Jumat, 31 Mei 2024

Prinsip Dasar Akuntansi Keuangan


Dalam buku karangan (Harahap, 2010:141) APB Statement No.4
dijelaskan beberapa prinsip atau sifat dan elemen dasar dari akuntansi (keuangan).
Prinsip-prinsip ini mendasari setiap sifat dan ciri laporan keuangan dan output
akuntansi lainnya. Prinsip itu adalah sebagai berikut:

  1. Accounting Entity (entitas)
    Yang menjadi fokus perhatian akuntansi adalah “entity” tertentu atau
    lembaga tertentu yang akan dilaporkan,bukan lembaga lainnya.
  2. Going Concern (Kontinuitas operasi)
    Dalam penyusunan laporan keuangan harus dianggap bahwa perusahaan
    (entity) yang dilaporkan terus beroperasi di masa-masa yang akan datang.
    Jika perusahaan dianggap tidak mampu melanjutkan usahanya harus
    diungkapkan oleh akuntan.
  3. Measurement (Pengukuran)
    Akuntansi adalah sebagai media pengukuran sumber-sumber ekonomi
    (Economy Resource) dan Keawajiban (Liability).Akuntansi harus
    mengukur hasil transaksi, ukuran yang dipakai adalah unit moneter.
  4. Time Period (Periode Waktu)
    Laporan keuangan menyajikan informasi untuk waktu atau periode
    tertentu.Laporan harus memiliki batas waktu yang jelas.
  5. Monetary Unit (Unit Moneter)
    Pengukuran transaksi adalah dalam bentuk nilai atau unit uang.
  6. Accrual
    Penentu pendapatan dan biaya dari posisi harta dan kewajiban ditetapkan
    berdasarkan kejadian tanpa melihat apakah transaksi pembayaran atau
    penerimaan kas telah dilakukan atau belum.
  7. Excahange Price (Harga Pertukaran)
    Nilai yang terdapat dalam laporan keuangan didasarkan pada harga
    pertukaran pada saat terjadinya transaksi.
  8. Aproximation (Penaksiran)
    Dalam akuntansi tidak dapat dihadirkan penaksiran-penaksiran.Seperti
    taksiran harga,pemilihan prinsip,dan sebagainya.
  9. Judgement (Pertimbangan)
    Dalam penyusunan laporan keuangan banyak diperlukan petimbangan-
    pertimbangan berdasarkan keahlian, baik pertimbangan memilih alternatif
    prinsip maupun pemilihan cara penyajian dalam laporan keuangan.
  10. General Purpose (Bertujuan Umum)
    Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan yang dihasilkan
    akuntansi keuangan ditujukan buat pemakai secara umum, bukan pemakai
    khusus.
  11. Interrelated Statement (laporan yang sangat terkait)
    Neraca, Daftar Laba/Rugi dan Laporan Sumber dan Penggunaan Kas
    mempunyai hubungan yang sangat erat dan berkaitan.Angka dan neraca
    laba/rugi saling terkait.
  12. Subtance Over Form
    Akuntansi lebih menekankan kenyataan ekonomis suatu kejadian daripada
    bukti legalnya atau formalnya.
  13. Materiality (materialitas)
    Laporan keuangan hanya memuat informasi yang dianggap penting. Dan
    dalam setiap pertimbangan yang dilakukannya tetap melihat
    signifikansinya secara umum.Indikator materialitasnya adalah dikalikan
    dengan dampaknya terhadap laporan keuangan.

Tidak ada komentar: