Menurut Avunduk (2018), manufacturing flexibility adalah kemampuan
operator dalam mengoperasikan sumber daya manufakturnya dan ketidakpastian
dalam memenuhi permintaan pelanggan. Fleksibilitas manufaktur sebagai
kemampuan untuk beradaptasi dengan kondisi pasar dalam hal opsi seperti
variasi, kuantitas, perbedaan harga dan kualitas barang-barang manufaktur. Selain
itu, fleksibilitas manufaktur merupakan kemampuan untuk merespon perubahan
lingkungan dengan lebih sedikit waktu dan biaya. Namun, salah satu definisi yang
paling komprehensif mendefinisikan sistem manufaktur sebagai "kapasitas untuk
beradaptasi dengan sukses untuk mengubah kondisi lingkungan dan mengubah
persyaratan produk dan proses".
Menurut Camison dan Lopez (2009), Fleksibilitas manufaktur didefinisikan
sebagai kapasitas untuk menyebarkan atau memindahkan sumber daya produksi
secara efisien sebagai perubahan dalam lingkungan. Fleksibilitas manufaktur
adalah kemampuan perusahaan dalam merekonfigurasi kembali sumber daya
manufaktur untuk menghasilkan berbagai produk berkualitas tinggi agar dapat
diterima secara efisien untuk mengatasi perubahan tidak pasti pada lingkungan
bisnis dengan sedikit hukuman dalam, usaha, waktu, kinerja atau biaya. (Chan,
Ngai, & Moon, 2017)
Menurut Avunduk (2018), Fleksibilitas manufaktur muncul sebagai konsep
multidimensional yang kompleks dan terus berkembang selama bertahun-tahun.
Fleksibilitas manufaktur sebagai kebutuhan untuk memproduksi bagian-bagian
yang berbeda secara efektif dan efisien. Mencapai fleksibilitas dalam produksi
volume besar tanpa mengorbankan efisiensi dimulai dengan pengembangan selsel manufaktur dan sistem manufaktur yang fleksibel. Efisiensi dan fleksibilitas
hanya dapat dicapai dengan mengurangi waktu dan biaya persiapan manufaktur,
beralih ke pengaturan tata letak yang berorientasi pada produk, meningkatkan
keandalan peralatan dan meningkatkan kualitas. Fleksibilitas memiliki sepuluh
aspek fleksibilitas dan hierarki fleksibilitas mulai dari sumber individu hingga unit
bengkel, pabrik, fungsional dan unit bisnis. Fleksibilitas manufaktur secara
signifikan terkait dengan kinerja dan fleksibilitas campuran dan inovasi produk
baru memiliki efek positif pada pertumbuhan penjualan dan margin laba bersih.
Fleksibilitas volume memiliki efek positif pada pertumbuhan penjualan dan laba
bersih. Fleksibilitas mempengaruhi kinerja unit bisnis strategis secara positif.
Demikian pula, fleksibilitas manufaktur secara signifikan terkait dengan kinerja.
Menurut Chan et al. (2016) Fleksibilitas manufaktur terbagi menjadi 2 yaitu
range flexibility dan respone flexibility:
Menurut Chan et al. (2016), Rentang fleksibilitas (Range flexibility)
merupakan kemampuan perusahaan dalam menyediakan produk yang bervariasi
dalam menanggapi perubahan permintaan pasar dengan meningkatkan berbagai
tugas, memperoleh pemasok tepat waktu, dan menjadwal kembali urutan
25
produksi. Menurut Chan et al. (2016) didalam range flexibility terdapat beberapa
indikator:
1. Unit kerja memiliki fleksibilitas yang besar dalam penjadwalan ulang
pesanan produksi sebagai respon atas perubahan permintaan
2. Unit kerja memiliki fleksibilitas yang besar dalam mendapatkan pemasok
tepat waktu dalam menanggapi perubahan permintaan
3. Unit kerja memiliki fleksibilitas yang tinggi dalam menangani peningkatan
keterampilan kerja sebagai tanggapan atas perubahan permintaan
Menurut Chan et al. (2016), Fleksibilitas tanggapan (Response flexibility)
merupakan kemampuan perusahaan untuk dengan cepat menanggapi peubahan
permintaan pengiriman dengan mengetahui penjualan serta inventaris, dengan
asumsi biaya penyimpanan, dan pergerakan kontainer yang cepat. Menurut Chan
et al. (2016) di dalam respone flexibility terdapat beberapa indikator:
1. Unit kerja merespon dengan cepat dengan asumsi biaya tercatat
2. Unit kerja merespon dengan cepat dalam mempercepat pergerakan
kontainer
3. Unit kerja merespon dengan cepat dalam melacak inventaris dan
penjualan
Kemampuan pengaturan proses produksi ditentukan dari fleksibilitas
manufaktur. Hal ini guna menghasilkan produk dalam menghadapi adanya
perubahan yang tidak terduga di lingkungan bisnis, baik dari segi hal, usaha,
biaya, waktu atau kinerja. Perusahaan dapat merekonfigurasi sumber daya
manufaktur yang ada untuk menciptakan perbedaan produk secara efisien
sehingga ketersediaan penawaran ke pasar dapat meningkat, meningkatkan
kemampuannya untuk merespon perubahan dengan cepat, dan mencapai dengan
kuat. kinerja untuk produk yang berbeda dengan fleksibilitas manufaktur.
Fleksibilitas manufaktur memiliki tujun utama untuk untuk meminimalisir waktu
produksi, mengurangi biaya produksi, dan memperluas rentang produk mengingat
sumber daya yang ada
Sabtu, 24 September 2022
Manufacturing Flexibility (skripsi, tesis, dan disertasi)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar