Selasa, 30 Mei 2023

Brand Image (Citra Merek)


Citra merek di definisikan sebagai seperangkat kayakinan, ide
dan kesan yang dimiliki oleh seseorang terhadap suatu merek.
Karena itu sikap dan tindakan konsumen terhadap suatu merek
sangat ditentukan oleh citra merek. Kotler menambahkan bahwa
citra merek merupakan syarat dari merek yang kuat (Kotler dan
Amstrong, 2014).
Menurut Kotler dan Keller (2012) Citra merek adalah persepsi
dan keyakinan yang dilakukan oleh konsumen, seperti tercermin
dalam asosiasi yang terjadi dalam memori konsumen. Menurut
Roy & Banerjee (2008) dalam Hendrasto (2017) Citra Merek
didefinisikan sebagai suatu konsep yang dipikirkan dan dirasakan
oleh konsumen tentang merek tertentu.
Menurut Simamora (2006) dalam Nurlaella (2017) brand
image (citra merek) merupakan persepsi yang relatif konsisten
dalam jangka panjang (enduring perception). Jadi tidak mudah
untuk membentuk image sehingga sulit untuk mengubahnya.
Dari definisi-definisi diatas dapat disimpulkan bahwa brand
image (citra merek) merupakan serangkaian kepercayaan dan
keyakinan konsumen terhadap merek tertentu yang melekat dalam
memori konsumen apa yang dipikirkan maupun dirasakan tentang
merek tersebut sehingga menghasilkan persepsi yang relatif
konsisten dalam jangka panjang yang terbentu dalam benak
konsumen.
Ada beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi citra merek
menurut Schiffman dan Kanuk (2007) yaitu:
1. Kualitas atau mutu berkaitan dengan kualitas produk barang
yang ditawarkan oleh produsen dengan merek tertentu.
2. Dipercaya atau diandalkan, berkaitan dengan pendapat atau
kesempatan yang dibentuk oleh masyarakat tentang suatu
produk yang dikonsumsi.
3. Kegunaan atau manfaat yang terkait dengan fungsi dari suatu
produk barang yang bisa dimanfaatkan oleh konsumen.
4. Harga, yang dalam hal ini berkaitan dengan tinggi rendahnya
atau banyak sedikitnya jumlah uang yang dikeluarkan
konsumen untuk mempengaruhi suatu produk juga dapat
mempengaruhi citra jangka panjang.
5. Citra yang dimiliki oleh mereka itu sendiri, yaitu berupa
pandangan, kesepakaran dan informasi yang berkaitan dengan
suatu merek dari produk tertentu.
Menurut Boush dan Jones dalam Kahle dan Kim, (2006)
mengemukakan bahwa citra merek memiliki beberapa fungsi
diantaranya:
1. Pintu masuk pasar
Citra merek berperan penting dalam hal pioneering advantage,
brand extension dan brand alliance.
2. Sumber nilai tambah produk
Sebagai sumber nilai tambah produk para pemasar mengakui
bahwa citra merek tidak hanya merangkum pengalaman
konsumen dengan produk dari merek tersebut tetapi benarbenar dapat mengubah pengalaman itu.
3. Penympan nilai perusahaan
Penyimpanan nilai dari hasil investasi biaya iklan dan
peningkatan kualitas produk yang terakumulasikan.
4. Kekuatan dalam penyaluran produk
Nama merek dengan citra yang kuat berfungsi baik sebagai
indikator maupun kekuatan dalam saluran distribusi.

Tidak ada komentar: