Sistem Du Pont sering digunakan untuk pengendalian divisi, prosesnya
disebut dengan pengendalian terhadap tingkat pengembalian investasi (ROI). Jika
ROI untuk divisi tertentu berada di bawah angka yang ditargetkan, melalui sistem
Du Pont dapat ditelusuri sebab–sebab terjadinya penurunan ROI.
Tahap-tahap dalam melakukan analisis Du Pont adalah sebagai berikut:
- Menghitung rasio aktifitas yaitu Total Assets Turn Over (TATO)
Total Assets Turn Over (TATO) atau perputaran aktiva digunakan untuk
mengukur efisiensi penggunan aktiva untuk menghasilkan penjualan.
Rumus yang digunakan dalam menghitung perputaran aktiva adalah
sebagai berikut:
Total Assets Turnover = Penjualan Bersih / Total Aktiva - Menghitung profit margin
Profit margin digunakan untuk untuk mengukur kemampuan perusahaan
dalam menghasilkan keuntungan. Operating profit margin mengukur
persentase dari profit yang diperoleh perusahaan dari tiap penjualan
sebelum dikurangi dengan biaya bunga dan pajak. Pada umumnya semakin
tinggi rasio ini maka semakin baik. Rumus yang digunakan dalam
menghitung net profit margin adalah sebagai berikut:
Net Profit Margin = Laba Bersih Setelah Pajak (EAT) / Penjualan Bersih - Menghitung Return On Investment (ROI)
Rumus yang digunakan dalam menghitung perputaran aktiva adalah
sebagai berikut:
Return on Investment = Net profit margin x Assets turnover
Menurut Harahap (2010:335), Du Pont menganggap penting angka Return
on Investment (ROI) sehingga ia memulainya dari langkah ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar