Marc gobe (2005) menerangkan konsep dasar dari proses emotional branding
didasarkan pada empat pilar penting, yakni:
(1) Hubungan (relationship)
Adalah menumbuhkan ikatan yang mendalam dan menunjukkan rasa
hormat pada jati diri konsumen yang sebenarnya serta memberikan
mereka pengalaman emosional. Gagasan inti untuk berhubungan dengan
konsumen dan melayani konsumen sebagai makhluk yang nyata, hidup,
bernapas, dan kompleks akan selalu mengalahkan laju program
pemasaran jangka pendek dan akan selalu mejadi kunci dalam
menciptakan suatu merek yang mempunyai keberadaan emosional jangka
panjang dalam kehidupan masyarakat. Dengan berdasarkan pada konsep hubungan ini, maka suatu perusahaan akan dapat mengetahui posisi
merek (positioning) dari produk yang dikeluarkannya karena hal tersebut
sangatlah penting untuk mengidentifikasi bagaimana perasaan pelanggan
mengenai suatu merek dalam konteks pengertian merek tersebut bagi
perusahaan dan bagaimana cara mewujudkan hubungan antara kedua hal
tersebut serta di manakah hubungan tersbut dapat terputus.
(2) Pengalaman Panca Indera (Sensorial Experience)
Merupakan suatu area yang sangat besar yang belum diekplorasi
sepenuhnya dan juga merupakan tambang emas yang potensial untuk
merek. Menyediakan konsumen suatu pengalaman panca indera dari
suatu merek adalah suatu kunci untuk mencapai jenis hubungan
emosional dengan merek yang menimbulkan kenangan manis serta akan
menciptakan preferensi merek dan menciptakan loyalitas. Sejalan dengan
meningkatnya penawaran atas produk-produk yang semakin serupa satu
sama lain, elemen panca indera dapat menjadi faktor kunci yang dapat
membedakan satu pengalaman merek dengan merek lainnya. Senada
dengan yang diungkapkan oleh Holbrook dan Hirschman bahwa banyak produk yang
menampilkan stimulus-stimulus nonverbal yang penting yang harus
dilihat, didengar, dicicipi, dirasakan atau dibaui untuk dapat
diapresiasikan dengan tepat yang pada akhirnya dampak dari konsumsi
tercermin dalam kesenangan yang diperoleh seseorang dari suatu produk
atau kegembiraan yang ditawarkan dan kepuasan yang ditimbulkan oleh
produk
(3) Imajinasi (Imagination)
Merupakan salah satu pilar penting dalam emotional branding dengan
menetapkan desain merek dalam upaya membuat proses emotional
branding menjadi nyata. Pendekatan imajinatif dalam desain produk,
kemasan, iklan, dan situs web memungkinkan merek menembus batas
atas harapan dan meraih hati konsumen dengan cara yang baru dan segar.
(4) Visi
Adalah faktor utama kesuksesan merek dalam jangka panjang. Merek
berkembang melalui suatu daur hidup yang alami dalam pasar dan untuk
menciptakan serta memelihara keberadaannya dalam pasar saat ini, merek
harus berada dalam kondisi seimbang sehingga dapat memperbaharui
dirinya kembali secara terus menerus.
Emotional branding ini merupakan faktor emosional yang dirasakan
konsumen, seperti kepribadian merek, kesukaan terhadap merek, dan
pengalaman terhadap merek sangat dipengaruhi oleh kepuasan saat
menggunakan suatu merek yang akan menimbulkan kepercayaan terhadap
merek dan mengakibatkan repeat buying dan recommended buying. Faktor
emosional dan merek memiliki hubungan erat seperti yang dikatakan oleh
Gobe (2005) bahwa emosional memiliki maksud bagaimana suatu merek
menggugah perasaan dan emosi konsumen, bagaimana suatu merek menjadi
hidup bagi masyarakat dan membentuk hubungan yang dalam dan tahan
lama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar