Jumat, 31 Mei 2024

Internet of Things (IoT)


Dunia teknologi semakin hari semakin memberikan hal-hal baru yang
sebelumnya tidak pernah ada, dimana perkembangan teknologi saat ini telah
memberikan beberapa dampak yang sangat signifikan bagi kehidupan manusia itu
sendiri. Dunia komunikasi saat ini menjadi salah satu contoh yang sangat
terdisrupsi akibat kehadiran teknologi. Dari hadirnya surat sebagai alat komunikasi
kemudian kehadiran kode atau sandi morse, hingga hadirnya telepon yang membuat
setiap orang mampu berkomunikasi pada saat itu juga dan kemudian tergantikan
dengan kehadiran media komunikasi lainnya seperti Skype, WhatsApp, Messanger
dan apapun itu yang menggunakan platform internet sebagai basis untuk
menghadirkan komunikasi yang lebih dekat dan nyata kepada setiap masyarakat
sehingga tingkat ketergantungan masyarakat kepada dunia teknologi saat ini
menjadi sangat tinggi.
Menurut Patel (2017), masyarakat percaya bahwa Internet of Things (IoT)
dapat memberikan perubahan yang cukup signifikan, menciptakan suatu revolusi
di dunia industri, dan berdampak luas kepada masyarakat. Tetapi hal ini perlu
disadari bahwa diperlukan suatu waktu yang cukup panjang untuk seluruh
masyarakat dapat mengadopsi IoT itu sendiri. Masih dalam artikelnya, Patel (2017)
mengemukakan bahwa dengan semakin meningkatnya konektivitas yang terjadi di
masyarakat maka hal tersebut ikut membantu IoT semakin terhubung dengan cepat.
Berdasarkan laporan dari McKinsey Global Institute bahwa perkembangan IoT
dapat memberikan dampak positif secara ekonomi antara $3,9 - $11,1 triliun di
tahun 2025 dan tentu itu merupakan suatu angka yang cukup fantastis. Lebih lanjut,
bahwa semakin terciptanya infrastruktur yang semakin membaik, ikut pula
membantu masyarakat semakin terhubung satu sama lainnya dan semakin mudah
pula setiap masyarakat untuk menikmati jaringan atau koneksi internet yang saat
ini masih sebagian besar dinikmati masyarakat perkotaan terutama di negara-negara
ekonomi berkembang sehingga dengan terciptanya infrastruktur yang semakin
memadai, semakin mudah pula setiap orang terhubung dan IoT menjadi hal yang
semakin mudah tercapai baik itu dari sisi pengumpulan data yang saat ini semakin
hari semakin dirasakan ketika melakukan suatu aktifitas di dunia maya. Kebutuhan
IoT semakin terasa bagi beberapa industri dimana hal itu akan berkaitan dengan
pola pengambilan keputusan dari setiap level manajemen sehingga keputusan-
keputusan yang akan diambil semakin tepat, efisien, dan efektif serta mengurangi
beberapa dampak negatif yang dapat terjadi. Data yang semakin terhubung dan
akurat memberikan kesempatan kepada setiap elemen industri untuk melihat
keputusan di dalam setiap tindakan perusahaan.
Bagaimana dengan isu keamanan di dalam dunia IoT? Hal tersebut juga
telah menjadi isu yang paling penting dibahas dimana saat ini masyarakat
terhubung atau terkoneksi di dunia maya dengan berbagi data personal yang tentu
saja dapat membahayakan setiap individu tersebut. Beberapa hal yang menjadi
kekhawatiran adalah bagaimana cara memproteksi penggunaan internet agar
terhindar dari serangan yang dikenal dengan istilah cyberattack dimana serangan
yang terjadi secara spesifik menargetkan perangkat-perangkat yang berhubungan
dengan IoT seperti appliances, dan routers. Lebih lanjut diutarakan oleh Patel
(2017) dalam artikelnya bahwa serangan cyber yang terjadi dikarenakan akibat
kelemahan dari manusia itu sendiri semisal dalam pemilihan kata sandi atau
penggantian kata sandi secara berkala. Serangan itu sebagai hasil demonstrasi atas
rentannya IoT yang dihasilkan dari kekurangan atas kepedulian terhadap menjaga
dan mengatur perangkat tersebut dan kelemahan itu tidak dengan serta merta dapat
dieliminasi melalui data enkripsi, program yang mendeteksi adanya serangan,
kontrol biometrik, atau melalui teknologi canggih lainnya.

Tidak ada komentar: