Selasa, 30 Mei 2023

Brand Trust (Kepercayaan Merek)


Menurut Tjayadi (2006) dalam Nurlaella (2017) brand trust
(kepercayaan merek) merupakan keinginan pelanggan untuk
bersandar pada sebuah merek dengan resiko-resiko yang dihadapi
karena ekspektasi terhadap merek itu akan menyebabkan hasil
positif.
Menurut Delgado (2004) dalam Santoso (2014) brand trust
adalah harapan akan kehandalan dan intense baik merek.
Sedangkan menurut Luarn dan Lin (2003) dalam Santoso (2014)
kepercayaan adalah sejumlah keyakinan spesifik terhadap
integritas (kejujuran pihak yang dipercaya dan kemampuan
menepati janji), benevolence (perhatian dan motivasi yang
dipercaya untuk bertindak sesuai dengan kepentingan yang
mempercayai mereka), competency (kemampuan yang dipercaya
untuk melaksanakan kebutuhan yang mempercayai) dan
predictability (konsistensi perilaku pihak yang dipercaya).
Brand trust (kepercayaan merek) memiliki peran penting bagi
merek. Apabila kepercayaan merek tidak diperhatikan dapat
mengakibatkan pertimbangan dalam mengembangkan loyalitas
konsumen terhadap suatu produk.
Menurut Pavlou et al, (2007) dalam Riawan dan
setiyaningrum (2018) brand trust adalah kesediaan relatif
konsumen untuk mengandalkan kemampuan suatu merek untuk
melakukan fungsi yang dinyatakan. Kepercayaan terbangun karena
adanya harapan bahwa pihak lain akan bertindak sesuai dengan
kebutuhan dan keinginan konsumen, ketika seseorang telah
mempercayai pihak lain maka mereka yakin bahwa harapan
mereka akan terpenuhi dan tidak akan kecewa. Kepercayaan
seseorang tidak hanya selalu ditujukan untuk sesama manusia saja
namun dapat juga ditujukan untuk objek tidak nyata seperti merek
(Panjaitan et al., 2016 dalam Sholihin, 2018)
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kepercayaan merek
(brand trust) diantaranya adalah:
1. Karakteristik merek mempunyai peran penting dalam
menentukan pengambilan keputusan konsumen untuk
mempercayai suatu merek. Hal ini disebabkan oleh konsumen
melakukan penilaian sebelum membeli.
2. Karakteristik perusahaan yang ada dibalik suatu merek juga
mempengaruhi tingkat kepercayaan konsumen terhadap merek
tersebut.pengetahuan konsumen tentang perusahaan yang ada
dibalik merek suatu produk merupakan dasar awal pemahaman
konsumen terhadap suatu produk.
3. Karakteristik konsumen-merek merupakan dua kelompok yang
saling mempengaruhi. Oleh sebab itu karakteristik konsumenmerek dapat mempengaruhi kepercayaan terhadap merek

Tidak ada komentar: