Kecerdesan buatan atau yang sering kita dengar dengan istilah AI secara
perlahan akan menjadi sebuah terobosan baru di dalam perkembangan teknologi itu
sendiri. Secara perlahan-lahan, beberapa perusahaan yang berfokus pada kekuatan
teknologi telah mengadopsi AI sebagai kekuatan masa depan di dalam
memenangkan kompetisi pasar yang semakin ketat saat ini. Dalam
perkembangannya ke depan, AI tidak hanya akan mengganti model bisnis yang
telah ada tetapi juga akan merambah kepada sektor operasional, bahkan
penggunaan tenaga kerja yang akan disesuaikan dengan cara bisnis baru tersebut
bekerja (Rao Anand, 2017). Ilustrasi ini bukanlah angan-angan melainkan
gambaran masa depan yang akan terjadi jika kita melihat perkembangan saat ini
dan pertumbuhan tersebut bukanlah pertumbuhan liniear yang berdasarkan masa
lalu melainkan pertumbuhan eksponensial yang tidak berdasarkan masa lalu
melainkan tercipta karena adanya perkembangan baru (Kasali, Rhenald 2017).
Dalam beberapa diskusi, kemajuan teknologi terutama di bidang AI
diproyeksikan akan menjadi tools yang bermanfaat, membuat seluruh teknologi
menjadi responsif yang bisa diagung-agungkan dan AI akan menjadi hal utama
dalam menopang produktivitas segala kegiatan. Masih menurut Rao (2017) di
dalam artikelnya bahwa kehadiran AI akan mengeliminasi beberapa pekerjaan
tetapi secara fundamental, kehadiran AI juga akan mengubah proses-proses kerja
yang selama ini terhambat, memangkas lead time sehingga proses supply chain itu
sendiri akan menjadi ramping dan ringkas dan AI juga di kemudian hari
kemungkinan akan membuka peluang-peluang kerja yang baru pula. Kehadiran AI
di tengah-tengah masyarakat akan mengubah pula dalam hal pengambilan
keputusan, terciptanya kolaborasi aktifitas, kreativitas yang semakin berkembang,
dan tentu saja berdampak pula pada riset-riset ilmiah yang akan dilakukan dan
bahkan pada struktur suatu entitas (Rao, Anand 2017). Sistem baru ini tentu akan
mengubah peta konsumsi masyarakat, semua akan terasa lebih hidup dan lebih
mudah. AI didesain serta dibangun melalui persepsi berdasarkan lingkungan yang
diciptakan, keputusan yang diambilnya dapat mempengaruhi lingkungan tersebut
dan perbedaan mendasar antara AI dan perangkat lunak lainnya pada umumnya
adalah pada fase take actions atau pada pengambilan keputusan yang dilakukan AI
dimana Artificial Intelligence (AI) membuat mesin-mesin untuk merespon pada
sinyal-sinyal yang berasal dari segala penjuru, sinyal-sinyal yang dimana para
programer tidak dapat mengontrolnya dan tentu saja tidak dapat diantisipasi.
Perkembangan yang signifikan dan cepat dari AI sehingga dapat dikatakan sebagai
machine learning atau mesin yang dengan sendirinya dapat belajar atau
kemampuan perangkat lunak (software) untuk melakukan improvisasi aktivitas
dirinya sendiri melalui interaksinya dengan lingkungan sekitar dan hal ini telah
menjadi kegiatan yang telah berlangsung dalam sejarah komputer sejak 1940 an
dan telah menunjukkan pertumbuhan yang sangat dramatis di beberapa tahun
terakhir ini.
AI akan melakukan hal-hal yang selama ini sangat sulit dilakukan terutama
dalam menyangkut konsep big data saat ini, dimana AI akan mengkurasi apa yang
menjadi kesukaan, kebutuhan, dan keinginan kita dengan menganalisa perilaku kita
dan kemudian menghubungkan atau mengelompokkan kepada orang-orang yang
memiliki perilaku, kebiasaan, kebutuhan, keinginan yang sama ketika berselancar
di dunia maya yang sangat lekat dengan kehidupan sehari-hari saat ini bahkan AI
dapat mengantisipasi berita, atau informasi apa yang ingin kita lihat berikutnya
dengan kata lain AI mampu melakukan prediksi terhadap aktifitas yang kita
lakukan. Masih menurut Rao (2017) dalam artikelnya dikatakan bahwa penggunaan
AI saat ini telah merambah di dalam genggaman kita masing-masing seiring dengan
maraknya teknologi yang semakin dekat dengan kebutuhan dan tujuan kita masing-
masing. Aplikasi-aplikasi yang tertanam pada ponsel cerdas yang hadir di tengah-
tengah masyarakat merupakan produk-produk AI yang dirasakan sangat membantu
kehidupan sehari. Masyarakat merasakan bagaimana proses komunikasi berevolusi
hingga saat ini, bahkan pola surat menyurat pun dapat dilakukan dalam jangka
waktu hitungan detik sehingga penerima surat elektronik tersebut dapat membaca
dalam rentan waktu yang tidak terlalu lama bahkan Tesla, sebuah perusahaan
otomotif dunia telah mencoba meluncurkan kendaraan tanpa awak (autonomous
vehicle) yang mampu mengemudi sendiri dengan memperhatikan lingkungan
sekitar. Google sebagai salah satu vendor teknologi yang sangat tidak asing di
telinga kita juga telah melakukan beberapa kegiatan yang tentu saja berafiliasi
dengan AI dimana mesin pencari yang sering kita gunakan di dunia maya akan
mengumpulkan data-data yang bertujuan untuk melihat preferensi kebutuhan yang
kita inginkan, dan lanjut ke Apple, salah satu perusahaan komputer yang saat ini
memiliki pasar yang cukup signifikan mampu memikat masyarakat dengan
kemampuan teknologi yang miliki dengan meluncurkan produk-produk yang
semakin canggih dimana terakhir ini meluncurkan ponsel pintar dengan
kemampuan pengenal wajah (face recognition) untuk membuka ponsel atau
mengunduh aplikasi-aplikasi yang tawarkan. Dalam perkembangan selanjutnya,
kebutuhan akan AI semakin terasa dan terdapat tiga hal utama yang membuat dunia
bisnis akan beralih menggunakan AI sebagai alat yang efektif dan efisien bagi .
Ketiga hal utama tersebut adalah sebagai berikut:
- Assisted Intelligence, dimana hal ini sangat tersedia dan telah meningkatkan
kapasitas serta kemampaun sumber daya manusia dan perusahaan itu sendiri. - Augmented Intelligence, saat ini, perkembangannya sudah mulai nampak saat
ini, dimana teknologi ini mampu mengerjakan hal-hal yang tak mampu
dikerjakan oleh sebuah entitas ataupun sumber daya manusianya. - Autonomous Intelligence, teknologi ini masih dalam tahap riset dan
pengembangan dan akan digunakan untuk masa depan, dan teknologi akan
mencetak dan menggunakan mesin sebagai alat yang bekerja untuk kita.
PWC dalam analisanya menampilkan beberapa produk dan jasa yang di kemudian
hari akan mengaplikasikan AI di dalam ruang usaha atau industri seperti yang
tercantum pada Gambar 2.1.
Gambar 2.1. Aplikasi AI Masa Depan
Algoritma-algoritma yang dikembangkan di dalam Artificial Intelligence
(AI) akan menghubungkan apa yang ditampilkan di layar monitor dengan
emosional konsumen itu sendiri sehingga tampilan yang akan diperoleh atau
dengan kata lain preferensi yang muncul pun akan berbeda-beda. Bisa saja seorang
konsumen hanya inign melihat topik-topik tertentu atau jenis hiburan tertentu yang
ditayangkan di dunia maya yang lebih kompleks di kemudian hari. Melangkah ke
topik Assisted Intelligence dimana mempunyai kecenderungan untuk secara jelas
mendefinisikan, melakukan pekerjaan hal yang sama secara berulang-ulang dimana
hal ini termasuk di dalam penggunaan robot di dunia industri seperti robotic process
automation dimana perangkat lunak akan menyimulasikan kegiatan manusia dan
hal ini dapat pula diterapkan pada aktifitas back office seperti di sektor keuangan
dan sektor regulasi lainnya. Assisted Intellegence telah menjadi hal yang sangat
lumrah di beberapa proses yang dilakukan di beberapa industri untuk penjualan
produk/jasa, penerimaan dan pemrosesan order yang dilakukan oleh konsumen dan
perangkat-perangkat lunak tersebut memberikan panduan dan berbagai arahan yang
dulunya hanya ada dan dilakukan dari orang ke orang. Beralih kepada topik
Augmented Intelligence dalam arti harafiahnya sebagai tingkat kecerdasan buatan
yang mempunyai kemampuan lebih dimana perangkat lunak buatan ini akan
memberikan kapabilitas-kapabilitas baru kepada seluruh aktivitas manusia,
mengijinkan berbagai perusahaan dengan sektor-sektor usahanya untuk melakukan
hal-hal baru yang tidak dapat lakukan sebelumnya. Tidak seperti perangkat lunak
sebelumnya, perangkat lunak ini memberikan suatu peringatan-peringatan secara
alamiah mengenai tugas dan fungsi serta perubahan-perubahan yang dibutuhkan.
Beberapa hal telah terjadi dimana saat ini telah sangat terlihat seperti Netflix
menggunakan algoritma dari mesin-mesin ini untuk melakukan sesuatu yang belum
pernah ada sebelumnya, dimana memberikan pilihan kepada setiap konsumen yang
tidak pernah menyadari sebelumnya. Algoritma tersebut bekerja untuk menyusun
kebiasan konsumen sehingga akan memberikan data yang menjadi ciri khas
konsumen tersebut. Kebiasan konsumen akan dipelajari dan direkam oleh sistem
tersebut dan dengan cepat akan memberikan pilihan baru kepada konsumen tersebut
atau hanya memberikan hal-hal yang disukai saja, dan hal tersebut telah terjadi di
hampir seluruh dunia maya yang saat ini telah kita kenal. Waktu ke waktu,
algoritam-algoritma tersebut akan berkembang dengan cepat dan kompleks dan
relasi yang timbul antara manusia dan AI akan mengubah pola-pola usaha dan
konsumsi di masa yang akan datang (Rao, 2017)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar