Identitas merek (brand identity) menurut Aaker (2000) merupakan asosiasi
merek yang unik yang menunjukkan janji kepada konsumen. Untuk menjadi efektif,
identitas merek perlu beresonansi dengan konsumen, membedakan merek dengan
pesaing, dan mewakili apa yang dilakukan perusahaan dari waktu ke waktu.
Identitas merek perlu adanya sinergi dengan konsumen untuk membangun
persepsi dan identitas merek terbentuk dari mereka yang mempunyai tujuan dan citacita untuk menciptakan dan mempertahankan suatu merek, hal ini menentukan apakah
identitas akan memperkuat kepercayaan konsumen atau memperlemah kepercayaan
sebuah merek. Halim (2014) dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh Brand
Identity terhadap Timbulnya Brand Preference dan Repurchase Intention pada Merek
Toyota”, menyatakan bahwa brand identity memiliki pengaruh yang signifikan
terhadap brand trust Toyota. Semakin baik brand identity dibentuk maka akan
mempengaruhi konsumen dan memicu timbulnya kepercayaan pada merek Toyota.
Selasa, 30 Mei 2023
pengaruh Brand Identity terhadap Brand Trust
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar