Jumat, 31 Mei 2024

Indikator Kinerja UMKM

 
Pengukuran kinerja UMKM dapat diukur dengan melihat ada atau tidaknya pertumbuhan
yang terjadi pada suatu usaha, hal tersebut selanjutnya menjadi indikator untuk mengukur kinerja
UMKM. Berikut indikator menurut (Purwaningsih & Haryono, 2019) yang dilakukan pada
penelitian ini yaitu :
1) Pertumbuhan penjualan
Pertumbuhan penjualan merupakan keberhasilan investasi periode masa lalu dan dapat
dijadikan sebagai prediksi pertumbuhan masa yang akan datang. Pertumbuhan penjualan
mencerminkan penerimaan pasar atas produk atau jasa perusahaan yang akan mempengaruhi
kemampuan mempertahankan usaha. Pertumbuhan penjualan yang tinggi akan meningkatkan
pendapatan, sehingga kinerja usaha juga meningkat. Pertumbuhan penjualan diukur dari
prosentase perubahan penjualan periode sekarang dengan periode sebelumnya. Kore dan Septarini
(2018)
2) Peningkatan laba
Kore dan Septarini (2018) menyampaikan laba adalah kelebihan pendapatan diatas biaya-biaya
yang dikeluarkan perusahaan. Setiap kegitan usaha bertujuan untuk memperoleh laba yang
maksimal agar dapat mempertahankan kelangsungan usahanya. Laba sering digunakan sebagai
ukuran kinerja suatu usaha. Oleh karena itu pertumbuhan laba yang tinggi mencerminkan kinerja
perusahaan semakin bagus. Pertumbuhan laba dari diukur dari prosentase perubahan perolehan
laba periode sekarang dengan periode sebelumnya.
3) Peningkatan pasar
Keberhasilan kegiatan perusahaan ditinjau dari perspective konsumen dimana tingginya
permintaan terhadap produk perusahaan dan tingkat kepuasan konsumen terhadap produk. Laela
Susdiani (2020)
4) Pertumbuhan pada modal
Pertumbuhan modal merupakan tingkat perubahan modal yang digunakan untuk kegiatan
usaha apabila dibandingkan dengan jumlah modal yang digunakan pada periode sebelumnya.
Modal usaha terdiri dari modal sendiri dan modal eksternal. Modal memiliki peranan penting
dalam menciptakan laba, sehingga pertumbuhan modal yang tinggi akan meningkatkan kinerja
perusahaan. Pertumbuhan modal diukur dari prosentase perubahan modal periode sekarang dengan
periode sebelumnya yang digunakan dalam kegiatan usaha baik berupa modal sendiri maupun
modal eksternal Kore dan Septarini (2018)

Tidak ada komentar: