Minggu, 28 Mei 2023

Pengaruh Keterlibatan Pelanggan Merek terhadap Pengalaman Merek


Dalam sebuah literatur terkemuka konsep dari keterlibatan didefinisikan sebagai
bagian untuk mendorong seorang individu terhadap sebuah merek (Sprott et al.,
2009). Pengalaman merek adalah sensasi nyata, perilaku, kognisi dan perasaan
yang timbul akibat adanya rangsangan terhadap sebuah merek (Brakus et al.,
2009). Apabila keterlibatan sebagai motivasi untuk seseorang terhadap merek
sebaliknya, pengalaman merek dirangsang melalu perasaan yang dirasa terhadap
merek tersebut. Peneltian ini melihat bahwa konsep dari “pegalaman” dan
“keterlibatan” adalah dua entitas teoritis yang memiliki perbedaan (Lemke et al.,
2011).
Keterlibatan pelanggan merek dan pengalaman merek adalah suatu
konsep yang memiliki perbedaan namun, pada beberapa kasus juga memiliki
keterkaitan satu sama lain (Hollebeek et al., 2014;152). Dalam Nysveen dan
Pedersen (2014) menjelaskan adanya hubungan antara dua konstruk tersebut,
bahwa keterlibatan pelanggan-merek memberi hasil dari pengalaman merek.
Dalam mencipatakan pengalaman merek yang positif akan dirangsang
melalui indera konsumen dengan cara menarik dan dimunculkan dengan menarik,
dan hal ini melibatkan pelanggan dengan merek (Nysveen dan Pedersen,
2014;814). Adanya pengaruh keterlibatan pelanggan-merek dan pengalaman
merek sama-sama dibahas dalam literatur merek online (Mollen dan Wilson,
2010). Hasil dari pernyataan teoritis di atas maka keterlibatan pelanggan-merek
mempengaruhi pengalaman merek secara online.

Tidak ada komentar: