Kamis, 30 Mei 2024

Jenis Inovasi Dalam Sektor Publik


Halversen (dalam Zulfa Nurdin, 2016:55) membagi tiga tipe spektrum
inovasi dalam sektor publik:
  1. ncremental innovation to radical innovation (di tandai oleh tingkat
    perubahan, perbaikan incremental terhadap produk, proses layanan yang
    sudah ada).
  2. Top down innovation to bottom-up innovation (ditandai oleh mereka yang
    mengawali proses dan mengarah kepada perubahan perilaku dari top
    manajemen atau organisasi atau institusi didalam hirarkhi, bermakna dari
    para pekerja ditingkat bawah seperti pegawai negeri, pelayan masyarakat,
    dan pembuat kebijakan di level menengah).
  3. Need led innovations anda efficiency-led innovation (ditandai apakah
    inovasi proses telah diawali untuk menyelesaikan masalah spesifik atau
    agar produk, layanan atau prosedur yang sudah ada lebih efisien).
    Sangkala (2003:31) menyatakan tipe inovasi dalam sektor publik dapat
    dilihat dari tabel berikut:
  4. Inovasi sistem Sistem baru atau perubahan fundamental dari sistem yang ada
    dengan menetapkan organisasi baru atau pola kerjasama atau
    interaksi baru
    5 Inovasi konseptual Perubahan didalam memandang
    actor seperti perubahan dicapai dengan menggunakan konsep
    baru, misal pengintegrasian pengelolaan sumberdaya
    6 Perubahan radikal yang bersifat rasional Cara pandang atau pergeseran
    matrik mental pegawai dari sebuah organisasi
    Sumber : Halverson (dalam Zulfa Nurdin, 2016:55)
    Mulgan dan Albury (dalam Sangkala, 2013:31) memperkenalkan tipe
    inovasi yaitu 1) inkremental, 2) radikal, dan 3) sistemik bersumber dari level yang
    berbeda yaitu 1) local, 2) lintas organisasi, dan 3) nasional yang dihasilkan dalam
    instansi pemerintahan yang memerankan tiga kebijakan yang saling terkait
    dengan inovasi:
    1. Incremental innovation to radical innovation (di tandai oleh tingkat
      perubahan, perbaikan incremental terhadap produk, proses layanan yang
      sudah ada).
    2. Top down innovation to bottom-up innovation (ditandai oleh mereka yang
      mengawali proses dan mengarah kepada perubahan perilaku dari top
      manajemen atau organisasi atau institusi didalam hirarkhi, bermakna dari
      para pekerja ditingkat bawah seperti pegawai negeri, pelayan masyarakat,
      dan pembuat kebijakan di level menengah).
    3. Need led innovations anda efficiency-led innovation (ditandai apakah
      inovasi proses telah diawali untuk menyelesaikan masalah spesifik atau
      agar produk, layanan atau prosedur yang sudah ada lebih efisien).
      Sangkala (2003:31) menyatakan tipe inovasi dalam sektor publik dapat
      dilihat dari tabel berikut:
    4. Inovasi sistem Sistem baru atau perubahan fundamental dari sistem yang ada
      dengan menetapkan organisasi baru atau pola kerjasama atau
      interaksi baru
      5 Inovasi konseptual Perubahan didalam memandang
      actor seperti perubahan dicapai dengan menggunakan konsep
      baru, misal pengintegrasian pengelolaan sumberdaya
      6 Perubahan radikal yang bersifat rasional Cara pandang atau pergeseran
      matrik mental pegawai dari sebuah organisasi
      Sumber : Halverson (dalam Zulfa Nurdin, 2016:55)
      Mulgan dan Albury (dalam Sangkala, 2013:31) memperkenalkan tipe
      inovasi yaitu 1) inkremental, 2) radikal, dan 3) sistemik bersumber dari level yang
      berbeda yaitu 1) local, 2) lintas organisasi, dan 3) nasional yang dihasilkan dalam
      instansi pemerintahan yang memerankan tiga kebijakan yang saling terkait
      dengan inovasi:
    • Inovasi kebijakan : arah dan inisiatif kebijakan baru
    • Inovasi dalam proses pembuatan keputusan kebijakan untuk mempercepat
      inovasi dan penggabungan.
    • Inovasi top-down dimana perubahan spesifik didorong melalui penerapan
      sistem dengan preskripsi, regulasi dan dukungan, serta inovasi bottom-up
      dimana pemerintah memberikan kemungkinan dan menfasilitasi
      pengembangan dan penggabungan (difusi) inovasi yang berasal dari
      organisasi atau jaringan di dalam sistem. Adapun diffusion adalah
      sebagai proses dimana sebuah inovasi dikomunikasikan melalui saluran
      tertentu terus menerus antar anggota sistem sosial. Patut dicatat dalam
      literatur bahwa fokus pada mekanisme dan proses dimana inovasi
      diterapkan dan diadopsi oleh organisasi lain (difusi atau disseminasi)
      adalah penting sebagai fokus pada aslinya dan kelahiran inovasi (Mulgan
      dan Albury dalam Sangkala, 2013:32).
      Dalam kaitannya dengan manajemen sektor publik, inovasi berarti
      penggunaan metode dan strategi desain kebijakan baru serta standard operating
      system yang baru bagi sektor publik untuk menyelesaikan persoalan publik.
      Dengan demikian, menurut Adriana Alberti and Guido Bertucci (dalam Zulfa
      Nurdin, 2006:15) inovasi dalam governance maupun administrasi publik
      merupakan suatu jawaban kreatif, efektif dan unik untuk menyelesaikan
      persoalan baru atau sebagai jawaban baru atas masalah lama. United Nation
      Development Program (UNDP dalam Zulfa Nurdin, 2006:15) menyatakan jenis
      inovasi antara lain:
    1. Inovasi institusional, dimana fokus pada pembaharuan institusi yang
      sudah ada dan/atau pembentukan institusi baru. Pembaharuan lembaga ini
      membutuhkan analisis dan kajian yang mendalam tentang keberadaan satu
      lembaga disektor publik. Lembaga yang dirasa tidak cukup efektif dan
      tidak memberikan konstribusi riil dalam penyelenggaraan publik perlu
      dilakukan perombakan agar tidak membebani anggaran publik.
    2. Inovasi organisasional, termasuk pengenalan cara kerja baru, prosedur atau
      teknik manajemen baru didalam administrasi publik. Upaya menemukan
      metode dan mekanisme dalam penyelenggaraan publik sangat diperlukan,
      terutama metode-metode baru dalam aspek pengembangan kompetensi
      individu dan penerapan teknologi baru.
    3. Inovasi proses, dimana fokus pada perbaikan kualitas cara pemberian
      layanan publik. Proses pemberian layanan membutuhkan sentuhan-
      sentuhan inovasi terutama dalam hal service delivery, efisiensi layanan dan
      kemudahan akses layanan.
    4. Inovasi konseptual, dimana fokus pada pengenalan bentuk pemerintahan
      baru (misal, Pembuatan kebijakan interaktif, keterlibatan dalam
      kepemerintahan, reformasi anggaran publik, jaringan horizontal).

Tidak ada komentar: