Menurut Xiu et al. (2017), Fleksibilitas strategis adalah "kemampuan
perusahaan untuk bersikap proaktif atau merespon dengan cepat terhadap kondisi
persaingan yang berubah dan, dengan demikian dapat mengembangkan dan
mempertahankan keunggulan kompetitif". Menurut Chan et al. (2016),
Fleksibilitas strategis adalah kapasitas sebuah perusahaan untuk menyesuaikan
keputusan strategisnya dalam menanggapi perubahan internal atau eksternal
dalam lingkungan pasar. Menurut Xiu et al. (2017) Perkembangan yang cepat
dalam teknologi, persaingan yang ketat, dan meningkatnya globalisasi telah
mengubah secara fundamental lingkungan eksternal bisnis, menjadikannya
dinamis, kompleks, dan tidak dapat diprediksi dalam administrasi bisnis. Di
beberapa negara, seperti Cina, di mana lingkungan kelembagaan juga berubah
secara dramatis. Agar tetap kompetitif dan relevan dalam lingkungan yang sangat
dinamis yang dicirikan oleh diskontinuitas, inovasi, dan ketidakpastian
institusional, perusahaan perlu mengembangkan fleksibilitas strategis untuk
beradaptasi dengan perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Fleksibilitas strategis mengarah pada kemampuan perusahaan untuk merubah
strategisnya agar tetap kompetitif dalam perubahan lingkungan yang substansial,
cepat dan tidak pasti terjadi yang berdampak pada kinerja perusahaan. Menurut
Chan et al. (2016) Flexibilitas strategis terbagi menjadi 2 yaitu fleksibiltas sumber
daya dan fleksibilitas koordinasi.
Fleksibilitas sumber daya yang diartikan sebagai rangkaian sumber daya
yang tersedia dalam sebuah perusahaan untuk digunakan. Menurut Chan et al.
(2016) di dalam sebuah fleksibilitas sumber daya terdapat beberapa indikator:
1. Sumber daya utama berkontribusi pada pengembangan produk,
produk, penjualan, dan sebagainya
2. Tingkat berbagi sumber daya utama yang digunakan dalam
pengembangan, produksi, penjualan, dan layanan purna jual produk
yang berbeda adalah tinggi
3. Perusahaan sering menemukan penggunaan baru untuk sumber daya
utama yang ada melalui komunikasi antar unit
4. Penggunaan sumber daya utama dapat dengan mudah dialihkan ke
alternatif di berbagai unit perusahaan.
Fleksibilitas koordinasi diartikan sebagai opsi yang tersedia untuk
menyebarkan sumber daya yang ada melalui sistem dan proses organisasi.
Menurut Chan et al. (2016) Fleksibilitas koordinasi memiliki beberapa indikator:
1. Waktu peralihan ke produk yang berbeda adalah pendek pada jalur
produksi utama
2. Biaya peralihan ke produk yang berbeda kecil pada jalur produksi
utama
3. Untuk mengatasi berbagai kondisi, kami melakukan upaya untuk
meningkatkan mobilitas dengan mengembangkan kemampuan secara
bertahap
4. Untuk mengatasi berbagai kondisi, kami melakukan upaya untuk
meningkatkan kemampuan beradaptasi dengan mengembangkan
kemampuan secara bertahap.
Sabtu, 24 September 2022
Strategic Flexibility (skripsi, tesis, dan disertasi)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar