Motivasi berasal dari bahasa Latin, movere yang berarti dorongan atau
menggerakkan. Motivasi dalam manajemen hanya ditujukan pada sumber daya
manusia umumnya dan bawahan khususnya. Motivasi mempersoalkan bagaimana
caranya mengarahkan daya dan potensi bawahan, agar mau bekerja sama
memberikan semua kemampuan dan keterampilannya untuk mencapai dan
mewujudkan tujuan yang telah ditentukan. Motivasi ini penting karena motivasi
adalah hal yang menyebabkan, menyalurkan, dan mendukung perilaku manusia,
supaya mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang optimal.
Untuk mempermudah pemahaman motivasi kerja, dibawah ini peneliti akan
mengemukakan pengertian motif, motivasi dan motivasi kerja.
Tingkah laku seseorang dipengaruhi serta dirangsang oleh keinginan,
kebutuhan, tujuan dan kepuasannya. Rangsangan timbul dari diri sendiri (internal)
dan dari luar (eksternal). Rangsangan (material dan nonmaterial) ini akan
menciptakan “motif” dan “motivasi” yang mendorong orang bekerja (beraktivitas)
untuk memperoleh kebutuhan dan kepuasan dari hasil kerjanya.
Hasibuan (2011:218) mengemukakan bahwa:
”Motif adalah suatu perangsang keinginan (want) dan daya
penggerak kemauan bekerja seseorang. Setiap motif
mempunyai tujuan tertentu yang ingin dicapai”. Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa motif adalah
keinginan untuk yang menjadi daya penggerak kemauan kerja seseorang dan
mempunyai tujuan yang diniginkan.
Selanjutnya Sperling yang dikutip oleh Mangkunegara (2013:93)
mendefinisikan motif sebagai berikut:
Motif didefinisikan sebagai suatu kecenderungan untuk
beraktifitas, dimulai dari dorongan dalam diri (drive) dan
diakhiri dengan penyesuaian diri. Penyesuaian diri dikatakan
umtuk memuaskan motif.
Berdasarkan pendapat Mangkunegara, dapat disimpulkan bahwa motif
merupakan suatu dorongan dari dalam diri individu untuk melakukan suatu
kegiatan agar dapat terpenuhi kebutuhannya.
Menurut Flippo yang dikutip oleh Hasibuan (2013:143) yaitu sebagai
berikut:
Motivasi adalah suatu keahlian dalam mengarahkan pegawai
dan organisasi agar mau bekerja secara berhasil, sehingga
keinginan para pegawai dan tujuan organisasi sekaligus
tercapai.
Menurut pendapat diatas dapat disimpulkan motivasi mengandung arti
sebagai suatu usaha dari pimpinan agar para bawahan mau melaksanakan tugasnya
secara sadar disertai tanggung jawab yang tinggi dalam pencapaian tujuan
organisasi. Senada dengan yang dikemukakan oleh Hasibuan.
Hasibuan (2013:143) mengemukakan bahwa motivasi adalah sebagai
berikut: Motivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan
kegairahan kerja seseorang agar mereka mau bekerja sama,
bekerja efektif, dan terintegrasi dengan segala daya upayanya
untuk mecapai kepuasan.
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja
adalah dorongan dari dalam diri manusia yang mampu mengarahkan dan
menggerakkan untuk beraktivitas mencapai tujuan tertentu di lingkungan dunia
kerja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar