Dunia baru yang dikenal saat ini adalah semua kebutuhan manusia dibuat
menjadi lebih mudah, dekat, dan terjangkau tentu dibutuhkan pula kepemimpinan
yang memahami dan mengerti akan tantangan masa depan yang sedang terjadi
dampak dari perkembangan dan pertumbuhan teknologi itu sendiri. Cragun dan
Sweetman (2016) mengidentifikasi bahwa terdapat lima pemicu sehingga
terjadinya suatu perubahan sejak tahun 1980 dan kelima kategori penyebab itu
adalah: Teknologi (IT), Teori Manajemen, Peristiwa Negara, Daya Saing Global,
serta Geopolitik. Permasalahan yang muncul ini senantiasa diatasi dengan pola
pemikiran yang baik dan tentu saja melihat jalan keluar yang tepat dalam
menyelesaikannya sehingga menghasilkan kejutan baru yang positif yang akan
berguna bagi kehidupan manusia.
Seringnya terdengar konsep platform yang disebutkan oleh para pengusaha
perusahaan rintisan yang dikenal dengan istilah startup dan datang dengan ide
segar yang dilengkapi dengan kekuatan baru yaitu teknologi yang siap menerobos
pasar lama dan tentu saja akan mengubah peta pola konsumsi masyarakat yang ada
selama ini (Kasali, 2017). Hal ini mungkin hanya menjadi sebuah hal yang abstrak
beberapa dekade yang lalu tetapi hal ini menjadi nyata saat ini seiring dengan
perkembangan teknologi yang tumbuh dengan cepat sehingga memungkinkan
semua orang untuk ikut dan menikmati keunggulan teknologi saat ini. Pola
pemikiran ini tentu jauh jika dibandingkan dengan para incumbent yang mungkin
masih memikirkan atau menyalahkan para generasi muda yang hanya dengan
menenteng laptop, menggunakan kaos, dan bercelana jeans mampu merebut pasar
yang telah bangun bertahun-tahun, hal ini dikarenakan pola pemikiran yang telah
berubah dalam melihat celah antara kebutuhan dan permasalahan masyarakat
dengan kemampuan teknologi yang dimiliki sehingga dapat memberikan solusi
yang tepat, efektif, dan efisien bagi masyarakat.
Pola pemikiran baru yang hadir di tengah-tengah kita semua adalah
bagaimana cara untuk saling berbagi. Di masa ekonomi memiliki, semua orang
ingin menguasai aset, ingin memiliki yang sebesar-besarnya dan saat ini hal
tersebut banyaknya aset pribadi yang menganggur, dan hal tersebut menimbulkan
masalah baru, dimana idle capacity tersebut tidak bergerak dan tidak menghasilkan
sepeser pun uang malah menjadi beban biaya yang teramat besar bagi pemilik aset
tersebut, dan secara harafiah dapat dikatakan bahwa kelebihan bagi sekelompok
orang berarti kekurangan bagi sekelompok orang lainnya yang pada akhirnya
menimbulkan ketimpangan. Ketimpangan ini dilihat sebagai peluang oleh para
pelaku-pelaku usaha muda yang telah memiliki mindset untuk saling berbagi tadi
sehingga dengan keunggulan teknologi yang miliki dan melihat celah yang ada,
menggeser pola konsumsi masyarakat dari yang ingin memiliki menjadi untuk
berbagi dengan memanfaatkan aset-aset yang berlebihan tadi sehingga hal
terpenting adalah bukan memiliki, tetapi tersedia atau tidaknya barang dan jasa
yang ingin di tawarkan serta bagaimana membuat seluruh masyarakat
menikmatinya dan dengan kata lain saling tolong menolong.
Lebih lanjut, pola pemikiran baru yang tercipta saat ini akan memicu pada
perkembangan Artificial Intelegence (AI) dimana perkembangan AI akan menjadi
salah satu kunci utama di masa yang akan datang. Hal-hal baru akan tercipta seiring
dengan pola konsumsi masyarakat itu sendiri yang dibarengi dengan pemenuhan
kebutuhan manusia pada khususnya. Hal tersebut telah terlihat di saat ini bagaimana
13
dunia maya sangat dekat dengan kebutuhan konsumsi masyarakat, bahkan dengan
satu klik semua sudah bisa tersedia di depan mata tanpa masyarakat harus datang
ke gerai konvensional yang dulu menjadi primadona dan merajai pasar konsumsi
masyarakat tetapi jaman telah berganti, perkembangan teknologi telah mengubah
seluruh pola konsumsi masyarakat itu sendiri. Telah kita saksikan bagaimana gerai-
gerai besar menutup seluruh atau sebagian gerai di beberapa toko karena tidak kuat
menghadapi perubahan jaman sekarang dan gempuran toko-toko on-line yang
bertebaran di depan layar ponsel pintar masyarakat saat ini, dan yang lebih menarik
pemilik gerai-gerai on-line tersebut sebagian besar anak muda yang menganggu
pola bisnis konvensional yang ada saat ini, dari kepemilikan aset yang mutlak
menjadi kepemilikan bersama atau sharing economy.
Istilah pengumpulan data atau Big Data menjadi hal yang mutlak saat ini,
dimana data-data ini menjadi sangat penting dan berguna di masa sekarang, tidak
lain dan tidak bukan adalah untuk mengetahui preferensi dan pola konsumsi
masyarakat itu sendiri dari sisi usia, jenis kelamin, hobi, dan lain sebagainya
sehingga produk yang ditawarkan ataupun jasa yang ditawarkan akan langsung
mengenai sasaran pada preferensi tertentu atau pada kelompok usia, jenis kelamin,
hobi orang-orang tertentu dan tentu saja hal tersebut akan membuat produk dan jasa
yang akan ditawarkan menjadi lebih mudah dan terarah. Tanpa disadari gelombang
perubahan ini terus terjadi dan semakin terasa dan terlihat pada generasi muda
dengan gawai terbaru dan teranyar yang miliki. Gawai-gawai yang berada di
genggaman kita dan di tangan para generasi muda ini telah mengikis jarak dan
waktu sehingga produk dan jasa yang ditawarkan semakin mudah digapai dan
dijangkau hanya dengan satu sentuhan lembut di layar ponsel pintar yang dimiliki
saat ini, begitu mudah, nyaman, dan singkat proses transaksi itu terjadi sehingga
dapat dikatakan pola konsumsi yang terjadi secara konvensional semakin bergeser
dan kebutuhan akan informasi terbaru akan produk dan jasa yang ditawarkan
semakin meningkat. Pola pemikiran baru ini akan mengajak kita ke arah sana, ke
arah baru dimana disruptive idea akan sering kita jumpai dan mendobrak para
pemain konvensional yang selama ini ada dan bertahan cukup lama sehingga
kehadiran pemikiran atau ide yang baru dan segar ini tentu saja akan memberikan
solusi atas permasahalan yang terjadi di tengah masyarakat dan akan memberikan
solusi-solusi yang tepat serta efisien dan efektif kepada masyarkat.
Pola pemikiran baru ini akan sulit untuk dibendung dan akan semakin
menyebar seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin hari semakin
canggih dan akan mengubah tatanan hidup masyarakat itu sendiri. Ketergantungan
akan teknologi akibat kemudahan yang ditawarkan akan menjadi hal yang lumrah
di kemudian hari dan akan menciptakan peluang-peluang baru ataupun hambatan-
hambatan baru, tetapi untuk saat ini, kemajuan teknologi yang telah ada terbukti
memberikan sumbangsih positif bagi kebutuhan masyarakat di dalam pemenuhan
kebutuhan sehari-hari . Terobosan baru dalam perkembangan teknologi, dimana
algoritma yang akan digunakan akan menjadi penentu kemana konsumsi
masyarakat akan terjadi, sehingga hubungan manusia dan AI akan mengubah pola
kerja industri selama ini yang telah ada dan telah mengambil hati masyarakat (Rao,
Anand 2017)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar