Menurut Nordhaus (1996 : 450) secara sederhana kurs valuta asing adalah
harga mata uang negara asing dalam satuan mata uang domestik. Kurs suatu mata
uang akan berfluktuasi sesuai dengan permintaan dan penawaran uang tersebut.
Namun dalam prakteknya, hal itu tergantung pada bentuk pasar valas tersebut
yang mana bentuk pasar valas ini akan dipengaruhi oleh macam exchange ratenya.
Menurut Fischer (1992) Nilai tukar atau lazim juga disebut kurs valuta
dalam berbagai transaksi ataupun jual beli valuta asing yang dikenal ada empat
jenis yakni:
A. Selling Rate ( kurs jual ) yakni kurs yang ditentukan oleh suatu bank untuk
penjualan valuta asing tertentu pada saat tertentu.
B. Middle Rate ( kurs tengah ) adalah kurs tengah antara kurs jual dan kurs beli
valuta asing terhadap mata uang nasional, yang ditetapkan oleh bank sentral
pada suatu saat tertentu,
C. Buying Rate ( kurs beli ) adalah kurs yang ditentukan oleh suatu bank untuk
pembelian valuta asing tertentu pada saat tertentu,
D. Flat Rate ( kurs flat ) adalah kurs yang berlaku dalam transaksi jual beli bank
notes dan traveller chaque, dimana dalam kurs tersebut sudah diperhitungkan
promosi dan biaya-biaya lainya.
Ada dua pendekatan yang digunakan untuk menentukan nilai tukar mata
uang yaitu pendekatan moneter dan pendekatan pasar. Dalam pendekatan
moneter, nilai tukar mata uang didefinisikan sebagai harga dimana mata uang
asing diperjualbelikan terhadap mata uang domestik dan harga tersebut
berhubungan dengan penawaran dan permintaan uang. Naik turunnya nilai tukar
mata uang atau kurs valuta asing bisa terjadi dengan berbagai cara, yakni bisa
dengan cara dilakukan secara resmi oleh pemerintah suatu negara yang menganut
sistem managed floating exchange rate, atau bisa juga karena tarik menariknya
kekuatan-kekuatan penawaran dan permintaan di dalam pasar (market
mechanism) dan umumnya perubahan nilai tukar mata uang tersebut bisa terjadi
karena empat hal, yaitu:
a. Depresiasi (depreciation) adalah penurunan harga mata uang nasional berbagai
terhadap mata uang asing lainya, yang terjadi karena tarik menariknya
kekuatan-kekuatan supply dan demand di dalam pasar (market mechanism),
b. Appresiasi (appreciation) adalah peningkatan harga mata uang nasional
terhadap berbagai mata uang asing lainnya, yang terjadi karena tarik
menariknya kekuatan-kekuatan supply dan demand di dalam pasar (market
mechanism),
c. Devaluasi (devaluation), adalah penurunan harga mata uang nasional terhadap
berbagai mata uang asing lainnya yang dilakukan secara resmi oleh pemerintah
suatu negara,
18
d. Revaluasi (revaluation), adalah peningkatan harga mata uang nasional terhadap
berbagai mata uang asing lainnya yang dilakukan secara resmi oleh pemerintah
suatu negara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar