Jumat, 31 Mei 2024

Inovasi


Teknologi telah menjadi kebutuhan yang substansial saat ini dan
bagaimana teknologi telah memainkan peran yang cukup penting secara global.
Manusia dapat terhubung satu sama lain dengan mudah, masalah-masalah sosial
yang dahulu hanyalah abstrak, sekarang telah mempunyai beberapa penyelesaian
yang mudah. Konsep-konsep bisnis konvensional yang ada, perlahan telah mulai
usang dan diganti dengan pola bisnis baru yang memanfaatkan teknologi sebagai
media transformasi untuk memangkas biaya-biaya tidak perlu yang selama ini telah
menjadi ketakutan tersendiri bagi para pebisnis konvensional yang ada saat ini.
Inovasi tidak dapat terelakkan, kehadiran inovasi membuat gerah sebagian
orang yang telah terlalu lama duduk di zona nyaman sehingga mengalami kerepotan
ketika harus berubah dan harus memikirkan konsep-konsep bisnis baru yang pada
akhirnya akan menantang yaitu untuk tetap bertahan atau melepaskan bisnis-bisnis
konvensional karena terdesak oleh biaya perusahaan yang semakin besar dan
gempuran-gempuran inovatif yang diluncurkan oleh generasi-generasi muda saat
ini yang berpikir untuk memecahkan masalah-masalah sosial yang telah lama
terjadi di beberapa sektor.
Kemunculan Go-jek, Tokopedia, Grab, Uber, ataupun model bisnis baru
lainnya yang berbasis pada kemampuan teknologi memberikan suatu hentakan
yang cukup kuat bagi dunia usaha konvensional yang selama ini dipandang sebagai
kekuatan bisnis. Gempuran pendatang-pendatang baru ini memberikan pilihan-
pilihan yang menarik kepada masyarakat dalam memudahkan langkah untuk
memenuhi kebutuhan sehari-hari baik dari sisi transportasi hingga kebutuhan
rumah tangga sekalipun, suatu disruptive innovation yang tidak dapat dielakkan
oleh semua masyarakat. Dapat dikatakan bahwa revolusi industri telah terjadi
dalam bentuk perkembangan dan pertumbuhan teknologi.

Berdiskusi mengenai inovasi, Christensen (2016) menyatakan bahwa
terdapat dua bentuk inovasi yaitu inovasi yang bertahap atau dikenal dengan
instilah incremental innovation dan inovasi bergerak dengan cepat atau lebih
dikenal dengan istilah disruptive innovation. Saat ini telah banyak bermunculan
perusahaan-perusahaan rintisan yang digawangi oleh generasi muda yang penuh
dengan solusi dan harapan dimana seluruh proses atau kegiatan dapat diwadahi
dengan teknologi yang saat ini tentu saja telah mengambil peran yang sangat
penting di dalam kehidupan masyarakat. Telepon genggam canggih pun saat ini
sangat mudah di dapatkan dan telah dipenuhi dengan fitur-fitur standar yang dapat
membantu aktifitas masyarakat sehingga hambatan-hambatan yang dulunya
menjadi hal yang sangat meresahkan, maka dengan kehadiran teknologi saat ini
telah membuka peluang baru dan menjadi solusi atas permasalahan yang timbul di
tengah masyarakat saat ini.
Lebih lanjut, Christensen (2016) pun membagi dua hal penting pada pola
disruptive innovation yang disebutkan di atas dimana oleh Christensen dinyakatan
bahwa disruptive innovation ini akan hadir pada low end atau new market footholds
atau dengan kata lain bahwa hal tersebut akan timbul jika kita mampu mememnuhi
kebutuhan masyarakat yang paling mendasar (pelanggan yang belum dapat
dilayani) atau kita mampu menempatkan posisi kita di pasar baru yang belum
pernah ada sebelumnya. Inovasi merupakan sebuah proses dan tentu saja suatu
progres membutuhkan waktu untuk bisa diterima di masyarakat dan melalui
beberapa tahapan yang harus dilalui agar bisa diterima dengan layak di masyarakat.
Christensen (2016) pun menuliskan bahwa perusahaan-perusahaan yang telah
begitu kokoh dan stabil dapat hancur dalam waktu sekejap dapat dengan mudah
mengalami kesulitan dikarenakan adanya pemain-pemain baru di dalam dunia
usaha yang telah stabil tersebut dengan melakukan transformasi atau melakukan
penetrasi pasar dengan memperkenalkan kemudahan, kenyamanan, akses yang
mudah, serta dengan harga yang mudah dijangkau oleh semua orang dan pada
akhirnya hal tersebutlah yang akan meredefinisi kembali arti sebuah industri itu
sendiri.
Sebuah proses pasti terjadi terutama di dalam dunia usaha dan hal tersebut
telah lama terjadi dimana penggunaan kereta kuda secara perlahan digantikan oleh
kehadiran kendaraan yang menggunakan tenaga mesin sehingga pada jamannya hal
tersebut mengganggu stabilitas industri yang berkaitan dengan transportasi kuda.
Setiap proses inovasi akan menghadirkan kelompok yang telah siap akan perubahan
dan kelompok yang tidak siap dengan hadirnya perubahan tersebut (Kasali, 2017)
dan lebih lanjut disruptive innovation telah memberikan peluang dan kesempatan
baru bagi masyarakat untuk melihat dan berkarya dengan pemanfaatan teknologi
yang ada saat ini yang tentu saja telah berkembang dengan pesatnya.
Inovasi telah menghasilkan atau menciptakan petarung baru yang tidak
terlihat dan mendadak hadir di tengah masyarakat dengan solusi untuk pemecahan
masalah yang fundamental yang ada di masyakarat secara mendadak juga petarung
mampu menggoyang stabilitas para pemain lama di dunia industri yang memaksa
untuk menilik kembali pola bisnis yang selama ini jalankan atau dengan kata lain
dipaksa untuk beradaptasi mengatasi inovasi baru yang diciptakan (Kasali, 2017).
Gempuran masif inovasi yang terjadi saat ini tidak dapat dielakkan lagi, dan hal
tersebut menjadi terasa berat dikarenakan tiadanya kesadaran dari pemain lama dan
juga para pengambil kebijakan untuk menyadari pertempuran yang sedang terjadi
dan banyak yang masih berasumsi bahwa tidak akan terlibas dan merasa kondisi
usahanya baik-baik saja dan model bisnis baru yang bermunculan saat ini dengan
dukungan teknologi tanpa terasa telah menguasai kebutuhan dasar masyarakat pada
umumnya (Kasali, 2017). Lebih lanjut dikatakan Kasali (2017) bahwa saat ini dunia
telah mengalami perubahan, dimana perubahan tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Perkembangan teknologi telah membuat produk menjadi jasa dengan format
    yang berbeda dan tentu saja dengan pola masyarakat yang berbeda atau dapat
    dikatakan pola konsumsi pun terbentuk dengan sendirinya.
  2. Munculnya generasi baru sebagai suporter terhadap inovasi yang terjadi
    sebagai kalangan mayoritas dalam peradaban baru ini sehingga disebut
    dengan kalangan millennial.
  3. Lahirnya dengan pesat microprocessor dengan kapasitas yang lebih baik yang
    menyebabkan perkembangan teknologi bergerak dengan cepat dan pada
    akhirnya menuntut kita untuk segera berpikir dan bertindak lebih cepat lagi.
  4. Munculnya para leader baru yang dengan sadar menciptakan perubahan
    dengan cara-cara yang baru dan akhirnya menciptakan pola pikir yang baru
    yang lebih baik untuk mengatasi setiap permasalahan yang ada dan pada
    akhirnya memicu setiap orang untuk terlibat di dalam setiap perubahan positif
    yang ada di dalam dunia teknologi ini.
  5. Model bisnis konvensional secara perlahan dan bertahap akan mengalami
    kemunduran dan akan diganti dengan model bisnis baru dimana barang dan
    jasa yang ditawarkan akan lebih terjangkau, mudah diakses, sederhana, dan
    diterima oleh masyarakat dimana istilah sharing economy yang terjadi saat
    ini sangatlah wajar hadir di dalam kehidupan masyarakat saat ini.
  6. Berbicara dari sisi teknologi, internet saat ini telah memasuki gelombang
    ketiga yaitu IoT atau lazim disebut dengan istilah Internet of Things dimana
    bukan lagi media sosialmenjadi hal yang menarik melainkan kolaborasi dan
    smart device akhirnya mendorong setiap masyarakat untuk hidup dalam karya
    yang kolaboratif sehingga hal tersebut dapat menjadi peluang sekaligus
    ancaman bagi masyarakat.

Tidak ada komentar: