Jumat, 31 Mei 2024

Faktor-faktor yang mempengaruhi Perilaku Inovatif


De Jong and Kemp (2003) memaparkan beberapa faktor yang dapat
membengaruhi perilaku inovatif, yaitu :
a. Tantangan Kerja (Job Challenge)
Ketika karyawan menghadapi tantangan, mereka akan lebih
termotivasi secara intrinsik. Rekan kerja dapat dimotivasi oleh faktor
intrinsik dan ekstrinsik. Motif ekstrinsik meliputi insentif berdasarkan
kenaikan gaji, bonus, dll. Motivator intrinsik termasuk insentif yang
diterima oleh partisipasi. Motif intrinsik diharapkan memiliki pengaruh
yang lebih signifikan dalam membuat saran dan usaha implementasi.
b. Otonomi (Autonomy)
Seseorang akan lebih berinovatif apabila mereka memiliki
pemimpin yang cukup mengawasi dan mengontrol ketika mereka bekerja.
c. Perhatian Strategis (Strategic Attention)
Perhatian dapat mempengaruhi perilaku inovatif, terutama
ditujukan untuk meningkatkan tujuan bisnis yang lebih umum seperti
kepuasan kerja dan kinerja. Perusahaan yang mampu memberikan
perhatian yang baik untuk karyawan akan menjadikan karyawan menjadi
lebih bekerja dengan baik.
d. Situasi yang Mendukung (Supportive Climate)
Perusahaan diharapkan mampu mengetahui situasi yang diperlukan
dan diharapkan oleh karyawan, karena dengan mengetahui apa yang
diharapkan dari mereka, karyawan akan membuang sedikit waktu dalam
memutuskan bagaimana bertindak dalam situasi tertentu. Sehingga,
karyawan dapat lebih berinisiatif dengan melakkan inovasi.
e. Kontak Luar (External Contacts)
Semakin seringnya rekan kerja berinteraksi dengan klien dan
kompetitor maka hal ini memungkinkan pekerja untuk mengidentifikasi
peluang pasar dan ancaman dari pekerjaan mereka di lingkungan yang
lebih cepat dan menggunakannya untuk pengembangan layanan baru.
f. Perbedaan (Differentiation)
Perbedaan situasi, terutama perbedaan situasi pasar akan
mempengaruhi perilaku inovatif, karena karyawan tidak ingin
perusahaannya tertinggal dari perusahaan lain.
g. Variasi Permintaan (Variation in Demand)
Variasi permintaan diharapkan dapat mendorong perilaku inovatif.
ketika Pelanggan menginginkan layanan yang berbeda, maka hal itu
16
membuat karyawa di paksa untuk menghasilkan ide baru secara berurutan
untuk menghubungkan dengan kebutuhan pelanggan.
Berdasarkan faktor-faktor diatas, maka dapat disimpulkan bahwa factor
tantangan kerja (job challenge), otonomi (autonomy), perhatian startegis (strategic
attention), situasi yang mendukung (supportive climate), kontakl uar (external
contacts), perbedaan (differentiation), dan yang terakhir variasi permintaan
(variation in demand) merupakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi
perilaku kerja inovatif

Tidak ada komentar: