Davenport dan Prusak (1998) dalam Kim dan Lee (2006) mendefinisikan
kemampuan berbagi pengetahuan pengetahuan sebagai berbagai kumpulan
pengalaman yang telah terstruktur, nilai, informasi kontekstual dan keahlian.
Dalam organisasi, pengetahuan kadang tertanam tidak hanya dalam laporanlaporan kerja organisasi tetapi juga dalam rutinitas organisasi, proses, praktek
kerja dan juga aturan-aturan organisasi. Hal ini menjadikan pengetahuan sebagai
aset penting sekaligus menjadi sumber daya bagi organisasi. Ketika pengetahuan
menjadi pusat sumber daya organisasi, maka perilaku berbagi pengetahuan
menjadi tantangan tersendiri untuk diwujudkan di dalam organisasi. Berangkat
dari hal tersebut maka kemampuan berbagi pengetahuan dapat dipertimbangkan
sebagai salah satu faktor kesuksesan organisasi dalam menerapkan sistem
pengelolaan pengetahuan pada organisasi. Proses penciptaan berbagi pengetahuan pada organisasi membutuhkan penyebaran pengalaman kerja karyawan dan juga
kolaborasi antara individu dan sub sistem dalam organisasi (Kim dan Lee, 2006).
McDermott dan O’Dell (2001) mengatakan bahwa perusahaan-perusahan
yang sukses dalam mengeimplementasikan berbagi pengetahuan disebabkan
karena aktivitas berbagi pengetahuan yang diterapkan diintegrasikan dengan
budaya organisasi pada perusahaan tersebut. Begitu juga dengan Ruuska (2005)
dalam Rudiyanto (2012) yang menyimpulkan bahwa budaya merupakan salah
satu faktor kunci yang berpengaruh terhadap berbagi pengetahuan. Hal ini
mengindikasikan bahwa sumber daya manusia dalam organisasi harus dapat
terhubung dalam suatu tujuan organisasi untuk dapat saling dibagikan salah
satunya melalui budaya organisasi. Bahkan menurut Hauschild et al (2001),
menciptakan budaya pengetahuan merupakan prasyarat untuk terjadinya berbagi
pengetahuan dalam organisasi. Nilai-nilai dalam budaya organisasi mempunyai
pengaruh terhadap berbagi pengetahuan antara lain yaitu kepercayaan, inovasi
kolaborasi, dan implementasi. Hal ini berdampak positif nantinya pada performa
organisasi secara jangka panjang (Alavi et al, 2001 dalam Kim dan Lee, 2006).
Penelitian yang dilakukan Kim dan Lee (2006) merupakan salah satu
penelitian pelopor tentang kemampuan berbagi pengetahuan pada karyawan di
organisasi publik dan juga swasta (Noor dan Salim, 2012). Penelitian ini
membahas tentang faktor-faktor yang mempunyai pengaruh terhadap kemampuan
berbagi pengetahuan yaitu faktor organisasi berupa budaya organisasi dan struktur
organisasi serta dukungan teknologi informasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar