Kata inovasi berasal dari kata latin, “innovation” yang berarti
pembaruan dan perubahan. Kata kerjanya “innova” yang artinya
memperbarui dan mengubah. Inovasi dapat diartikan sebagai “proses”
dan atau “hasil” pengembangan dan pemanfaatan atau mobilisasi
pengetahuan, keterampilan (termasuk keterampilan teknologis) dan
pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki produk (barang
dan/atau jasa), proses, dan sistem yang baru, yang memberikan nilai yang
berarti atau secara signifikan (terutama ekonomi dan sosial).
Teori Inovasi menurut Rogers dalam Yogi Suwarno (2016), dengan
Atribut Inovasi:
pembaruan dan perubahan. Kata kerjanya “innova” yang artinya
memperbarui dan mengubah. Inovasi dapat diartikan sebagai “proses”
dan atau “hasil” pengembangan dan pemanfaatan atau mobilisasi
pengetahuan, keterampilan (termasuk keterampilan teknologis) dan
pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki produk (barang
dan/atau jasa), proses, dan sistem yang baru, yang memberikan nilai yang
berarti atau secara signifikan (terutama ekonomi dan sosial).
Teori Inovasi menurut Rogers dalam Yogi Suwarno (2016), dengan
Atribut Inovasi:
- Relative Advantage atau Keuntungan Relatif
Sebuah inovasi harus mempunyai keunggulan dan nilai lebih
dibandingkan dengan inovasi sebelumnya. Selalu ada sebuah nilai
kebaruan yang melekat dalam inovasi yang menjadi ciri yang
membedakannya dengan yang lain. - Compatibility atau Kesesuaian
Inovasi juga mempunyai sifat kompatibel atau kesesuaian dengan inovasi
yang digantinya. Hal ini dimaksudkan agar inovasi yang lama tidak serta
merta dibuang begitu saja, selain karena alasan faktor biaya yang tidak
sedikit, namun juga inovasi yang lama menjadi bagian dari proses transisi
ke inovasi terbaru. Selain itu juga dapat memudahkan proses adaptasi dan
proses pembelajaran terhadap inovasi itu secara lebih cepat. - Complexity atau Kerumitan
Dengan sifatnya yang baru, maka inovasi mempunyai tingkat kerumitan
yang boleh jadi lebih tinggi dibandingkan dengan inovasi sebelumnya.
Namun demikian, karena sebuah inovasi menawarkan cara yang lebih
baru dan lebih baik, maka tingkat kerumitan ini pada umumnya tidak
menjadi masalah penting. - Triability atau Kemungkinan dicoba
Inovasi hanya bisa diterima apabila telah teruji dan terbukti mempunyai
keuntungan atau nilai lebih dibandingkan dengan inovasi yang
lama.Sehingga sebuah produk inovasi harus melewati fase “uji publik”
dimana setiap orang atau pihak mempunyai kesempatan untuk mengujii
kualitas dari sebuah inovasi. - Observability atau Kemudahan diamati
Sebuah inovasi harus juga dapat diamati, dari segi bagaimana ia bekerja
dan menghasilkan sesuatu yang lebih baik.
Menurut Khairul Muluk dalam Retnowati WD Tuti (2017) terdapat
5 tipologi Inovasi yang ada didalam sektor publik: - Inovasi Produk/Jasa pelayanan : perubahan bentuk dan desain produk atau
layanan baru atau memperbaharui layanan yang sudah ada. - Inovasi Proses pelayanan: pembaruan kualitas yang berkelanjutan dan
mengacu pada kombinasi perubahan organisasi, prosedur, dan kebutuhan
kebijakan untuk berinovasi. - Inovasi Metode pelayanan : Perubahan baru dalam hal berinteraksi
dengan pelanggan atau cara baru dalam hal memberikan pelayanan. - Inovasi Kebijakan : Mengacu pada visi, misi, tujuan dan strategi baru.
- Inovasi Sistem : Cara baru atau yang diperbarui dalam interaksi dengan
aktor lain dengan kata lain adanya perubahan dalam tata kelola
pemerintahan.
Inovasi, juga menjadi istilah yang kerap diartikan berbeda-beda oleh
para ahli. Seperti Suryani (2008:304), yang menyebut Inovasi dalam
konsep yang luas, tidak hanya terbatas pada produk. Inovasi dapat berupa
ide, cara-cara ataupun obyek yang dipersepsikan oleh seseorang sebagai
sesuatu yang baru. Inovasi juga sering dugunakan untuk merujuk pada
perubahan yang dirasakan sebagai hal yang baru oleh masyarakat yang
mengalami. Kata inovasi dapat diartikan sebagai “proses” atau “hasil”
pengembangan dan atau pemanfaatan atau mobilisasi pengetahuan,
keterampilan (termasuk keterampilan teknologis) dan pengalaman untuk
menciptakan atau memperbaiki produk, proses yang dapat memberikan
nilai yang lebih berarti. Menurut Vontana (2009:20), inovasi adalah
kesuksesan ekonomi dan sosial berkat diperkenalkannya cara baru atau
kombinasi baru dari cara-cara lama dalam mentransformasi input
menjadi output yang menciptakan perubahan besar dalam hubungan
antara nilai guna dan harga yang ditawarkan kepada konsumen dan/atau
pengguna, komunitas, sosietas dan lingkungan.
Sementara Rosenfeld dalam Sutarno (2012:132), inovasi adalah
transformasi pengetahuan kepada produk, proses dan jasa baru, tindakan
menggunakan sesuatu yang baru. Sementara inovasi organisasi menurut
Sutarno (2012:134-135) didefinisikan sebagai cara-cara baru dalam
pengaturan kerja, dan dilakukan dalam sebuah organisasi untuk
mendorong dan mempromosikan keunggulan kompetitif. Inti dari
inovasi organisasi adalah kebutuhan untuk memperbaiki atau mengubah
suatu produk, proses atau jasa. Inovasi organisasi mendorong individu
untuk berpikir secara mandiri dan kreatif dalam menerapkan
pengetahuan pribadi untuk tantangan organisasi. Semua organisasi bisa
berinovasi termasuk untuk organisasi perusahaan, rumah sakit,
universitas, dan organisasi pemerintahan. Pentingnya nilai, pengetahuan
dan pembelajaran dalam inovasi organisasi sangat penting.
Adapun Yogi dalam LAN (2007:115), inovasi biasanya erat
kaitannya dengan lingkungan yang berkarakteristik dinamis dan
berkembang. Pengertian inovasi sendiri sangat beragam, dan dari banyak
perspektif. Menurut Rogers dalam LAN (2007:115) menjelaskan bahwa
inovasi adalah sebuah ide, praktek, atau objek yang dianggap baru oleh
individu satu unit adopsi lainnya. Sedangkan menurut Damanpour
bahwa sebuah inovasi dapat berupa produk atau jasa yang baru,
tekonologi proses produk yang baru, sistem struktur dan administrasi
baru atau rencana baru bagi anggota organisasi.
Lebih lanjut Halvorsen (Yogi Suwarno. 2011), menjelaskan pula
bahwa inovasi itu sendiri dapat dikategorikan menjadi seperti berikut ini: - Incremental innovations and radical innovations. Inovasi ini berhubungan
dengan tingkat keaslian (novelty) dari inovasi itu sendiri. Khususnya di
sektor industri, kebanyakan inovasi bersifat perbaikan secara incremental
15 - Top-down innovations and bottom-up innovations. Ini untuk menjelaskan
siapa yang memimpin proses perubahan perilaku. Maka top-down berarti
manajemen atau organisasi atau hirarkhi yang lebih tinggi, sedangkan
bottom-up merujuk pada pekerja atau pegawai pemerintah dan pengambil
keputusan pada tingkat unit (mid-level policy makers). - Needs-led innovations and efficiency-led innovation. Proses inovasi yang
diinisiasi telah menyelesaikan permasalahan dalam rangka untuk
meningkatkan efisiensi pelayanan, produk dan prosedur.
Mulgan dan Albury (2003), menyatakan bahwa inovasi yang
sukses adalah merupakan kreasi dan implementasi dari proses, produk,
layanan, dan metode pelayanan baru yang merupakan hasil
pengembangan nyata dalam efisiensi, efektivitas atau kualitas hasil. Oleh
karena itu inovasi telah berkembang jauh dari pemahaman awal yang
hanya mencakup inovasi dalam produk (products & services) dan proses
semata. Inovasi produk atau layanan berasal dari perubahan bentuk dan
desain produk atau layanan, sementara inovasi proses berasal dari
gerakan pembaruan kualitas yang berkelanjutan dan mengacu pada
kombinasi perubahan organisasi, prosedur, dan kebijakan yang
dibutuhkan untuk berinovasi.
Berdasarkan pendapat dari beberapa ahli maka peneliti dapat
menarik kesimpulan bahwa inovasi merupakan suatu penemuan baru
yang berbeda dari yang sebelumnya berupa hasil pemikiran dan ide yang
dapat dikembangkan juga diimplementasikan agar dirasakan
manfaatnya. Inovasi erat kaitannya teknologi dan informasi, khususnya
internet, memiliki peranan penting dalam meningkatkan transparansi.
Richard Heeks dalam LAN (2007:98) mengelompokkan manfaat
tekonologi informasi dan komunikasi dalam dua kelompok, yaitu: - Manfaat pada Tingkat Proses
a. Menghemat biaya: mengurangi biaya transaksi bagi masyarakat untuk
akses ke informasi pemerintah dan mengirim informasi ke pemerintah,
mengurangi biaya bagi pemerintah untuk menyediakan inoformasi.
b. Menghemat waktu: mempercepat proses internal dan proses pertukaran
data dengan instansi lain.
c. Mengurangi keterbatasan: dimanapun, kapanpun informasi dan
layanan pemerintah dapat diakses oleh masyarakat.
d. Keputusan yang lebih baik: pimpinan dapat mengontrol kinerja
stafnya, mengontrol kegiatan, ataupun mengontrol kebutuhan. - Manfaat pada Tingkat Pengelolaan
a. Merubah perilaku aparatur: mengurangi interes pribadi dan
meningkatkan interes rasional atau nasional. Misalnya dalam
mengurangi tindakan korupsi, mengurangi pemalsuan, kerja lebih
efektif dan efisien dan perlakuan terhadap masyarakat yang lebih setara
dalam pelayanan publik.
b. Merubah perilaku masyarakat: partisipasi yang lebih besar terhadap
proses pemerintahan dan memperluas kesempatan pemasok untuk
ambil bagian dalam pelayanan pengadaan barang atau jasa.
c. Pemberdayaan: meningkatkan keseimbangan kekuatan antar
kelompok, melalui kemudahan, akses ke informasi kepemerintahan.
Pemberdayaan aparatur lebih meningkat melalui akses ke informasi
yang dibutuhkan mereka dalam menjalankan tugas dan fungsinya,
pemberdayaan pemasok melalui akses ke informasi tentang pengadaan
barang dan jasa dan pemberdayaan manajer melalui akses ke informasi
mengenai stafnya dan sumberdaya lainnya.
Sedangkan Menurut Rina Mei Mirnasari (2013) mengartikan
inovasi di dalam pelayanan public bisa diartikan sebagai prestasi dalam
meraih, meningkatkan, dan memperbaiki efektivitas, efisiensi dan
akuntabilitas pelayanan publik yang dihasilkan oleh inisiatif
pendekatan, metodologi, dan atau alat baru dalam pelayanan
masyarakat. Inovasi layanan dapat didefinisikan sebagai " suatu proses
yang berisi konsep-konsep baru dan produksi , pengembangan dan
implementasi perilaku . Ini juga merupakan metode, perubahan respon
terhadap lingkungan eksternal atau tindakan pertama akibat pengaruh
lingkungan terhadap transformasi organisasi. " (Lu and Tseng, 2010
apud Daft, 1978).
Menurut Mulgan dan Albury dalam Muluk mengatakan bahwa
inovasi yang sukses merupakan kreasi dan implementasi dari proses,
produk, layanan, dan metode pelayanan baru yang merupakan hasil
pengembangan nyata dalam efisiensi, efektivitas, atau kualitas hasil
Tidak ada komentar:
Posting Komentar