Sabtu, 24 September 2022

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kemampuan Berbagi Pengetahuan (skripsi, tesis dan disertasi)

Davenport dan Prusak (1998) dalam Kim dan Lee (2006) mendefinisikan kemampuan berbagi pengetahuan pengetahuan sebagai berbagai kumpulan pengalaman yang telah terstruktur, nilai, informasi kontekstual dan keahlian. Dalam organisasi, pengetahuan kadang tertanam tidak hanya dalam laporanlaporan kerja organisasi tetapi juga dalam rutinitas organisasi, proses, praktek kerja dan juga aturan-aturan organisasi. Hal ini menjadikan pengetahuan sebagai aset penting sekaligus menjadi sumber daya bagi organisasi. Ketika pengetahuan menjadi pusat sumber daya organisasi, maka perilaku berbagi pengetahuan menjadi tantangan tersendiri untuk diwujudkan di dalam organisasi. Berangkat dari hal tersebut maka kemampuan berbagi pengetahuan dapat dipertimbangkan sebagai salah satu faktor kesuksesan organisasi dalam menerapkan sistem pengelolaan pengetahuan pada organisasi. Proses penciptaan berbagi pengetahuan pada organisasi membutuhkan penyebaran pengalaman kerja karyawan dan juga kolaborasi antara individu dan sub sistem dalam organisasi (Kim dan Lee, 2006). McDermott dan O’Dell (2001) mengatakan bahwa perusahaan-perusahan yang sukses dalam mengeimplementasikan berbagi pengetahuan disebabkan karena aktivitas berbagi pengetahuan yang diterapkan diintegrasikan dengan budaya organisasi pada perusahaan tersebut. Begitu juga dengan Ruuska (2005) dalam Rudiyanto (2012) yang menyimpulkan bahwa budaya merupakan salah satu faktor kunci yang berpengaruh terhadap berbagi pengetahuan. Hal ini mengindikasikan bahwa sumber daya manusia dalam organisasi harus dapat terhubung dalam suatu tujuan organisasi untuk dapat saling dibagikan salah satunya melalui budaya organisasi. Bahkan menurut Hauschild et al (2001), menciptakan budaya pengetahuan merupakan prasyarat untuk terjadinya berbagi pengetahuan dalam organisasi. Nilai-nilai dalam budaya organisasi mempunyai pengaruh terhadap berbagi pengetahuan antara lain yaitu kepercayaan, inovasi kolaborasi, dan implementasi. Hal ini berdampak positif nantinya pada performa organisasi secara jangka panjang (Alavi et al, 2001 dalam Kim dan Lee, 2006). Penelitian yang dilakukan Kim dan Lee (2006) merupakan salah satu penelitian pelopor tentang kemampuan berbagi pengetahuan pada karyawan di organisasi publik dan juga swasta (Noor dan Salim, 2012). Penelitian ini membahas tentang faktor-faktor yang mempunyai pengaruh terhadap kemampuan berbagi pengetahuan yaitu faktor organisasi berupa budaya organisasi dan struktur organisasi serta dukungan teknologi informasi

Tidak ada komentar: