SCOR (SupplyChain Operation Reference) merupakan
suatu referensi model yang digunakan untuk mengukur kinerja
dari Supply Chain. SCOR mengkobinasikan beberapa elemen
yakni Business Process Engineering, benchmarking dan aplikasiaplikasi yang mengarah kepada suatu kerangka. Secara hierarki,
model SCOR supply chain management terdiri dari proses-proses
detail yang saling terintegrasi dari supplier-nya supplier sampai
customer-nya customer dimana semua proses tersebut searah
dengan strategi operasional, material, kerja dan aliran informasi
perusahaan.
Business processs re-engineering atau menyusun kembali
proses bisnis memaparkan tentang bagaimana proses bisnis yang
dilakukan oleh perusahaan saat ini (as-is) kemudian
mendefinisikan proses yang diinginkan (to-be). Lalu,
benchmarking adalah kegiatan membandingkan antara data
kinerja operasional perusahaan dengan perusahaan sejenis yang
kinerjanya tergolong best-in-class. Sedangkan process
measurement atau pengukuran proses berfungsi untuk mengukur,
mengendalikan, dan memperbaiki proses-proses rantai pasokan
agar efektif dan efisien.
Ada 5 proses inti dalam model SCOR adalah Plan, Source,
Make, Deliver, Return. Plan yaitu proses menyeimbangkan
antara permintaan dengan sumber daya yang tersedia. Source
yaitu proses pengadaan barang dan jasa sesuai rencana. Make
yaitu proses mengubah input menjadi output sesuai kebutuhan
pelanggan. Deliver merupakan proses pengiriman permintaan
produk kepada konsumen. Return yaitu pengembalian produk
dari konsumen kepada perusahaan karena berbagai alasan yang
disetujui kedua pihak. Lima proses inti tersebut harus
didefinisikan secara jelas agar kinerja rantai pasokan dapat diukur
dengan baik
Sabtu, 24 September 2022
Metode SCOR (skripsi, tesis, dan disertasi)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar