- Keengganan menutup program yang gagal (Reluctance to close down
failing program or organization) - Sebuah program atau bahkan unit organisasi yang sudah jelas
menunjukkan kegagalan akan lebih baik ditutup dan diganti dengan
program atau unit baru yang lebih menjanjikan. Kegagalan memang hal
yang lumrah dalam berinovasi, namun keengganan menghentikan
kegagalan sama artinya dengan menutup peluang meraih perubahan yang
lebih baik. - Ketergantungan berlebihan pada high performer (Over-reliance on high
performers as source of innovation) - Ketergantungan terhadap figur tertentu yang memiliki kinerja tinggi,
sehingga kecenderungan kebanyakan pegawai di sektor publik hanya
menjadi follower.Ketika figur tersebut hilang, maka yang terjadi adalah
stagnasi dan kemacetan kerja. - Teknologi ada, terhambat budaya & penataan organisasi (Technologies
available but constraining cultural or organizational arrangement) - Seringkali inovasi gagal bukan karena tidak adanya dukungan teknologi,
namun lebih karena tradisi atau kebijakan organisasi yang tidak
proinovasi. - Tidak ada penghargaan atau insentif (No rewards or incentives to innovate
or adopt innovations)
21 - Kemampuan berinovasi tidak dapat dianggap sebagai sebuah hal yang
biasa-biasa saja atau kinerja normal, namun harus dipandang sebagai
sesuatu yang istimewa sehingga layak diberikan penghargaan. - Ketidakmampuan menghadapi resiko & perubahan (Poor skills in active
risk or change management) - Bagaimanapun, aspek keterampilan memegang perang penting untuk
keberhasilan inovasi. Sebesar apapun motivasi pegawai dan lingkungan
yang kondusif namun tidak ditunjang oleh keterampilan yang memadai,
maka tetap saja inovasi akan berhenti sebagai wacana. - Anggaran jangka pendek & perencanaan (Short-term budget and planning
horizons) - Pengembangan inovasi baik dalam sakala organisasional maupun
nasional haruslah direncanakan dengan baik bukan hanya dalam
perspektif tahunan, namun juga perspektif jangka menengah dan panjang. - Tekanan & Hambatan Administratif (Delivery pressures and
administrative burdens) - Relasi antara negara dengan masyarakat atau antara pimpinan dengan
pegawainya sering didasarkan pada basis ketidakpercayaan
(distrust).Akibatnya, untuk sebuah urusan kecil saja (misalnya pelayanan
perijinan) harus menyertakan persyaratan yang banyak, prosedur yang
panjang, dan melibatkan aktor yang berlapis. Hal seperti ini menimbulkan
tekanan bagi siapa saja yang berkepetingan dan menghilangkan hasrat
untuk berinovasi. - Budaya Risk Aversion (Culture of risk aversion)
- Resiko dipandang sebagai sesuatu yang harus dihindari bahkan dijauhi,
bukan sesuatu yang justru memberi tantangan baru yang lebih berenergi
sehingga harus dihadap
Kamis, 30 Mei 2024
Faktor Penghambat Inovasi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar