Kamis, 30 Mei 2024

Kesejahteraan


Menurut Modo Muhammad Sucipto (dalam Khadijah, 2013:31)
menyatakan bahwa : “Kesejahteraan berasal dari kata sejahtera yang berarti
sentosa, aman dan makmur terlepas dari segala macam gangguan dan
kesulitan”. Berdasarkan pendapat tersebut, keadaan sejahtera dimaksudkan
keadaan sentosa, aman, makmur serta terlepas dari segala macam gangguan dan
kesukaran hidup terpenuhi, dengan demikian keadaan sejahtera dalam kehidupan
sosial ekonomi msyarakat.
Aspek ekonomi merupakan aspek yang tidak bisa terlepas dari kehidupan
manusia, dalam hal ini aspek ekonomi seseorang yang terdiri atas pendapatan,
kebutuhan pokok, pemilikan harta benda, merupakan cermin dari tingkat hidup
seseorang dapat diukur oleh keadaan ekonomi yang bersangkutan, sehubungan
dengan hal ini Mubyarto (dalam Khadijah,2013 :32) mengatakan :
“Tingkat kesejahteraan dapat diukur dengan aspek ekonomi yaitu jumlah
pendapatan, macam dan jumlah barang yang dimiliki atau dikuasai serta
kebebasan untuk menentukan barang atau usaha apa yang dilakukan untuk
meningkatkan kepuasan hidupnya”.
Kalau dilihat dari jumlah pendapatan, M.C. Suprapti dan Djemen Bale
(dalam Khadijah, 2013:32) menyatakan bahwa :
“Tingkat kesejahteraan dapat di ukur dengan sampai dimana tingkat pendapatan.
Dari tingkat pendapatan ini berapa persen yang dipakai untuk memenuhi
kebutuhan pokok (sandang, pangan dan papan) dan seterusnya dan sampai
dimana kemampuan untuk memenuhi kebutuhan hidup lainnya”.
Sementara itu, kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pokok dapat
menjadi ukuran terhadap kehidupan ekonomi seseorang atau sekelompok orang.
Seperti yang dikemukakan Emil Salim (dalam Khadijah,2013:32) yang
mengatakan bahwa :“Kemiskinan lazimnya dilukiskan sebagai kurangnya
kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti sandang, pangan dan
papan”.
Mengenai kebutuhan pokok yaitu perumahan, Parsudi Suparlan (dalam
Khadijah, 2013:33) menyatakan bahwa : “Rumah merupakan kebutuhan hidup
yang pokok bagi manusia bagaimanapun caranya dan dengan kondisi apapun
selalu diusahakan oleh manusia untuk mendapatkannya. Pentingnya rumah bagi
manusia bukan hanya fungsinya sebagai tempat tinggal atau berteduh, tetapi juga
sebagai fungsi lainnya yang saling berkaitan pada hakekatnya berkenaan dengan
eksistensi dan kelangsungan hidup manusia”.
Menurut Marpaung (2005: 203 ), kesejahteraan adalah gagasan, diperlukan
langkah nyata untuk mewujudkannya. Kesejahteraan adalah tunas harapan,
diperlukan optimisme untuk menumbuhkannya kesejahteraan adalah usaha,
diperlukan keteguhan hati untuk mencapainya.
Menurut Darmawan Triwibowo (2006:21), yang mencakup komponen
dalam kesejahteraan rakyat yaitu :
a. Kesehatan.
b. Pendidikan.
c. Perumahan.
d. Pelayanan kerja.
e. Pemeliharaan penghasilan (income maintenance), yang meliputi bantuan
sosial.
f. Pelayanan.
Pengertian seperti ini menempatkan kesejahteraan msyarakat sebagai
tujuan dari suatu kegiatan pembangunan dan menuntaskan kemiskinan melalui
pemberdayaan masyarakat. Adapun kesejahteraan masyarakat mempunyai lima
fungsi pokok yaitu:
a. Perbaikan secara progresif dari pada kondisi - kondisi kehidupan
orang.
b. Pengembangan sumberdaya manusia.
c. Berorientasi orang terhadap perubahan sosial dan penyesuaian diri.
d. Penggerakan dan penciptaan sumber-sumber komunitas untuk tujuan-
tujuan pembangunan.
e. Penyediaan struktur-struktur institusional untuk berfungsinya pelayanan-
pelayanan yang terorganisir lainnya. Fauzik Lendriyono (2007:105)
Salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk adalah
“Dengan mengembangkan potensi swadaya dan keswadayaan yang ada melalui
kelompok-kelompok yang sudah terbentuk dalam masyarakat yang bersangkutan
”Rahardjo (dalam Nur Basarini, 2003:21).
Rahadjo (dalam Nur Basarini, 2003:21) menyatakan bahwa swadaya
adalah upaya yang didasarkan pada kepercayaan kemampuan diri dan berdasar
pada sumber daya yang dimiliki. Sedangkan keswadayaan masyarakat dipahami
sebagai semangat untuk membebaskan diri dari ketergantungan pada pihak luar
atau kekuatan dengan memanfaatkan daya yang mereka miliki. Selain itu,
Swadaya masyarakat merupakan suatu kemampuan untuk memanfaatkan dan
mengembangkan fasilitas-fasilitas yang telah tersedia sebagai hasil pembangunan
yang dilaksanakan pemerintah.

Tidak ada komentar: