Pengukuran kinerja keuangan adalah penting sebagai sarana atau indikator
dalam rangka memperbaiki kegiatan operasional diperusahaan agar dapat bersaing
dengan perusahaan lain lewat efisiensi dan efektivitas. Kinerja keuangan dapat
dinilai dengan menggunakan beberapa alat analisis. Pengukuran kinerja keuangan
juga berarti membandingkan antara standar yang telah ditetapkan dengan kinerja
keuangan yang ada dalam perusahaan (Sujarweni, 2017).
Dengan adanya pengaruh kegiatan operasional pada kinerja keuangan ini
bisa diperbaiki apabila perusahaan dapat mengalami pertumbuhan keuangan yang
lebih baik dan dapat bersaing secara sehat melalui efisiensi dan efektivitas.
Pengukuran kinerja keuangan dilakukan bersamaan dengan proses analisis.
Analisis kinerja keuangan adalah proses pengkajian kinerja keuangan secara kritis
yang meliputi tinjauan keuangan, penghitungan, pengukuran, interpretasi dan
pemberian solusi terhadap masalah keuangan perusahaan pada periode tertentu
(Hery, 2015).
Menurut Jumingan (2018 ; 240), “ada beberapa tahap dalam pengukuran kinerja
keuangan adalah sebagai berikut:
1) Review data laporan
Maksud dari perlunya mempelajari data secara menyeluruh adalah untuk
meyakinkan pada penganalisis bahwa laporan sudah cukup jelas
menggambarkan semua data keuangan yang relevan dan telah
diterapkannya prosedur akuntansi maupun metode penilaian yang tepat,
sehingga penganalisis akan betul-brtul mendapatkan laporan keuangan yang
dapat diperbandingkan.
2) Menghitung
Dengan menggunakan berbagai metode dan tekhnik analisis dilakukan
perhitungan-perhitungan, baik metode perbandingan, persentase
perkomponen, analisis rasio keuangan, dan lain-lain. Dengan metode atau
tekhnik apa yang akan digunakan dalam perhitungan sangat bergantung
pada tujuan analisis.
3) Membandingkan atau mengukur
Langkah berikutnya setelah melakukan perhitungan adalah
membandingkan atau mengukur. Langkah ini diperlukan guna mengetahui
kondisi hasil perhitungan tersebut apakah sangat baik, baik, sedang, kurang
baik, dan seterusnya.
4) Menginterprestasi
Interprestasi merupakan inti dari proses analisis sebagai perpaduan antara
hasil pembandingan/pengukuran dengan kaidah teoritis yang berlaku. Hasil
interprestasi mencerminkan keberhasilan maupun permasalahan apa yang
ingin dicapai perusahaan dalam pengelolaan keuangan
5) Solusi
Langkah terakhir dari rangkaian prosedur analisis. Dengan memahami
problem keuangan yang dihadapi perusahaan akan menempuh solusi yang
tepat.
Kinerja keuangan dapat dinilai dengan menggunakan beberapa perangkat
berwawasan. Dilihat dari caranya, penyidikan keuangan dapat dibagi menjadi 8
(delapan) jenis, sebagaimana dikemukakan oleh Jumingan (2018:242), yaitu:
a. Analisis perbandingan Laporan Keuangan, merupakan teknik analisis
dengan cara membandingkan laporan keuangan dua periode atau lebih
dengan menunjukkan perubahan, baik dalam jumlah (absolute) maupun
dalam persentase (relatif)
b. Analisis Tren (tendensi posisi), merupakan teknik analisis untuk
mengetahui tedensi keadaan keuangan apakah menunjukkan kenaikan atau
penurunan. Hal yang membedakan antara kedua teknik ini adalah tahun atau
periode pembanding
c. Analisis Persentase per Komponen, teknik analisis untuk mengetahui
persentase investasi pada masing-masing aktiva terhadap total aktiva
seluruhnya
d. Analisis Sumber dan Penggunaan Modal Kerja, merupakah teknik analisis
untuk mengetahui besarnya sumber dan penggunaan modal kerja melalui
dua periode waktu yang dibandingkan
e. Analisis Sumber dan Penggunaan Kas, merupakan teknik analisis untuk
mengetahui kondisi kas disertai sebab terjadinya perubahan kas pada suatu
periode tertentu
f. Analisis Rasio Keuangan, merupakan teknik analisis keuangan untuk
mengetahui hubungan di antara pos tertentu dalam neraca maupun laporan
laba rugi baik secara individu maupun secara simultan
g. Analisis Perubahan Laba Kotor, merupakan teknik analisis untuk
mengetahui posisi laba dan sabab-sebab terjadinya perubahan laba. Analisis
ini dimaksudkan untuk emngetahui posisi laba yang dibudjetkan dengan
laba yang bener-bener dapat dihasilkan
h. Analisis Break Even, merupakan teknik analisis untuk mengetahui tingkat
penjualan yang harus dicapai agar perusahaan tidak mengalami kerugian,
tetapi pada tingkat penjualan tersebut perusahaan belum memperoleh
keuntungan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar