Jumat, 31 Mei 2024

Pendekatan Du Pont System


Sistem Du Pont sering digunakan untuk pengendalian divisi, prosesnya
disebut dengan pengendalian terhadap tingkat pengembalian investasi (ROI). Jika
ROI untuk divisi tertentu berada di bawah angka yang ditargetkan, melalui sistem
Du Pont dapat ditelusuri sebab–sebab terjadinya penurunan ROI.
Tahap-tahap dalam melakukan analisis Du Pont adalah sebagai berikut:

  1. Menghitung rasio aktifitas yaitu Total Assets Turn Over (TATO)
    Total Assets Turn Over (TATO) atau perputaran aktiva digunakan untuk
    mengukur efisiensi penggunan aktiva untuk menghasilkan penjualan.
    Rumus yang digunakan dalam menghitung perputaran aktiva adalah
    sebagai berikut:
    Total Assets Turnover = Penjualan Bersih / Total Aktiva
  2. Menghitung profit margin
    Profit margin digunakan untuk untuk mengukur kemampuan perusahaan
    dalam menghasilkan keuntungan. Operating profit margin mengukur
    persentase dari profit yang diperoleh perusahaan dari tiap penjualan
    sebelum dikurangi dengan biaya bunga dan pajak. Pada umumnya semakin
    tinggi rasio ini maka semakin baik. Rumus yang digunakan dalam
    menghitung net profit margin adalah sebagai berikut:
    Net Profit Margin = Laba Bersih Setelah Pajak (EAT) / Penjualan Bersih
  3. Menghitung Return On Investment (ROI)
    Rumus yang digunakan dalam menghitung perputaran aktiva adalah
    sebagai berikut:
    Return on Investment = Net profit margin x Assets turnover
    Menurut Harahap (2010:335), Du Pont menganggap penting angka Return
    on Investment (ROI) sehingga ia memulainya dari langkah ini

Tidak ada komentar: