Jumat, 31 Mei 2024

Kinerja UMKM

 
Menurut (Kotler, P., & Keller, 2016) kinerja usaha sangat dipengaruhi oleh kemampuan
perusahaan dalam menciptaakan nilai bagi pelanggannya. Kinerja adalah merujuk pada tingkat
pencapaian atau prestasi dari perusahaan dalam periode waktu tertentu. Kinerja sebuah perusahaan
adalah hal yang sangat menentukan dalam perkembangan perusahaan. Tujuan perusahaan yang
terdiri dari: tetap berdiri atau eksis (survive), untuk memperoleh laba (benefit) dan dapat
berkembang (growth), dapat tercapai apabila perusahaan tersebut mempunyai performa yang baik.
Menurut (Schwab, 2017) agar di era disrupsi teknologi perusahaan dapat mencapai kinerja yang
tinggi, perusahaan dapat menggabungkan 3 (tiga) hal, yaitu: 1) fisik, yaitu memanfaatkan aset yang
dimiliki seperti: peralatan, perlengkapan, dan modal finansial, 2) digital, menggunakan teknologi
informasi untuk e-commerce atau e-business, sistem informasi atau aplikasi pencatatan keuangan,
dan 3) biologis, artinya sumber daya manusia yang mengelolanya.
Kinerja UMKM dapat dilihat dari beberapa hal yaitu dimulainya kesempatan kerja yang
sangat penting dalam melihat baik tidaknya suatu usaha. Dengan demikian, semakin besar jumlah
tenaga kerja yang terserap maka semakin besar pula peran UMKM dalam mengatasi permasalahan
tersebut. Begitu juga dengan produktivitas, dengan meningkatkan tenaga kerja yang digunakan
juga meningkatkan produktivitas, kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) juga dapat
meningkatkan pendapatan negara, dalam hal ini baik dari penjualan dalam negeri maupun luar
negeri (ekspor). UMKM dikatakan berhasil jika pendapatannya terus meningkat, hal ini
dipengaruhi oleh peningkatan penjualan. Dengan peningkatan penjualan secara langsung
mempengaruhi kinerja UMKM (Syarifah et al., 2020).
Dalam mengukur kinerja UMKM dibutuhkan sebuah alat ukur yang tepat dimana tidak
hanya didasarkan pada alat ukur finansial saja tetapi juga alat ukur non finansial disesuaikan
dengan tujuan dari sebuah pengukuran. Ukuran keuangan untuk mengetahui hasil tindakan yang
telah dilakukan dimasa lalu dan ukuran keuangan tersebut dilengkapi dengan ukuran non keuangan
misalnya tentang kepuasan customer, kualitas produk dan komitmen personel yang akan
menentukan kinerja di masa yang akan datang (Islami et al., 2017)

Tidak ada komentar: