Sabtu, 24 September 2022

Employee Agility (skripsi, tesis, dan disertasi)


Employee Agility didefinisikan sebagai kemampuan karyawan untuk merespons secara
efektif dan tepat waktu terhadap perubahan yang dinamis dan terus berubah, serta mereka
memanfaatkan perubahan tersebut untuk mencapai keuntungan maksimal. Employee Agility atau
kelincahan karyawan dianggap sangat krusial untuk dimiliki karyawan dalam perusahaan. Hal ini
karena, Employee Agility diharapkan akan meningkatkan kemampuan kecepatan dalam
beradaptasi, inovasi, fleksibilitas, serta kemampuan karyawan terhadap perubahan-perubahan
baru. Kelincahan karyawan ini dapat dilihat berdasarkan perspektif perilaku karyawan itu sendiri.
Karyawan yang lincah biasanya memiliki perilaku yang proaktif, adaptif, dan generatif (Saad Mian
& Saad Mian, 2017). Pandangan ini dilihat pada bagaimana kemampuan karyawan dalam
beradaptasi, serta bagaimana kemampuanya untuk secara proaktif merespons dan mempersiapkan
perubahan demi menjadi lebih agile. Berdasarkan (Hida Syahchari et al., n.d.), bahwa perusahaan
yang memiliki karyawan yang agile akan beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan dan
lonjakkan pasar, serta dapat merespons dengan tepat dan fleksible terhadap permintaan pelanggan.
Dari definisi-definisi tersebut, ruang lingkup Employee Agility ini berfokus pada kemampuan
karyawan dalam menangani ketidakpastian dan peluang baru (Bala et al., 2019). Menurut (Bala et
al., 2019), seorang yang memiliki keterbukaan dan ekstraversi (seseorang yang minatnya lebih
mengarah ke alam luar dari pada pengalaman sendiri) tinggi belum tentu lincah atau gesit di tempat
kerja. Justru, menjadi agile atau lincah di tempat kerja adalah seseorang yang dapat
memperhatikan, belajar, dan juga dapat menanggapi perubahan lingkungan pada situasi kerja.
Berdasarkan penelitian (Rawashdeh & Tibor, 2020) di sektor perbankan pun mengatakan, bahwa
karyawan dengan kemampuan agile yang tinggi, mereka akan mampu menerapkan dan
menghasilkan ouput inovatif yang lebih besar. Namun, perlu diperhatikan bahwa terdapat sebagian
besar karayawan yang tidak mampu berperilaku inovatif dalam situasi stress atau dengan jadwal
yang menuntut. Oleh karena itu, Employee Agility yang dianggap krusial ini, perusahaan harus
berusaha untuk membuat lingkungan kerja yang lebih fleksibel dan sehat demi lingkungan kerja
yang sehat, sehingga dapat membantu karyawan menjadi lebih agile bahkan dalam sitausi paling
kritis sekalipun.

Tidak ada komentar: