Teori motivasi dibagi dalam dua kategori, yaitu teori kandungan (content),
yang memusatkan perhatian pada kebutuhan dan sasaran tujuan, dan teori proses,
yang banyak berkaitan dengan bagaimana orang berperilaku dan mengapa mereka
berperilaku dengan cara tertentu. Adapun teori motivasi menurut para ahli yaitu :
1. Teori Maslow Tentang Hierarki Kebutuhan
Hierarki itu didasarkan pada anggaran bahwa pada waktu orang telah
memuaskan satu tingkatan kebutuhan tertentu, mereka ingin bergeser ke
tingkat kebutuhan tertentu, mereka ingin bergeser ke tingkat lebih tinggi.
Menurut Maslow dikutip oleh Uno (2014:40) ada lima tingkat kebutuhan
Hierarki Kebutuhan Maslow
a. Kebutuhan Fisiologis, kebutuhan yang harus dipuaskan
untuk dapat tetap hidup, termasuk makanan,
perumahan, pakaian, udara untuk bernapas, dan
sebagainya.
b. Kebutuhan akan Rasa Aman, ketika kebutuhan fisiologis
seseorang telah dipuaskan, perhatian dapat diarahkan
kepada kebutuhan akan keselamatan. Keselamatan itu, termasuk merasa aman dari setiap jenis ancaman fisik
atau kehilangan, serta merasa terjamin. Pada waktu
seseorang telah mempunyai pendapatan sukup untuk
memenuhi semua kebutuhan kejiwaan, seperti, membeli
makanan dan perumahan, perhatian diarahkan kepada
menyediakan jaminan melalui pengambilan polis
asuransi, mendaftarkan diri masuk perserikatan
pekerjaan, dan sebagainya.
c. Kebutuhan akan Cinta Kasih atau Kebutuhan Sosial,
ketika seseorang telah memuaskan kebutuhan fisiologis
dan rasa aman, kepentingan berikutnya adalah
hubungan antarmanusia. Cinta kasih dan kasih saying
yang diperlukan pada tingkat ini, mungkin disadari
melalui hubungan-hubungan antarpribadi yang
mendalam, tetapi juga yang mencerminkan dalam
kebutuhan untuk menjadi bagian berbagi kelompok
social. Dalam kaitannya dengan pekerjaan, sementara
orang mungkin melakukan pekerjaan tertentu karena
kebutuhan mendapatkan uang untuk memelihara gaya
hidup dasar. Akan tetapi, mereka juga menilai pekerjaan
dengan dasar hubungan kemitraan social yang
ditimbulkannya.
d. Kebutuhan akan Penghargaan, percaya diri dan harga
diri maupun kebutuhan akan pengakuan orang lain.
Dalam kaitannya dengan pekerjaan, hal itu berarti
memiliki pekerjaan yang dapat diakui sebagai
bermanfaat, menyediakan sesuatu yang dicapai, serta
pengakuan umum dan kehormatan di dunia luar.
e. Kebutuhan Aktualisasi Diri, kebutuhan tersebut
ditempatkan paling atas pada hierarki Maslow dan
berkaitan dengan keinginan pemenuhan diri. Ketika
semua kebutuhan lain sudah dipuaskan, seseorang ingin
mencapai secara penuh potensinya. Tahap terakhir itu
mungkin tercapai hanya oleh beberapa orang.
2. Teori Motivasi Dalam Pekerjaan Menurut Uno (2014:49)
a. Teori keadilan (equity), teori ini menonjolakan
kenyataan bahwa motivasi seseorang mungkin
dipengaruhi oleh perasaan seberapa baikkah mereka
diperlukan di dalam organisasi apabila dibandingankan
orang lain. Kalau orang merasa perlakuan orang-orang
terhadapnya tidak sebaik perlakuan orang-orang itu
terhadap orang lain yang dianggap sebanding,
kemungkinan besar orang itu kurang terdorong untuk
menyajikan kinerja yang baik. b. Teori sasaran (goal), teori ini didasarkan pada
kepercayaan bahwa sasaran ditentukan oleh cara
mereka berperilaku dalam pekerjaan dan sejumlah
upaya yang mereka gunakan. Adakah indikasi bahwa
memiliki sasaran yang benar-benar jelas memang
membantu mendorong minat orang, dan hal itu
cenderung untuk mendorong organisasi berupaya
mengembangkan rencana kinerja manajemen yang
lengkap.
c. Teori perlambang (attribution), teori ini menyatakan
bahwa motivasi tergantung pada faktor-faktor internal,
seperti atribut pribadi seseorang dan faktor-faktor luar
yang mungkin berupa kebijakan organisasi, derajat
kesulitan pekerjaan yang ditanganin, dan sebagainya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar