Sabtu, 24 September 2022

Supply Chain Management (skripsi, tesis, dan disertasi)


Menurut Indrajit dan Djokopranoto (2005) pertama kali istilah supply chain
digunakan oleh beberapa konsultan logistik pada tahun 1980-an, kemudian
dianalisis lebih lanjut oleh para akademisi pada tahun 1990-an, maka muncul
konsep supply chain management. Menurut Haizer dan Render. (2001), Supply
chain management merupakan kegiatan pengelolan kegiatan-kegiatan yang
dilakukan dalam rangka memperoleh bahan barang jadi, dan mengirimkan produk
tersebut menjadi barang dalam proses dan barang jadi, dan mengirimkan produk
tersebut ke konsumen melalui sistem distribusi. Kegiatan-kegiatan ini
mencangkup fungsi pembelian tradisional ditambah kegiatan-kegiatan lainnya
yang penting bagi hubungan antara pemasok dengan distributor. Menurut
Stevenson dan Chuong (2014), sebuah rantai pasokan (supply chain) adalah
urutan organisasi-fasilitas, fungsi, dan aktivitas yang terlibat dalam produksi dan
pengiriman suatu produk atau jasa. Urutan tersebut dimulai dari pemasok dasar
bahan baku hingga pelanggan akhir. Fasilitas meliputi gudang, pabrik, pusat, 
pemrosesan, pusat distribusi, took ritel, dan kantor. Fungsi dan aktivitas meliputi
peramalan, pembelian, manajemen persediaan, manajemen informasi, jaminan
mutu, penjadwalan, produksi, distribusi, pengiriman, dan layanan pelanggan.
Menurut Haizer dan Render. (2014), Supply Chain Management menggambarkan
koordinasi dari keseluruhan kegiatan rantai pasokan, dimulai dari bahan baku dan
diakhiri dengan pelanggan yang puas. Tujuan dari supply chain management
adalah untuk mengoordinasi kegiatan dalam rantai pasokan untuk memaksimalkan
keunggulan kompetitif dan manfaat dari rantai pasokan bagi konsumen akhir.
Menurut Desi dan Munas (2013), Kinerja supply chain management merupakan
sebuah kinerja perihal mutu aktifitas yang berhubungan dengan perpindahan
barang, dari bahan mentah sampai kepada konsumen akhir, termasuk yang
berhubungan dengan dana dan informasi.
Menurut Haizer dan Render. (2001) SCM bisa meliputi penetapan: (1)
pengangkut, (2) pentransferan kredit dan tunai, (3) pemasok (supplier), (4)
distributor dan bank, (5) utang dan piutang, (6) pergudangan, (7) pemenuhan
pesanan, dan (8) membagi-bagi informasi mengenai ramalam permintaan,
produksi dan kegiatan pengendalian persediaan. Pemikiran yang mendasari hal ini
adalah pemfokusan pada pengurangan kesia-siaan dan maksimisasi nilai pada
rantai pasokannya. Kegiatan para manajer rantai pasokan mengcangkup disiplin
akuntansi, keungan, pemasaran, dan manajemen operasi.

Tidak ada komentar: