Inovasi pertama kali ditekankan oleh Schumpeter 1942 dalam kaitannya dengan proses
kewirausahaan. Oleh karena itu, realisasi ide-ide inovati dianggap sebagai perilaku kewirausahaan.
Tidak adanya ide kreatif dalam pengenalan produk atau layanan dapat menurunkan penjualan dan
mendorong pergeseran sumber daya. Sebaliknya, perusahaan yang mampu bersaing diciptakan
dengan memanfaatkan sumber daya perusahaan yang ada. Maka, inovasi dianggap sebagai faktor
keberhasilan penting dalam konsep kewirausahaan. Kemampuan inovatif sebagai kemampuan
perusahaan untuk secara cepat menggunakan metode, proses, produk, dan layanan baru dalam
menanggapi lingkungan bisnis yang berubah, sehingga memperoleh keunggulan kinerja
(Agyapong, 2018).
(Robbins & Coulter, 2016) mendefinisikan inovasi sebagai mengambil ide-ide kreatif dan
mengubahnya menjadi produk atau metode kerja yang berguna. Suatu usaha bisnis yang mampu
membuat inovasi, dapat memimpin dan memperkecil peluang pesaing untuk melakukan inovasi
lebih awal. Maka dari itu, pebisnis harus menyiapkan startegi inovasi terhadap usahanya agar dapat
menciptakan keunggulan dari pesaing. Oleh karena itu perusahaan dituntut untuk mampu
menciptakan penilaian-penilaian baru, ide-ide baru dan menawarkan produk yang inovatif serta
peningkatan kinerja layanan yang memuaskan pelanggan.
Inovasi mencerminkan kecenderungan perusahaan untuk terlibat dalam dan mendukung
ide-ide baru, kebaruan, eksperimen, dan proses kreatif yang dapat menghasilkan produk, layanan,
atau proses teknologi baru (Wang, 2019). Menurut (KBBI, 2021) inovasi adalah penemuan baru
yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya (gagasan, metode, atau
alat).
(Suhaeni, 2018) menyebutkan dalam peneitiannya bahwa terdapat 2 dari 4 dimensi strategi
inovasi kewirausahaan yaitu inovasi proses dan inovasi produk. Penjelasan dimensi strategi
inovasi pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Inovasi Proses
Inovasi proses mencakup tahapan dari produk baru, pengembangan proses, dari konsep
gagasan sampai dengan penerimaan di pasar. Inovasi proses meliputi fungsi kualitas dan
pengembangan proses bisnis (Fahmila, 2018). Disamping itu inovasi proses merupakan salah satu
cara untuk meningkatkan kualitas produk dengan cara yang lebih efisien. Indikator pada inovasi
proses yang digunakan dalam penelitian (Larashati & Hariyati, 2021) adalah struktur formal,
hubungan dengan pelanggan dan pemasok, budaya inovasi, dan kemampuan teknologi.
2. Inovasi Produk
Inovasi produk sangat dibutuhkan untuk bertahan di dalam dunia usaha, agar tidak terjadi
kejenuhan produk di kalangan konsumen. Suatu produk harus memiliki keunggulan dari produk-
produk yang lain baik dari segi kualitas, desain, bentuk, ukuran, kemasan, pelayanan, garansi, dan
rasa agar dapat menarik minat konsumen untuk mencoba dan membeli produk tersebut. Inovasi
produk dapat dipisahkan menjadi 3 indikator, yaitu: Perluasan lini produk, produk tiruan atau
imitasi, dan produk baru (Fahmila, 2018).
Hambatan UMKM dalam hal inovasi untuk meningkatkan daya saing disebabkan karena
UMKM memiliki berbagai keterbatasan, yaitu kemampuan dalam beradaptasi dengan lingkungan
yang masih kurang termasuk kurangnya kemampuan dalam membaca peluang usaha, kurangnya
berinovasi dalam mengantisipasi berbagai tantangan lingkungan (Ayunin et al., 2021).
Hubungan inovasi dengan pasar yang didalamnya terdapat 5 C yaitu, yaitu Competitors
(pesaing), Competition (persaingan), Change of Competition (perubahan), Change Driver
(menentukan arah perubahan), dan Customer Behavior (perilaku konsumen). Jika hal-hal tersebut
diperhatikan dengan baik, terdapat nilai tambah yang dapat mendongkrak pertumbuhan dan
perkembangan perusahaan. Faktor lainnya adalah memiliki efisiensi dan efektivitas yang luar
biasa. Tanpa efisiensi dan efektivitas suatu inovasi yang ditemukan maka inovasi tersebut tidak
memiliki arti atau dampak yang signifikan bagi kemajuan perusahaan. Inovasi harus sejalan
dengan visi dan misi perusahaan agar tidak menyimpang dari arah pertumbuhan bisnis. Inovasi
harus diperhatikan dan diterapkan terus menerus agar ada inovasi yang berkesinambungan untuk
menumbuhkan perusahaan menjadi lebih baik dan lebih berkembang (Suhaeni, 2018)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar