Sabtu, 24 September 2022

Innovative Behaviour (skripsi, tesis dan disertasi)

. Berbagi pengetahuan adalah sarana dasar di mana karyawan secara umum dapat bertukar pengetahuan dan berkontribusi pada inovasi (Wang & Noe, 2010). Dengan demikian diharapkan nantinya bisa berpengaruh kefektifan tim yang dibentuk untuk membantu setiap proses yang nantinya akan dilalui tim. Efektif yang dimaksud adalah setiap permasalah atau hambatan yang nantinya muncul bisa diselesaikan dengan cepat dan tepat mengingat tidak ada pemimpin tetap di dalam satu tim yang artinya keputusan bisa diambil secara cepat jika memang sudah mendapatkan solusi setelah berkonsultasi di dalam tim itu sendiri. Dengan knowledge sharing yang diterapkan tentu saja akan lebih mudah inovasi baru akan di temukan mengingat setiap informasi yang diberikan dari satu karyawan dan yang lain akan berbeda-beda karena pengetahuan setiap karyawan tidak sama. Berbagi pengetahuan juga tidak hanya mengkoordinasikan satu tim itu sendiri namun dengan berbagi pengetahuan nantinya pengetahuan-pengetahuan tersebut bisa berguna untuk organisasi karena berbagi pengetahuan dapat mentransfer pengetahuan individu dan tim ke dalam pengetahuan organisasi (Wang & Wang, 2012). Manajemen pengetahuan yang efektif dapat menghasilkan keunggulan kompetitif karena organisasi meningkatkan kreativitas, inovasi dan reputasi, yang pada gilirannya meningkatkan keuntungan organisasi (Wang & Noe, 2010). Tidak mudah dalam mengelola pengetahuan karena mungkin dalam tim berbeda dari sisi usia yang bisa menjadi faktor penghambat, mengingat perbedaan dalam cara penanggapi setiap gagasan dari pengetahuan yang dibagikan. Namun dengan koordinasi yang baik dan benar kesalahan tersebut 11 bisa diminimalisir. (Nonaka & Takeuchi, 1995) Menggambarkan manajemen pengetahuan sebagai proses : (1) akuisisi pengetahuan, (2) pengorganisasian pengetahuan, (3) pengungkit pengetahuan, (4) berbagi pengetahuan dan (5) memori organisasi (Van De Ven, 1986) mendefinisikan inovasi sebagai proses menghasilkan dan mengimplementasikan ide-ide segar. Perilaku inovatif individu telah didefinisikan sebagai "penciptaan, pengenalan, dan penerapan ide-ide baru yang disengaja dalam peran kerja, kelompok atau organisasi, untuk mendapatkan manfaat kinerja peran, kelompok, atau organisasi" (Janssen, 2004). Menurut (Janssen, 2000) perilaku inovatif terdiri dari tiga perilaku yang berbeda: Generasi Ide, Promosi Ide, dan Realisasi Ide (1) generasi ide, Jenis pertama dari perilaku inovatif adalah pembangkitan ide, yang didefinisikan sebagai “aktivitas yang mengalir bebas di mana aplikasi, implikasi, dan konsekuensi diidentifikasi dan kemudian dibentuk melalui penyempurnaan menjadi ide baru atau serangkaian ide” (Mumford, 2000). (Amabile, Conti, Coon, Lazenby, & Herron, 1996) menggambarkan bahwa generasi ide adalah proses dimana ideide baru dalam bidang apapun dapat dibuat. Yang secara garis besarnya adalah generasi ide merupakan konsep awal atau ide awal yang dimana nantinya ide tersebut akan diolah untuk disesuaikan dengan kondisi dan keadaan yang sedang dihadapi. 12 (2) promosi ide Jenis perilaku inovatif kedua adalah promosi ide, yaitu ketika seorang karyawan telah menciptakan sebuah ide dan dia perlu mencari sponsor, teman, dan dana yang diperlukan untuk menganalisis ide tersebut. Setelah ide tadi didapat disini ide tersebut diolah dengan mencari atau menambahkan apa saja yang dibutuhkan agar ide tersebut dapat diterapkan. (3) realisasi ide Jenis terakhir dari perilaku inovatif adalah realisasi ide, yang menunjukkan perkembangan informasi yang cukup dan waktu untuk mengeksekusi ide-ide baru (Young, 2012). Setelah ide didapatkan lalu diolah dengan mencari apa saja yang diperlukan dalam menerapkan ide tersebut, lalu yang terakhir adalah menjalankan atau menerapkan ide tersebut

Tidak ada komentar: