Kamis, 30 Mei 2024

Inovasi

Kata inovasi berasal dari kata latin, “innovation” yang berarti
pembaruan dan perubahan. Kata kerjanya “innova” yang artinya
memperbarui dan mengubah. Inovasi dapat diartikan sebagai “proses”
dan atau “hasil” pengembangan dan pemanfaatan atau mobilisasi
pengetahuan, keterampilan (termasuk keterampilan teknologis) dan
pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki produk (barang
dan/atau jasa), proses, dan sistem yang baru, yang memberikan nilai yang
berarti atau secara signifikan (terutama ekonomi dan sosial).
Teori Inovasi menurut Rogers dalam Yogi Suwarno (2016), dengan
Atribut Inovasi:
  1. Relative Advantage atau Keuntungan Relatif
    Sebuah inovasi harus mempunyai keunggulan dan nilai lebih
    dibandingkan dengan inovasi sebelumnya. Selalu ada sebuah nilai
    kebaruan yang melekat dalam inovasi yang menjadi ciri yang
    membedakannya dengan yang lain.
  2. Compatibility atau Kesesuaian
    Inovasi juga mempunyai sifat kompatibel atau kesesuaian dengan inovasi
    yang digantinya. Hal ini dimaksudkan agar inovasi yang lama tidak serta
    merta dibuang begitu saja, selain karena alasan faktor biaya yang tidak
    sedikit, namun juga inovasi yang lama menjadi bagian dari proses transisi
    ke inovasi terbaru. Selain itu juga dapat memudahkan proses adaptasi dan
    proses pembelajaran terhadap inovasi itu secara lebih cepat.
  3. Complexity atau Kerumitan
    Dengan sifatnya yang baru, maka inovasi mempunyai tingkat kerumitan
    yang boleh jadi lebih tinggi dibandingkan dengan inovasi sebelumnya.
    Namun demikian, karena sebuah inovasi menawarkan cara yang lebih
    baru dan lebih baik, maka tingkat kerumitan ini pada umumnya tidak
    menjadi masalah penting.
  4. Triability atau Kemungkinan dicoba
    Inovasi hanya bisa diterima apabila telah teruji dan terbukti mempunyai
    keuntungan atau nilai lebih dibandingkan dengan inovasi yang
    lama.Sehingga sebuah produk inovasi harus melewati fase “uji publik”
    dimana setiap orang atau pihak mempunyai kesempatan untuk mengujii
    kualitas dari sebuah inovasi.
  5. Observability atau Kemudahan diamati
    Sebuah inovasi harus juga dapat diamati, dari segi bagaimana ia bekerja
    dan menghasilkan sesuatu yang lebih baik.
    Menurut Khairul Muluk dalam Retnowati WD Tuti (2017) terdapat
    5 tipologi Inovasi yang ada didalam sektor publik:
  6. Inovasi Produk/Jasa pelayanan : perubahan bentuk dan desain produk atau
    layanan baru atau memperbaharui layanan yang sudah ada.
  7. Inovasi Proses pelayanan: pembaruan kualitas yang berkelanjutan dan
    mengacu pada kombinasi perubahan organisasi, prosedur, dan kebutuhan
    kebijakan untuk berinovasi.
  8. Inovasi Metode pelayanan : Perubahan baru dalam hal berinteraksi
    dengan pelanggan atau cara baru dalam hal memberikan pelayanan.
  9. Inovasi Kebijakan : Mengacu pada visi, misi, tujuan dan strategi baru.
  10. Inovasi Sistem : Cara baru atau yang diperbarui dalam interaksi dengan
    aktor lain dengan kata lain adanya perubahan dalam tata kelola
    pemerintahan.
    Inovasi, juga menjadi istilah yang kerap diartikan berbeda-beda oleh
    para ahli. Seperti Suryani (2008:304), yang menyebut Inovasi dalam
    konsep yang luas, tidak hanya terbatas pada produk. Inovasi dapat berupa
    ide, cara-cara ataupun obyek yang dipersepsikan oleh seseorang sebagai
    sesuatu yang baru. Inovasi juga sering dugunakan untuk merujuk pada
    perubahan yang dirasakan sebagai hal yang baru oleh masyarakat yang
    mengalami. Kata inovasi dapat diartikan sebagai “proses” atau “hasil”
    pengembangan dan atau pemanfaatan atau mobilisasi pengetahuan,
    keterampilan (termasuk keterampilan teknologis) dan pengalaman untuk
    menciptakan atau memperbaiki produk, proses yang dapat memberikan
    nilai yang lebih berarti. Menurut Vontana (2009:20), inovasi adalah
    kesuksesan ekonomi dan sosial berkat diperkenalkannya cara baru atau
    kombinasi baru dari cara-cara lama dalam mentransformasi input
    menjadi output yang menciptakan perubahan besar dalam hubungan
    antara nilai guna dan harga yang ditawarkan kepada konsumen dan/atau
    pengguna, komunitas, sosietas dan lingkungan.
    Sementara Rosenfeld dalam Sutarno (2012:132), inovasi adalah
    transformasi pengetahuan kepada produk, proses dan jasa baru, tindakan
    menggunakan sesuatu yang baru. Sementara inovasi organisasi menurut
    Sutarno (2012:134-135) didefinisikan sebagai cara-cara baru dalam
    pengaturan kerja, dan dilakukan dalam sebuah organisasi untuk
    mendorong dan mempromosikan keunggulan kompetitif. Inti dari
    inovasi organisasi adalah kebutuhan untuk memperbaiki atau mengubah
    suatu produk, proses atau jasa. Inovasi organisasi mendorong individu
    untuk berpikir secara mandiri dan kreatif dalam menerapkan
    pengetahuan pribadi untuk tantangan organisasi. Semua organisasi bisa
    berinovasi termasuk untuk organisasi perusahaan, rumah sakit,
    universitas, dan organisasi pemerintahan. Pentingnya nilai, pengetahuan
    dan pembelajaran dalam inovasi organisasi sangat penting.
    Adapun Yogi dalam LAN (2007:115), inovasi biasanya erat
    kaitannya dengan lingkungan yang berkarakteristik dinamis dan
    berkembang. Pengertian inovasi sendiri sangat beragam, dan dari banyak
    perspektif. Menurut Rogers dalam LAN (2007:115) menjelaskan bahwa
    inovasi adalah sebuah ide, praktek, atau objek yang dianggap baru oleh
    individu satu unit adopsi lainnya. Sedangkan menurut Damanpour
    bahwa sebuah inovasi dapat berupa produk atau jasa yang baru,
    tekonologi proses produk yang baru, sistem struktur dan administrasi
    baru atau rencana baru bagi anggota organisasi.
    Lebih lanjut Halvorsen (Yogi Suwarno. 2011), menjelaskan pula
    bahwa inovasi itu sendiri dapat dikategorikan menjadi seperti berikut ini:
  11. Incremental innovations and radical innovations. Inovasi ini berhubungan
    dengan tingkat keaslian (novelty) dari inovasi itu sendiri. Khususnya di
    sektor industri, kebanyakan inovasi bersifat perbaikan secara incremental
    15
  12. Top-down innovations and bottom-up innovations. Ini untuk menjelaskan
    siapa yang memimpin proses perubahan perilaku. Maka top-down berarti
    manajemen atau organisasi atau hirarkhi yang lebih tinggi, sedangkan
    bottom-up merujuk pada pekerja atau pegawai pemerintah dan pengambil
    keputusan pada tingkat unit (mid-level policy makers).
  13. Needs-led innovations and efficiency-led innovation. Proses inovasi yang
    diinisiasi telah menyelesaikan permasalahan dalam rangka untuk
    meningkatkan efisiensi pelayanan, produk dan prosedur.
    Mulgan dan Albury (2003), menyatakan bahwa inovasi yang
    sukses adalah merupakan kreasi dan implementasi dari proses, produk,
    layanan, dan metode pelayanan baru yang merupakan hasil
    pengembangan nyata dalam efisiensi, efektivitas atau kualitas hasil. Oleh
    karena itu inovasi telah berkembang jauh dari pemahaman awal yang
    hanya mencakup inovasi dalam produk (products & services) dan proses
    semata. Inovasi produk atau layanan berasal dari perubahan bentuk dan
    desain produk atau layanan, sementara inovasi proses berasal dari
    gerakan pembaruan kualitas yang berkelanjutan dan mengacu pada
    kombinasi perubahan organisasi, prosedur, dan kebijakan yang
    dibutuhkan untuk berinovasi.
    Berdasarkan pendapat dari beberapa ahli maka peneliti dapat
    menarik kesimpulan bahwa inovasi merupakan suatu penemuan baru
    yang berbeda dari yang sebelumnya berupa hasil pemikiran dan ide yang
    dapat dikembangkan juga diimplementasikan agar dirasakan
    manfaatnya. Inovasi erat kaitannya teknologi dan informasi, khususnya
    internet, memiliki peranan penting dalam meningkatkan transparansi.
    Richard Heeks dalam LAN (2007:98) mengelompokkan manfaat
    tekonologi informasi dan komunikasi dalam dua kelompok, yaitu:
  14. Manfaat pada Tingkat Proses
    a. Menghemat biaya: mengurangi biaya transaksi bagi masyarakat untuk
    akses ke informasi pemerintah dan mengirim informasi ke pemerintah,
    mengurangi biaya bagi pemerintah untuk menyediakan inoformasi.
    b. Menghemat waktu: mempercepat proses internal dan proses pertukaran
    data dengan instansi lain.
    c. Mengurangi keterbatasan: dimanapun, kapanpun informasi dan
    layanan pemerintah dapat diakses oleh masyarakat.
    d. Keputusan yang lebih baik: pimpinan dapat mengontrol kinerja
    stafnya, mengontrol kegiatan, ataupun mengontrol kebutuhan.
  15. Manfaat pada Tingkat Pengelolaan
    a. Merubah perilaku aparatur: mengurangi interes pribadi dan
    meningkatkan interes rasional atau nasional. Misalnya dalam
    mengurangi tindakan korupsi, mengurangi pemalsuan, kerja lebih
    efektif dan efisien dan perlakuan terhadap masyarakat yang lebih setara
    dalam pelayanan publik.
    b. Merubah perilaku masyarakat: partisipasi yang lebih besar terhadap
    proses pemerintahan dan memperluas kesempatan pemasok untuk
    ambil bagian dalam pelayanan pengadaan barang atau jasa.
    c. Pemberdayaan: meningkatkan keseimbangan kekuatan antar
    kelompok, melalui kemudahan, akses ke informasi kepemerintahan.
    Pemberdayaan aparatur lebih meningkat melalui akses ke informasi
    yang dibutuhkan mereka dalam menjalankan tugas dan fungsinya,
    pemberdayaan pemasok melalui akses ke informasi tentang pengadaan
    barang dan jasa dan pemberdayaan manajer melalui akses ke informasi
    mengenai stafnya dan sumberdaya lainnya.
    Sedangkan Menurut Rina Mei Mirnasari (2013) mengartikan
    inovasi di dalam pelayanan public bisa diartikan sebagai prestasi dalam
    meraih, meningkatkan, dan memperbaiki efektivitas, efisiensi dan
    akuntabilitas pelayanan publik yang dihasilkan oleh inisiatif
    pendekatan, metodologi, dan atau alat baru dalam pelayanan
    masyarakat. Inovasi layanan dapat didefinisikan sebagai " suatu proses
    yang berisi konsep-konsep baru dan produksi , pengembangan dan
    implementasi perilaku . Ini juga merupakan metode, perubahan respon
    terhadap lingkungan eksternal atau tindakan pertama akibat pengaruh
    lingkungan terhadap transformasi organisasi. " (Lu and Tseng, 2010
    apud Daft, 1978).
    Menurut Mulgan dan Albury dalam Muluk mengatakan bahwa
    inovasi yang sukses merupakan kreasi dan implementasi dari proses,
    produk, layanan, dan metode pelayanan baru yang merupakan hasil
    pengembangan nyata dalam efisiensi, efektivitas, atau kualitas hasil

Tidak ada komentar: