah merek. Ukuran ini memberikan
gambaran tentang mungkin tidaknya seorang pelanggan beralih ke merek lain yang
ditawarkan oleh pesaing, terutama jika merek tersebut didapati adanya perbedaan
dalam harga atau atribut lainnya.
Menurut Schiffman dan Kanuk (2009) Loyalitas merek (brand loyalty)
juga sebagai preferensi konsumen yang secara konsisten melakukan pembelian
pada merek yang sama untuk produk yang spesifik dengan kategori pelayanan
tertentu.
Menurut Oliver (1999) loyalitas merek (brand loyalty) memiliki empat
dimensi sebagai indikatornya yaitu:
a. Cognitive Loyalty merupakan dimensi yang utama. Yang menjadi focus pada
dimensi ini adalah kualitas produk yang dapat mempengaruhi preferensi
pelanggan, biaya produk serta pengetahuan tentang produk.
b. Affective Loyalty sebagai dimensi kedua yang terpenting. Pada dimensi ini
menunjukkan kepuasan dan kesenangan pelanggan terhadap produk dari merek
yang sama. Dimensi ini dapat menyampaikan perasaan dan reaksi emosional
yang dapat menjadi positif ataupun negative.
c. Conative Loyalty merupakan keinginan pembelian ulang pada dimensi ini
sebagai reaksi dari sikap positif terhadap suatu merek tertentu. Adanya
keterikatan pelanggan dengan merek yang dirasakan pelanggan untuk membeli
kembali.
d. Behavioral Loyalty menunjukkan frekuensi pembelian ulang pelanggan.
Seberapa rutin pelanggan membeli produk dari merek tertentu. Pelanggan hanya
ingin membeli produk dari merek tertentu untuk memenuhi kebutuhannya.
Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa loyalitas merek
(brand loyalty) adalah suatu kelekatan konsumen pada nilai yang tinggi dari suatu
merek, karena kelekatan ini konsumen akan menolak segala strategi yang
dilakukan oleh pesaing merek

Tidak ada komentar: