Teknologi digital dengan cepat melakukan penetrasi di berbagai sektor
industri dan gelombang perubahan ini akan terus tumbuh di berbagai sektor
industri. Perkembangan dan pertumbuhan ini telah menggulung berbagai sektor
konvensional, dapat kita sebutkan beberapa perusahaan retail yang berjaya di
Indonesia telah melakukan suatu tindakan penyelamatan dengan hanya membuka
di titik-titik tertentu yang dirasa masih mempunyai pasar yang potensial atau
bahkan melakukan tindakan paling dramatis yaitu dengan menutup usaha akibat
gempuran teknologi yang semakin atau dengan mudah menyentuh masyarakat itu
sendiri. Bagaimana peranan fasilitas wireless internet saat ini telah menjadi
kebutuhan masyarakat sehingga hampir di seluruh tempat telah menawarkan
fasilitas ini kepada setiap konsumen sehingga dimana tempat yang menyediakan
fasilitas wifi dengan baik maka dapat dipastikan tempat tersebut akan laris manis
dikunjungi oleh konsumen.
Pola konsumsi masyarakat pun secara perlahan mulia bergeser dari yang
mengunjungi toko-toko ritail untuk berbelanja, maka saat ini mulai mendatangi
gerai-gerai tersebut secara digital melalui beberapa e-commerce yang ada di
Indonesia saat ini seperti Lazada, Tokopedia, Blibli, dan bahkan tersedia pula agen
penjualan tiket secara on-line seperti yang dilakukan oleh Traveloka, PegiPegi,
Blibli, Agoda dan masih banyak lagi sehingga tidaklah heran bahwa kehadiran
teknologi di tengah masyarakat telah mampu mengubah seluruh pola konsumsi
yang ada sebelumnya. Penetrasi dunia digital tentu saja memberikan gambaran
bahwa ekonomi digital telah mengalami kemajuan yang cukup pesat hingga saat ini
(Bughin, 2017). Masih menurut Bughin (2017) bahwa hasil rata-rata industri saat
ini hanya tersisa 40% yang masih belum terdigitalisasi yang berarti secara perlahan
seluruh industri menuju atau memanfaatkan perkembangan teknologi saat ini.
Revolusi indsutri yang terjadi pada akhir abad ke-18 dan pada awal abad
ke-19 telah tercatat sebagai salah satu kekuatan baru yang mengubah segalanya
tetapi perubahan yang terjadi saat itu tidaklah secepat yang terjadi pada saat ini dan
jika dibandingkan dengan revolusi industri, perubahan saat ini diprediksi lebih
cepat sepuluh kali lebih cepat (Dobbs, 2015) dan semua ini terjadi berkat sebuah
transformasi teknologi yang terjadi saat ini. Setiap perubahan yang terjadi akan
meresonansi satu dan yang lainnya sehingga tren teknologi saat ini yang
berkembang saat ini memberikan kekuatan, pengaruh atau dampak pada saat
berinteraksi bersama, dan memberikan manfaat satu sama lain. Salah satu tren yang
terjadi yang semakin mendukung disrupsi teknologi ini adalah adanya urbanisasi
sehingga bertumbuhnya aktivitas ekonomi di beberapa negara yang sedang
bertumbuh (emerging market).
Masih menurut Dobbs (2015), hal lain yang menjadi disrupsi adalah
karena akselerasi dan dampak ekonomi yang timbul akibat dampak teknologi yang
ada saat ini; dari proses cetak manual, mesin uap, dan hingga hadirnya internet yang
ada. Teknologi saat ini menjadi hal yang wajar (ubiquity) di dalam kehidupan kita
sehari-hari dan proses perubahan yang sangat cepat terjadi. Seperti yang
disampaikan oleh Dobbs (2015) bahwa dibutuhkan 50 tahun setelah telepon
ditemukan untuk menjangkau perumahan di Amerika, dan dibutuhkan 38 tahun
untuk menarik 50 juta pendengar tetapi hal ini berbeda ketika Facebook mampu
menarik enam juta pengguna dalam jangka waktu satu tahun dan jumlah tersebut
berlipat ganda 100 kali dalam waktu lima tahun ke depan, sebuh hal yang sangat
luar biasa bagaimana teknologi bekerja dengan kecepatannya dan bagaimana
teknologi dapat menjangkau masyarakat dari berbagai belahan dunia tanpa
membutuhkan waktu yang lama. Kekuatan untuk memproses dan konektivitas
adalah hanya bagian dari sebuah cerita, dimana dampak kehadiran teknologi ini
berlipat ganda melalui revolusi konektivitas data yaitu dengan mengumpulkan atau
mengolah data-data yang tidak sepadan/sama (unprecedented) menjadi suatu
informasi yang berguna dan dengan perkembangan teknologi menjadikan
kolaborasi yang apik sehingga memunculkan berbagai macam platform model
bisnis yang baru seperti Alibaba, Tokopedia, Bukalapak, Go-Jek, hingga Uber dan
memberikan berbagai pilihan baru kepada masyarakat dan baik itu disadari atau
tidak, hal tersebut telah mendisrupsi aktivitas masyarakat itu sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar